Tampilkan postingan dengan label Besar Ujung Berung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Besar Ujung Berung. Tampilkan semua postingan

Kajian bersama Ustaz Solihin: Solidaritas Global Untuk Sudara Palestina

Dakwahpos.com.Bandung – Masjid Besar Ujung Berung Jl. Kaum Wetan No. 16, Cigending, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung, mengadakan pengajian mingguan bersama ustaz Solihin yang membahas tentang membantu saudara kita di Palestina, pada Jum'at (1/12/2023).

Dalam ceramah yang dipenuhi dengan panggilan empati, ustad solihin menyoroti tantangan kemanusiaan yang dihadapi oleh rakyat Palestina, termasuk dampak konflik yang berkepanjangan. Pesan utama ceramahnya adalah pentingnya bersatu sebagai umat manusia, terlepas dari perbedaan politik atau agama, untuk membantu mereka yang membutuhkan.

"Kita semua dapat berpartisipasi membantu saudara kita di palestina dengan cara, donasi kemanusiaan, edukasi dan kesadaran, tidak membeli produk-produk yang mendukung Israel, advokasi dan kampanye, serta mendoakan saudara kita disana". Ujar beliau.

kemudian acara ditutup dengan doa bersama "Allah yang Maha Penyayang,Kami berdoa untuk saudara-saudara kami di Palestina,Hidup dalam tantangan dan penderitaan yang mendalam.Bimbing mereka melalui kegelapan konflik,lindungi mereka dari bahaya dan ketidakamanan.Beri mereka kekuatan untuk bertahan,anugerahkan mereka ketabahan di saat-saat sulit.Hilangkan penderitaan mereka dan berikanlah damai,bersihkan hati mereka dari luka dan kepedihan.

Reporter, Mutiara Aulia Nurrahma/KPI/3C.

Ustazah Enok, Guru Ngaji Yang Menginspirasi

Siti Aminah atau yang biasa dipanggil Bu Enok adalah seorang guru ngaji yang berdedikasi untuk mengajarkan agama Islam kepada ibu-ibu di lingkungannya.Beliau saat ini menjadi guru besar dalam pengajian ibu-ibu di Majelis dzikir DAUN Masjid Besar Ujung Berung. Walaupun beliau sudah pernah berangkat ke tanah suci dan melaksanakan ibadah haji, beliau tidak mau dipanggil bu hj dan tetap menyarankan kepada semua orang agar memanggilnya bu Enok saja, yang sudah biasa menjadi nama panggilannya sehari-hari. Ia lahir di sebuah desa kecil pada tahun 1965 dan tumbuh dalam keluarga yang sangat taat beragama. Sejak kecil, Bu Enok telah menunjukkan minat yang besar dalam memahami dan mengajarkan ajaran agama Islam.

Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya, Bu Enok yang sebelumnya pernah menjadi guru di sebuah madrasah setelah pensiun memutuskan untuk mengabdikan hidupnya untuk mendidik ibu-ibu di sekitarnya dan beberapa majelis ta'lim. Dengan pengetahuan yang mendalam tentang Al-Quran dan hadis,Ia memahami pentingnya pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari dan ingin memastikan bahwa ibu-ibu di lingkungannya memiliki pemahaman yang baik tentang agama Islam.

Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, Bu Enok mengajar ibu-ibu dengan berbagai tingkatan pengetahuan agama, mulai dari dasar hingga yang lebih mendalam. Ia tidak hanya mengajarkan teks agama, tetapi juga nilai-nilai moral dan etika Islam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berusaha menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung, di mana para ibu dapat belajar dan bertanya tanpa rasa takut.

Selama bertahun-tahun, Bu Enok telah menjadi sosok yang sangat dihormati di komunitasnya. Ia telah membantu banyak ibu-ibu untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang agama Islam dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Bu Enok adalah contoh nyata dari seorang guru yang peduli dan berkomitmen dalam penyebaran ilmu agama, serta menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.

Mengenal Mak Enok Seorang Penasehat Sekaligus Ketua Majelis Talim Muslimah

Dakwahpos.com-Bandung, (10/11/2013). Hj. Enok Nurhayati atau yang akrab dipanggil mak Enok lahir di Tasikmalaya tahun 1959. Beliau adalah penasehat sekaligus ketua majelis ta'lim di Masjid Besar Ujung Berung. Mak Enok menjabat dari tahun 2004-sekarang belum tergantikan, karena kepercayaan Masyarakat sekitar serta para pengurus DKM. Sekarang beliau tinggal di kampung Paledang Ujung Berung. Mak Enok adalah seorang guru yang berdedikasi untuk mengajarkan agama Islam kepada ibu-ibu di lingkungannya. Walaupun beliau sudah pernah berangkat ke tanah suci dan melaksanakan ibadah haji, beliau tidak mau dipanggil bu hj dan tetap menyarankan kepada semua orang agar memanggilnya mak Enok saja, yang sudah biasa menjadi nama panggilannya sejak lama. "Panggil Mak enok saja" ujar beliau.

Beliau tumbuh dalam keluarga yang sangat taat beragama. Sejak kecil, mak Enok telah menunjukkan minat yang besar dalam memahami dan mengajarkan ajaran agama Islam. Dan bersekolah juga di salah satu pesantren di Tasikmalaya. Namun hanya sampai Tsanawiyah dan saat berumur 16 tahun sudah menikah. " ya Namanya juga orang jaman dulu, umur segitu banyak yang sudah menikah" ungkap beliau.

Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, Bu Enok mengajar ibu-ibu dengan berbagai tingkatan pengetahuan agama, mulai dari dasar hingga yang lebih mendalam. Ia tidak hanya mengajarkan teks agama, tetapi juga tauhid, fiqih serta nilai-nilai moral dan etika Islam yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berusaha menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung, di mana para ibu dapat belajar dan bertanya tanpa rasa takut.

Motivasi mak Enok adalah Nafiun lighoirihi yaitu bermanfaat bagi orang lain, dan mengungkap bahwa waktu itu adalah ibadah. Selama bertahun-tahun, mak Enok telah menjadi sosok yang sangat dihormati di komunitasnya. Ia telah membantu banyak ibu-ibu untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang agama Islam dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna. Mak Enok adalah contoh nyata dari seorang guru yang peduli dan berkomitmen dalam penyebaran ilmu agama, serta menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.

Reporter, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung, Mutiara Aulia Nurrahma/KPI-3C

Bu Enok Pimpin Pengajian Mingguan di Masjid Besar Ujung Berung

Dakwahpos.com.Bandung – Masjid Besar Ujung Berung Jl. Kaum Wetan No. 16, Cigending, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung, mengadakan pengajian mingguan bersama ibu-ibu dari majelis ta'lim DAUN yaitu singkatan dari Dengan Allah Usaha Naik, pada Jum'at (27/10/2023).

Pengajian ini dimulai pukul 08.00 dan dihadiri sekitar 30 orang ibu-ibu anggota Majelis Talim DAUN. Sebelum pengajian dibuka sembari menunggu ibu-ibu yang datang, bu Enok selaku guru Majelis Ta'lim memimpin Sholawat bersama-sama juga membaca asmaul husna.

Sesudah membaca Sholawat dan asmaul husna,dan jama'ah sudah banyak yang datang barulah pengajian ini dimulai yang diawali dengan membaca surah Al-Kahfi, dilanjut dengan Surah Al-Mulk, dan terakhir surah Yaasiin. Setelah mengaji bersama, bu Enok menyampaikan sedikit pesan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya.

"Jangan bosan-bosan membaca Al-Qur'an, minimal sehari kita sempatkan diri untuk membaca Al-Qur'an, mau sesibuk apapun kita, karena Al-Qur'an adalah obat dari segala obat, dan dengan membaca Al-Qur'an hati menjadi tenang" Ucap bu Enok.

Kemudian Pengajian ini ditutup dengan dzikir, istighosah, dan do'a bersama, dan selesai sekitar pukul 10.00 WIB.

Reporter, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung Mutiara Aulia Nurrahma/KPI-3C

Peringati Maulid Nabi Muhammad Saw, Masjid Besar Ujung Berung Undang Mamah Dedeh

Dakwahpos.com.Bandung – Masjid Besar Ujung Berung Jl. Kaum Wetan No. 16, Cigending, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung, mengundang Mamah Dedeh dalam acara maulid Nabi Muhammad S.A.W pada Jum'at (13/10/2023). Dalam undangan dan poster yang dipampang dipinggir jalan, acara dimulai pukul 07.30 WIB, akan tetapi Mamah Dedeh memulai ceramah pukul 08.30 WIB, meski begitu para jamaah sangat antusias dan sudah ramai mendatangi lokasi sejak pagi, dan saat pukul 07.00 WIB Masjid sudah dipenuhi oleh jamaah yang mayoritas adalah ibu-ibu.

Pertama-tama Mamah Dedeh membahas tentang apakah kita sudah pantas menjadi umat Nabi Muhammad yang baik?. Beliau pun menyampaikan marilah kita ingat bersama bahwa kita, umat Islam, adalah umat yang mengikuti ajaran dan contoh Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah sosok yang diutus oleh Allah SWT untuk membimbing umat manusia menuju jalan yang benar. Oleh karena itu, menjadi umat Nabi Muhammad yang baik adalah suatu kehormatan dan tugas yang besar. Allah berfirman dalam Al-Qur'an Qs Al-Fath 29 yang artinya: Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.

Nabi Muhammad SAW memberikan banyak ajaran yang sangat relevan untuk kehidupan kita saat ini. Salah satu ajaran penting beliau adalah akhlak yang mulia. Beliau adalah suri teladan dalam hal berakhlak baik, seperti jujur, amanah, dan penyayang. Oleh karena itu, sebagai umat Nabi Muhammad yang baik, kita juga harus berusaha untuk mempraktikkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Nabi Muhammad SAW juga mendorong kita untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan kita. Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang sangat dihargai dalam Islam, dan beliau mendorong umatnya untuk selalu mencari ilmu. Dengan demikian, sebagai umat Nabi Muhammad yang baik, kita harus senantiasa berusaha untuk belajar dan meningkatkan pengetahuan kita, baik dalam hal agama maupun hal-hal dunia.
Selain itu, Nabi Muhammad SAW juga menekankan pentingnya berbuat kebaikan dan membantu sesama. Beliau mengajarkan bahwa memberikan sedekah, menolong orang yang membutuhkan, dan berbuat baik kepada sesama adalah bagian integral dari iman kita.

"Sebagai umat Nabi Muhammad yang baik, kita harus selalu siap untuk membantu orang lain dan berbuat kebaikan tanpa pamrih" Ucap beliau
Tentu saja, menjadi umat Nabi Muhammad yang baik juga berarti taat kepada perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya. Itu termasuk menjalani ibadah dengan sungguh-sungguh, menjaga diri dari perbuatan dosa, dan selalu berusaha memperbaiki diri.

"Seandainya di lingkungan kita ada saudara, tetangga, mengajak kita melakukan perbuatan zina, menyembah selain Allah SWT, bagaimana sikap kita? Anda buka Luqman 15" ujar beliau. yang artinya: Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku.
Acara pun ditutup dengan istighosah dan do'a bersama dan selesai pukul 10.30 WIB.

Reporter, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung Mutiara Aulia Nurrahma/KPI-3C

Kajian Bersama Ustaz Abdullah "Sabar dan Ikhlas" di Masjid Besar Ujung Berung

Dakwahpos.com.Bandung - "Hari ini kita akan membahas dua konsep penting dalam Islam yang dapat membawa kita lebih dekat kepada-Nya, yaitu sabar dan ikhlas" ujar Ustaz Abdullah, saat mengisi kajian di Masjid Besar Ujung Berung Bandung pada Rabu (18/10/2023). Sabar adalah salah satu karakteristik penting yang diajarkan dalam Al-Quran. 

Allah berfirman dalam Al-Quran, Surah Al-Baqarah [2:155-157]: "Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.' Mereka itulah yang mendapat keberkatan dari Tuhannya, dan rahmat. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."

beliau menyampaikan bahwa Sabar adalah sikap yang mengajarkan kita untuk bersabar di tengah-tengah cobaan dan kesulitan. Ini bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan. Ketika kita bersabar, kita mendapatkan pahala dan keberkatan dari Allah. Ikhlas, di sisi lain, adalah konsep tentang ikhlas dalam beribadah kepada Allah. Ikhlas berarti kita melakukan semua perbuatan baik dan ibadah kita hanya untuk Allah semata, tanpa pamrih atau pujian dari manusia. Allah berfirman dalam Surah Al-Bayyinah [98:5]:"Dan mereka hanya diperintahkan supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalani) agama yang lurus."

Dengan ikhlas, kita membangun hubungan yang lebih mendalam dengan Allah dan mendapatkan kebahagiaan yang sejati. Ikhlas membantu kita menghindari riya' kesombongan dan mencari kepuasan hanya dari Allah. Dalam hidup kita, sabar dan ikhlas saling terkait. Ketika kita menghadapi ujian dan kesulitan, sabar akan membantu kita menjaga hati kita tetap ikhlas dalam beribadah kepada Allah. Sabar adalah kunci untuk tetap kuat, dan ikhlas adalah kunci untuk mendapatkan kebahagiaan sejati.

"Jadi, mari kita tingkatkan sabar dan ikhlas kita dalam menjalani hidup sehari-hari. Dengan sabar dan ikhlas, kita akan mendapatkan berkah dan petunjuk dari Allah, serta mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan keikhlasan dalam setiap langkah hidup kita, Aamiin". Ucap Beliau diakhir kajian. Dan ditutup dengan istighosah dan do'a bersama.

Reporter, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung Mutiara Aulia Nurrahma/KPI 3C

Masjid Besar Ujung Berung Gelar Pengajian Gabungan Dipimpin Oleh Bu Enok

Dakwahpos.com.Bandung – Masjid Besar Ujung Berung Jl. Kaum Wetan No. 16, Cigending, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung, mengadakan pengajian gabungan bersama ibu-ibu dari berbagai majelis ta'lim pada Jum'at (06/10/2023)

Pengajian ini dimulai pukul 08.00 WIB pagi dan dihadiri sekitar 70 orang yang berasal dari berbagai majelis ta'lim yang ada dikota Bandung, semua hadirin mayoritas adalah ibu-ibu, sebelum pengajian dimulai dan menunggu para jama'ah datang bu enok atau guru dari majelis ta'lim ujung berung ini memimpin sholawat bersama-sama dengan jama'ah yang sudah datang, juga membaca asmaul husna.

Setelah membaca Sholawat dan asmaul husna, dan jama'ah sudah banyak yang datang barulah pengajian ini dimulai yang diawali dengan membaca surah Al-Kahfi, dilanjut dengan Surah Al-Mulk, dan terakhir surah Yaasiin. Sesudah mengaji bersama, bu Enok menyampaikan sedikit pesan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya.

"Jangan bosan-bosan membaca Al-Qur'an, minimal sehari kita sempatkan diri untuk membaca Al-Qur'an, mau sesibuk apapun kita, karena Al-Qur'an adalah obat dari segala obat, dan dengan membaca Al-Qur'an hati menjadi tenang" Ucap bu Enok.
Kemudian Pengajian ini ditutup dengan dzikir, istighosah, dan do'a bersama, dan selesai sekitar pukul 10.00 WIB.

Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung Mutiara Aulia Nurrahma/KPI-3C

Masjid Besar Ujung Berung Adakan Pengajian Mingguan Bersama Ustaz Solihin

Dakwahpos.com.Bandung – Majelis Dzikir DAUN atau singkatan dari (Dengan Allah Usaha Naik) di Masjid Besar Ujung Berung Jl. Kaum Wetan No. 16, Cigending, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung, mengadakan pengajian jum'at rutin yang dipimpin oleh ustaz Solihin dan bu Enok pada Jum'at (29/09/2023), beliau guru atau Pembina dalam majelis dzikir ini.

Pengajian diawali dengan membaca surah Al-kahfi, dilanjut dengan membaca Al-mulk dan Yasin, kemudian membaca Asmaul Husna yang didpimpin oleh bu Enok, pengajian ini dihadiri kurang lebih oleh 40 orang yang rata-rata adalah ibu-ibu, Setelah mengaji Al-Qur'an Bersama dilanjut ceramah singkat oleh ustaz solihin. Berhubung kemarin tepatnya tanggal 12 Rabiul awal adalah Maulid nabi Muhammad S.A.W beliau memaparkan tentang pentingnya sholawat kepada baginda nabi besar kita Muhammad S.A.W.

" Sholawatlah dimanapun dan kapanpun kalian berada agar lebih dekat dengan Allah dan mendapatkan Syafaat nabi Muhammad S.A.W diakhirat kelak" ujar ustaz Solihin. Bersholawat ketika mendengar nama nabi Muhammad S.A.W hukumnya adalah sunnah yang diutamakan, karena ini adalah bentuk penghormatan dan rasa cinta kepadanya. Kemudian beliau juga menyampaikan janganlah menjadi manusia yang sombong dan angkuh, terus semangatlah dalam menggapai ridho Allah S.W.T. Selain bersholawat sebagai umat muslim kita juga harus berdzikir kepada Allah S.W.T dengan mengucap Subhanallah, Alhamdulillah, Laa ilaaha Illallah, dan Allahuakbar. Yang sangat mudah diucapkan dimanapun dan kapanpun dan dalam keadaan apapun. Karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.

Pengajian ini diakhiri dengan istighosah, dzikir, dan do'a Bersama yang masih dipimpin oleh ustaz Solihin, dan selesai sekitar pukul 10.00 WIB.

Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung Mutiara Aulia Nurrahma/KPI-3C
© Dakwahpos 2024