Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bandung. Tampilkan semua postingan

Warga Bandung Rasakan Gempa Sumur Banten


Dakwahpos.com, BANDUNG - BMKG mengiformasikan telah terjadi gempa bumi pada Jumat, (14/01/2022) terjadi sekitar pukul 16.05 WIB.

Gempa bumi tersebut terjadi di Sumur, Banten dengan koordinat 7.01 LS-105.26 BT atau 52 km Barat Daya Sumur, Banten. Gempa tersebut bermagnitudo 6,7, dengan kedalaman 10 km.

"Tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangan resminya di akun Twitter @infoBMKG.

Gempa tersebut sampai terasa di Bandung. Heru Heryanto, salah seorang warga Cilengkrang, Bandung,  mengaku merasakannya.

"Saya barusan di kantor, terasa betul gempanya," katanya.

Ia pun beharap gempa tersebut tidak berlanjut dengan kejadian yang tidak diinginkan

"Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi kita semua," pungkasnya.


🤲🤲

Tim Lomba Website Masjid Pusdai Visitasi Masjid Ikomah UIN Bandung


Dakwahpos.com, Bandung -  Panitia lomba website masjid Pusdai Jawa Barat mengadakan kunjungan visitasi ke DKM Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (19/01/2021). Kegiatan kunjungan tersebut dihadiri Ketua Tim Ustadz R. Edi Komarudin, Sekretaris Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jawa Barat, Ustad Misbahdan dan Ustad Hendy Hermawandari Pusdai Jawa Barat.

Dalam pemaparannya Ustad Edi menyampaikan bahwa tujuan visitasi tersebut adalah bentuk pemenuhan penilaian Lomba Website Masjid di Milad Pusdai Jawa Barat ke-23 serta konfirmasi data seperti kelengkapan data masjid.

Ustadz R. Edi Komarudin, lebih lanjut menjelaskan format penilaian visitasi lomba website masjid yaitu kesesuaian data website, efektivitas dan efisiensi program dakwah masjid, kaderisasi penggerak masjid serta harapan dan hal yang dapat direncanakan di masa depan.

Ketua DKM Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dr. H. Bachrun Rifa'i, M.Ag didampingi koordinator tim media masjid, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag menyambut dengan gembira kedatangan tim penilai perlombaan tersebut dan menyampaikan progress program masjid setelah dibentuk tim media.

"Dahulu sebelum adanya tim media, setiap program masjid tidak diketahui secara luas. Tapi alhamdulillah, setelah dibentuk tim media semua program menjadi terpublikasikan serta website masjid lebih berkembang," ucapnya.

Ustad Misbah salah satu anggota tim penilai menjelaskan urgensi web masjid sebagai upaya kaderisasi da'i sehingga bisa semakin memakmurkan masjid

"Lomba website masjid ini bertujuan untuk membentuk kader-kader penggerak dalam memakmurkan masjid," ujar Ustad Misbah.

Adapun Ustad Hendy Hermawan, anggota tim penilai dari Pusdai, mengungkapkan bahwa keberadaan web masjid perlu diapresiasi melalui lomba.

"Saya mengapresiasi keberadaan web masjid dan saya berharap hal ini bisa lebih ditingkat terutama dengan pelatihan manajemen masjid yang lebih baik. Pusdai Jawa Barat pada bulan Maret 2021 akan menyelenggarakan pelatihan manajemen masjid dan pembuatan website masjid," Ungkapnya.

Dengan mengikuti lomba ini, kata Dr. Uwes Fatoni, yang juga Ketua tim media, DKM Ikomah berharap mendapat ilmu dan pengalaman baru dari tim Masjid Pusdai sehingga Masjid Ikomah dapat terus berkembang dan setiap program yang diselenggarakan bisa lebih luas dan terasa manfaatnya oleh seluruh kalangan masyarakat.


DIAM DIRUMAH ATAU DIRUMAH SAKIT-KAN

  Oleh Wullan Syahra Ningrum      
Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Wabah virus covid-19 yang tengah melanda negara Indonesia kini mengalami statistik yang naik-turun di bererapa daerah di setiap harinya. Di Provinsi DKI Jakarta pun jumlah pasien positif korona telah menurun, tetapi dengan adanya hal tersebut tidak membuat kita terlepas dari protokol kesehatan. Meski demikian, potensi peningkatan kasus positif covid-19 masih besar kemungkinan terjadi, terlebih lagi telah diberikan kelonggaran dalam pembatasan berskala.

Dengan begitu, untuk mempertahankan penurunan pasien positif covid-19 tersebut kita tetap harus memperhatikan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Tidak hanya sekadar  menggunakan saja, tetapi harus diperhatikan apa yang kita gunakan sudah tepat dan benar. Seperti contohnya dalam penggunaan masker scuba dan buff di dalam kereta api, kini pemerintah telah mengeluarkan peraturan agar tidak menggunakan masker scuba dan buff di kereta api karena dinilai tidak efektif untuk mencegah penularan virus covid-19 karena hanya terdiri dari satu lapis saja.

Para dokter maupun tenaga medis telah menganjurkan agar kita semua menggunakan masker tiga lapis atau masker medis, yang telah teruji keefektifannya karena telah banyak digunakan juga oleh para dokter maupun para medis. Dan juga dapat menahan percikan droplets agar tidak mengenai orang lain.

Kita sebagai masyarakat awam yang kurang begitu paham mengenai protokol kesehatan lebih baik mengikuti anjuran pemerintah maupun para medis, agar tetap terjaga kesehatan kita karena para medis yang tentu jelas lebih paham mengenai protokol kesehatan yang baik dan tepat. Kita hanya perlu mengikuti aturan tersebut agar terhindar dari terjangkitnya virus covid-19 ini. Virus covid-19 ini tidaklah memandang usia, siapa saja bisa terjangkit. Bahkan orang tanpa gejala pun dapat dinyatakan positif covid-19 apabila tidak mematuhi protokol kesehatan dengan benar.

Untuk tetap produktif ditengah pandemi ini, sebaiknya kita tetap terus melakukan hal yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat banyak dengan cara memberikan penyuluhan mengetahui pentingnya menggunakan protokol kesehatan, karena tidak sedikit dari kita semua yang masih belum paham betul mengenai hal tersebut. Selain itu, untuk tetap menjaga kesehatan tubuh jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan bersih apabila habis berpergian, selalu gunakan masker tiga lapis, dan rajin melakukan olahraga.

Ustadz Ridwan Femi K. : Jika Kamu Orang Beriman, Tinggalkan Riba


Dakwahpos.com, Bandung – Persoalan tentang riba telah lama menjadi bahan diskusi dan peringatan oleh para Ustadz yang menyampaikan amar ma'ruf nahi munkar.  Tak jarang, selain Ustadz, guru-guru agama disekolah pun turut serta memperingati anak didiknya untuk menjauhi riba. Seperti yang disampaikan oleh Ustadz Ridwan Femi K. SE. dalam ceramahnya bertema tentang riba, yang berlokasi di Masjid Al-Mukhtar kelurahan Cipadung Kulon. Kegiatan ceramah ini dihadiri oleh ibu-ibu yang begitu antusias mendengarkan ceramah siang itu (18/10).

"Jenis-jenis riba teh naon wae bu? Bank keliling, tres koperasi, koperasi na nu kumaha ibu? Nu aya bunga na. tres naon wae bu? rentenir, dan seterus na nu aya denda ti jualbeli atau kasapakatan eta." Ungkap Ustadz Ridwan Femi dalam sesi tanya jawabnya dengan ibu-ibu mengenai bentuk-bentuk riba, senin (18/10/18).

Riba menurut ilmu figh dalam Islam adalah akad yang terjadi atas pertukaran suatu barang atau uang yang perimbangannya tidak diketahui secara syariat. Dalam kehidupan yang serba modern seperti sekarang ini, tanpa disadari, riba seolah menjadi gaya hidup yang wajar dilakukan. Dan hingga akhirnya tanpa sadar terjebak didalamnya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Ridwan Femi menggunakan metode membacakan ayat Al-Qur'an dahulu yang berhubungan dengan riba lalu kemudian menerangkan kepada ibu-bu pengajian Masjid Al-mukhtar.

"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba). Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya (terserah) kepada Allah, orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (Q.S Al-Baqarah 275).

Dalam ceramahnya, Ustadz Ridwan Femi menerangkan dampak buruknya riba, semua amalan yang kita lakukan, sholat kita semasa hidup akan hilang jika sekali-kali pun memakan harta riba. bila riba itu dihindari, amalan-amalan dan sholat kita semasa hidup Allah akan sempurnakan lagi, dan jika orang tersebut kembali kepada riba maka neraka balasannya. Saat sesi terakhir ceramahnya, Ustadz Ridwan Femi menganjurkan dan berharap ibu-ibu saat ini dapat membedakan harta yang haram dan yang halal agar ibu-ibu sekalian dapat terhindar dari riba.


Reporter : Ando Adhi Putra KPI/3A

Ustadz Iman: Bersyukur Atas Nikmat Allah Jangan Sampai Kufur

Dakwahpos.com, Bandung- DKM Al-Muhajirin mengadakan kegiatan rutinan keibadahan Shalat Jum'at, (19/10/18). Khatib sekaligus Imam Shalat Jum'at merupakan Dosen di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Ustadz Iman. Tema yang diangkat dalam khutbah shalat Jum'at yakni mengenai rasa syukur kita sebagai manusia atas nikmat Allah SWT yang telah diberi dan jangan sampai kita kufur nikmat.

"Allah telah menghantarkan atau menghadirkan nikmat, berbagai macam nikmat. Baik itu nikmat penglihatan, pendengaran, kesenangan, kemapanan, berinfaq, beribadah, bahkan berjalan." Tutur Ustadz Iman.

Kita sebagai manusia yang juga makhluk Allah hendaknya mengingat atas apa yang telah di berikan oleh-Nya. Selayaknya bagi kita untuk memenuhi janji kita yakni Taat kepada Allah dan Rasul-Rasul Allah. "Sebagai hamba yang beriman, hendaklah kita menjalankan apa yang Allah perintahkan dan Hindarilah perbuatan yang Allah larang, itulah wujud rasa syukur kita atas Nikmat Allah SWT". Tutur Ustadz Iman.

Allah meminta agar kita mengingat-Nya, disaat senang maupun sulit. Karena suatu saat Allah juga bisa menghancurkan serta membumi hanguskan muka bumi sebagai balasan dari Allah. "Sungguh siksa Allah itu berat, Bersyukurlah. Apabila kamu bersyukur akan Ku tambah nikmatmu, Tapi apabila kamu ingkar, Aku bisa saja memberikan berbagai ujian atau adzab" Ucap Ustadz Iman menjelaskan arti Surah Ibrahim ayat 7.

Ikuti apa yang telah Allah turunkan dalam kitab-kitab –Nya, juga pada Rasul-Rasul –Nya. Jagalah kehidupan kalian, lingkungan kalian dari adzab Allah SWT. Jangan hanya mengambil manfaatnya tanpa menjaganya, jangan pula mencampur adukan antara yang haq dan batil. Bersyukurlah akan nikmat –Nya dan jangan sampai kufur nikmat.

Reporter : Lutfi Dzaki Pratam, KPI 3 B

Rutinitas Yasinan di Masjid Al-Falah sebagai Kegiatan Sederhana Untuk Bersedekah

DakwahPos.com, Bandung. Membaca Surat Yaasin secara berjmaah di Masjid adalah rutinitas yang sering dilakukan di daerah atau kampung, bahkan kota. Kegiatan ini dilaksanakan seusai menunaikan ibadah sholat maghrib. Pada dasarnya kegiatan seperti ini adalah media untuk berdo'a secara berjamaah namun diawali dengan membaca Surah Yaasin.
"Kegiatan seperti ini ya memang sudah ada dari dulu, tiap daerah sini mah pasti ada yang yasinan malem jumatnya" ujar salah satu jama'ah yang ikut hadir disana (kamis, 27/9/18). Ini menandakan bahwa kegiatan seperti ini merukapan kegiatan yang memang menjadi budaya yang terus dipertahankan karena mengandung nilai positif. Nilai positif yang ada dalam kegiatan ini bukan sekedar membaca Al-Qurannya saja, dari segi sosialitas tentunya ini sebagai silaturahmi warga setempat dan sebagai moment untuk bersedekah.
"Iya bisa juga sebagai waktu untuk bersedekah, kan ini kalo yasinan ini biasanya ibu-ibu atau bapa-bapa  suka ngasih cemilan atau makanan buat anak-anak pengajian atau para jamaah, kan itu jadi sedekah" pungkas salah satu jamaah (kamis, 27/9/18). Bersedekah memang tidak mesti menggunakan uang atau menunggu waktu yang diisyaratkan dalam islam. Dalam kegiatan ini pula sedekah dapat dilaksanakan, sehingga pahala lebih akan didapat bagi mereka yang bersedak dan beribadah dengan ikhlas. 

Syaikh Abdurrahman Jamal Al – Ausy : Saya Bahagia Mlihat banyak Warga Bandung Shalat Shubuh Berjamaah.


Dakwahpos.com, Bandung, Masjid Agung Trans Studio Bandung ramai di padati jamaah  mengikuti mabit dan shalat shubuh berjamaah bersama imam muda Masjidil Haram, Syaikh Abdurrahman Jamal Al-Ausy yang juga pada kesempatan kali ini dihadiri juga walikota Bandung Ridwan Kamil, Sabtu (21/10/2017).

Syaikh  Al-Ausy menjadi salah satu kandidat calon imam besar Masjidil Haram dengan usia yang masih muda yakni 38 tahun. Syaikh Al-Ausy yang menjadi imam shalat shubuh juga memberikan nasihat kepada para jamaah bagaimana menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dengan didampingi penerjemah Syaikh Al-Ausy menjelaskan nasihatnya untuk para jamaah yang hadir untuk senantiasa menjaga shalat tepat waktu,beliau juga mengutarakan rasa bahagia karena banyaknya warga bandung yang ikut shalat shubuh berjamaah  "Saya bahagia melihat banyak warga Bandung yang shalat shubuh berjamaah," ujar Syaikh Al- Ausy lewat penerjemah.(21/10)

Bukan hanya menjaga shalat tepat waktu,berbuat baik kepada orang tua, menjaga dzikir dalam setiap aktivitas, memperbanyak istighfar, memperbanyak shalawat kepada rasulullah, berakhlak baik, dan berdakwah menyampaikan ajaran  Islam juga menjadi point penting untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
  
Dari penjelasan Syaikh Al-Ausy tersebut, shalat shubuh berjamaah dan menjaga sholat tepat waktu di masjid merupakan point penting  dalam  ibadah yang sudah seharusnya dijaga oleh kaum muslimin untuk menggapai kehidupan yang bahagia di dunia dan akhirat.

Reporter : Yusril Arip Musodik/KPI 3D

Mesjid Besar Batujajar Adakan Khitanan Masal


Dakwahpos.com, Bandung- Para pengurus mesjid besar Kecamatan Batujajar selalu mengadakan acara rutin khitanan masal yang selalu di laksanakan setiap satu tahun sekali. Acara ini biasanya di laksanakan antara bulan Rajab dan bulan Rabiul Awal.

"Acara nya selalu di lakukan rutin setiap satu tahun sekali biasanya, di laksanakan di bulan rabiul awal kalo engga di bulan rajab tapi sekarang sekarang sering nya bulan rajab". Ujar Dayat,salah seorang jamaah masjid sabtu (14/10/2017).

Acara ini biasa dilaksanakan setiap tanggal 12 Rabiul Awal (maulid Nabi) atau 27 Rajab(Isra Mi'raj). Yang di hadiri oleh anak anak di seluruh wilayah Kecamatan Batujajar yang pesertanya biasanya mencapai 100 orang lebih.

Biasanya setiap malam sebelum acara khitanan di laksanakan, masjid ini selalu mengadakan Tabligh Akbar dan istighosah,  yang selalu di hadiri oleh banyak jamaah dari berbagai desa yang berada di Kecamatan Batujajar.

"Yah acara nya biasanya di laksanakan pada perayaan hari besar islam di bulan Rabiul Awal dan Rajab, yang datang juga banyak bisa lebih dari seratus orang, malamnya juga suka ada acara Tabligh akbar sama istigosah juga."ujar Dayat.

Dan untuk Khitanan tahun sekarang para pengurus belum menentukan apakah akan di laksanakan bulan Rajab atau Rabiul Awal.

Reporter:Muhammad Aria Darojat KPI/3C  

Koordinator Lansia Kecamatan Cinambo Kunjungi Masjid Al-Ma’ruf


Dakwahpos.com, Bandung- Muhammad Yusuf selaku koordinator lansia Kecamatan Cinambo mengunjungi Masjid Al-Ma'ruf. Tujuannya untuk mensosialisasikan bahwa akan diadakannya pengobatan gratis penyakit katarak untuk para jamaah Masjid Al-Ma'ruf yang saat itu sedang melakukan pengajian rutin.

"Saat ini saya sedang melakukan sosialisasi kegiatan pengobatan gratis yang akan diselenggarakan oleh Kecamatan Cinambo kepada jamaah Majid Al-Ma'ruf. Pengobatan gratis ini diperuntukkan bagi lansia yang memiliki penyakit katarak," ujar Yusuf, Rabu (11/10/2017).

Yusuf menambahkan bahwa kunjungannya ke Masjid Al-Ma'ruf dirasa sesuai. Karena menurutnya, jamaah di Masjid Al-Ma'ruf ini didominasi oleh para lansia. Dia sangat mengharapkan agar para warga memanfaatkan kesempatan berobat gratis ini untuk menyembuhkan penyakit katarak yang biasanya menyerang para lansia.

Ustad Marsam pun selaku DKM Al-Ma'ruf merespon baik perihal kunjungan koordinator lansia tersebut.  Menurutnya, acara berobat gratis ini dapat membantu jamaahnya agar kegiatan demi kegiatan yang diadakan DKM Al-Ma'ruf dapat diikuti dengan baik oleh para jamaah.


Reporter: Muhamad Maulana Yusuf, KPI/3C

Letak Strategis Untungkan Masjid Al-Ikhlash


Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Al – Ikhlash adalah salah satu masjid yang memiliki letak strategis di daerah Kiaracondong. Tempatnya yang berada di pinggir jalan dan dekat dengan kecamatan Kiaracondong menjadi kelebihan bagi masjid Al – Ikhlash itu sendiri.

"Alhamdulillah kegiatan di masjid Al – Ikhlash ini tidak pernah sepi, karena letaknya yang strategis walaupun berada di dalam komplek. Banyak jamaah yang sedang dalam perjalanan singgah untuk melaksanan sholat". Ujar Rini warga setempat kepada Dakwahpos.com (13/10/2017)

Dengan letak yang strategis mesjid Al – Ikhlash dapat menjadi tempat beribadah yang ramai dikunjungi jamaah, maka dari itu masjid Al – Ikhlash dapat menjadi sarana yang memfasilitasi bagi jemaah untuk melaksanakan ibadah.

Reporter : Kartika Putri KPI/3B

Asep Saepul Amin, Tokoh Pegiat Masjid Mifahul Falah


Dakwahpos.com, Bandung-  Seorang tokoh masyarakat yang bernama lengkap H.Asep Saepul Amin atau lebih dikenal dengan sapaan Kang Asep. Beliau lahir di Bandung, pada 15 Februari 1961. Seorang tokoh masyarakat yang terlahir dari lima bersaudara ini, dari kecil sudah diajarkan oleh orang tuanya bagaimana pentingnya belajar ilmu agama dan ke utamaannya. Beliau berpropesi sebagai PNS dan mengajar di yayasan Miftahul Falah, sekarang bapak dari tiga anak ini mempunyai tugas dari kedua orang tuanya untuk mengurus yayasan Miftahul Falah dan masjid Miftahul Falah yang dititipkan kepadanya sepeninggal kedua orang tuanya.

Beliau tidak hanya aktif mengurus TK Yayasan Miftahul Falah saja, pada saat tahun 1993 beliau juga  terjun ke masyarakat, dimulai dari rumah ke rumah ataupun penyampaian langsung dari masjid dengan bertujuan mengajak masyarakat ikut aktif di bidang keagamaan khususnya kegiatan di masjid Mifatahul Falah ini.

"Alhamdulillah dari dulu sampai sekrang tahun 2016 kegiatan masyarakat kampung Cikalang, Cileunyi terutama sekitar masjid Miftahul Falah masih terjaga dan istiqomah" ujar kang Asep, saat diwawancari oleh dakwahpos.com, Senin, (28/11/16).

Namun,  sekarang yang disayangkan  kegiatan  para pemuda masjid Miftahul Falah yang berkurang dan seakan menghilang karena perkembangan zaman dan pergaulan yang jauh dari kata mendidik. Hal ini juga di sebabkan  karena  kurangnya ajakan terhadap generasi muda ini. Tetapi karena Yayasan Miftahul Falah memiliki santri yang tinggal di yayasan. Maka kegiatan harian berupa pengajian kitab kuning, dan muhadloroh membantu menghidupkan kembali semangat pemuda.

" Pertahankan pengajian tingkatkan mutolaah dan pelajari ilmu nahwu shorof, karena dengan menguasai ilmu nahwu shorof akan memudahkan dan membuka ilmu lainya" tegasnya.


Reporter: Lilis Tati Muthoharoh? KPI/ 3B



Caption: Kang Asep tokoh masyarakat Cikalang Cileunyi

DKM Al-Ikhlas Selenggarakan Shalat Sunah Talak Bala’i

Jamaah Masjid Al-ikhlas


Dakwahpos.com, Bandung – Warga Cibiru Wetan berbondong-bondong pergi ke masjid Al-Ikhlas untuk melaksanakan shalat Talak Bala'i yang dilaksanakan pada hari Rabu akhir di bulan Safar atau yang lebih dikenal dengan Rebo Wakasan.

Shalat Rebo Wakasan/Talak Bala'i dilaksanakan sebanyak 4 rakaat, dengan harapan agar terhindar dari bala'i atau penyakit yang diturunkan pada hari Rabu akhir di bulan Safar.

"Shalat Sunah Talak Bala'i rutin kami lakukan di hari Rabu terakhir di bulan Safar dengan tujuan memohon keselamatan dari segala macam penyakit". Ujar Iding, tokoh masyarakat di Masjid Al-ikhlas, Rabu (30/11/2016).

Dalam kitab Kanjun Najah was-Suaar dijelaskan, Allah menurunkan 320.000 macam penyakit ke bumi dan itu semua terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.

Masyarakat sekitar berharap dengan dilaksanakannya shalat sunah ini, mereka terhidar dari segala penyakit.

Reporter : Riki Supriyadi, KPI/3C

Fasilitas Bermain Terbatas, Siswa TK-I Masjid Jami An-Nur Tetap Semangat

Fasilitas bermain TK-I masjid Jami An-Nur

Dakwahpos.com, Bandung- Setiap masjid pasti memiliki kegiatan belajar mengajar. Begitupun di salah satu masjid Jami An-Nur yang terletak di Jalan Cilengkrang Rt 05 Rw 01 Kelurahan Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.Masjid yang dikenal dengan Jami An-Nur ini terkenal di kalangan masyarakat setempat, memiliki Taman Kanak-Kanak Islam dengan berbagai kegiatan di dalamnya.

"Memiliki anak didik itu memang seru dan sangat menyenangkan. Bukan hanya murid tetapi anak-anak disini sudah saya anggap anak sendiri". Terang Lina (43) dakwahpos.com, Selasa 25 Oktober 2016.

Taman Kanak-Kanak Islam ini memang secara tempat kurang memungkinkan namun anak-anak disini sudah nyaman dan menyukai segala kegiatan di dalamnya.

"Jika masalah tempat memang kami kurang menyediakan karena pasalnya Taman Kanak-Kanak Islam ini sebetulnya hanya didirikan atas permintaan dari beberapa warga saja jadi hanya lataran seadanya saja ketika anak-anak ingin bermain tapi mereka tetap semangat dan bersungguh-sungguh ketika pembelajaran berlangsung". Terang Lina (43) dakwahpos.com, Selasa 25 Oktober 2016.

Reporter: Pramita/KPI/3C

Perbaiki Gorong-gorong Penyebab Banjir


Oleh : Citra Nurjanah 

Banjir menjadi salah satu masalah serius ketika musim hujan tiba. Bencana banjir menjadi salah satu bencana yang popular sejak awal tahun 2007 , salah satu penyebab terjadinya banjir selama ini adalah gorong-gorong yang fungsinya itu untuk membawa aliran air (irigasi) melewati bawah jalan tapi  karena gorong-gorong yang terlalu kecil menyebabkan air tidak bisa mengalir dalam jumlah banyak, menjadikan air meluap ke jalan ditambah tumpukan sampah yang biasanya menumpuk menjadikan air tersumbat dan meluap.

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan  sangatlah minim, banyak ditemukan masyarakat yang seenaknya membuang sampah ke gorong-gorong seperti sampah Styrofoam/plastic yang di gunakan untuk pembungkus makanan ini selalu menumpuk di gorong-gorong yang menyebabkan air meluap ke jalanan dan akhiernya menyababkan banjir.
Jika melihat pada hari ini, pemerintah sedang gencar-gencarnya memperbesar gorong-gorong yang sebelumnya di anggap tidak bisa menampung air dalam jumlah banyak. Belum lama ini banjir di daerah Pagarsih (Pasteur) membuat semua orang kaget, karena ketinggian air yang meluap sampai ke jalan tol dan bisa menyeret satu unit mobil, setelah di telusuri ternyata saluran pembuangan air / gorong-gorong di daerah pagarsih yang di dapati banyak rumah yang pembangunannya melanggar regulasi karena mempersempit jalan air sampai 50% , yang ujungnya air tidak tertampung dan ketika hujan turun menyebabkan banjir.

Pada tahun ini pemerintah Bandung memperlebar dan memperbaiki gorong-gorong berbarengan dengan perbaikan trotoar untuk mengurangi banjir di seluruh wilayah kota Bandung. Tahun 2016 saja ada 19 ruas jalan yang diperbaiki gorong-gorongnya, dan akan dilakukan di tahun berikutnya karena keterbatasan APBD.

Dengan demikian kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan harus lebih di tingkatakan, serta mematuhi peraturan yang telah di buat oleh pemerintah, gorong-gorong menjadi salah satu poin penting ketika banjir, karena jika hujan melanda maka gorong-gorong lah yang akan menampung aliran air.

Penulis, mahasiswa KPI UIN Bandung

Karpet Masjid Nyaman Jadikan Jamaah Khusu' Beribadah

Karpet masjid yang bersih

 Dakwahpos.com, Bandung- salah satu media yang membuat jamaah khusyu saat melaksanakan shalat adalah sajadah atau karpet masjid. Tentu sajadah yang nyaman dan juga bersih  saat melakukan sujud sehingga anggota sujud merasa nyaman karena sajadahnya tebal  dan bersih, sehingga shalatpun menjadi lebih tartib.

Menurut  Dedi, petugas kebersihan masjid Besar Ujung Berung, karpet atau sajadah sebenarnya masih baru, karena karpet yang sebelumnya sudah sangat tipis dan tidak lagi nyaman di gunakan terutama ketika sujud, membuat kening terasa sakit  dan tentunya menggangu kenyamanan para jama'ah. karpet yang sekarang di pilih dari bahan yang bagus dan tebal.

"Karpet ini merupakan bantuan dari pemerintah daerah khususnya Bandung Timur, setelah sebelumnya DKM masjid besar Ujungberung menyampaikan permohonan agar karpet masjid segera diganti dengan yang  baru, karena yang lama sudah sangat tipis juga mudah kotor karena terpapar debu dari luar lokasi mesjid", ungkap Dedi Anwar, Selasa (15/11/2016)

Sayangnya, menurut Dedi banyak jamaah masjid yang tidak menjaga kebersihan karpet tersebut. Akibatnya karpet sering terlihat kotor dan bau.

"Saya menyayangkan sikap para jama'ah. Sebagian jama'ah tidak menjaga kebersihan karpet ini, semisalnya saat masuk ke masjid tidak mengeringkan kaki selepas wudhu sehingga menyebabkan karpet basah dan bau, banyak para jama'ah ibu-ibu yang membawa makanan dan sisa makanan berserakan di atas karpet  sehingga  menyebabkan karpet menjadi kotor", Ujar Dedi Anwar,saat di temui di teras masjid.

Reporter: Muhamad Abdul Ropik, KPI/3C

Meski Tidak Digaji, Cucu Robiah Tetap Semangat Mengajar

Pengajian di madrasah At Taqwa


 Dakwahpos.com, Bandung- Cucu Robiah (52), seorang ibu yang mengajar dimadrasah At Taqwa menjadi sorotan masyarakat setempat. Meski tidak digaji, tidak membuat Cucu patah semangat untuk mengamalkan ilmunya pada anak-anak.

"Dari dulu saya senang pada anak-anak, dan saat masih sekolah saya ingin sekali jadi guru, dan alhamdulillah kesampean. Apalagi pas denger komentar positif dari ibu-ibu saya semakin semangat mengajar, biarpun gak digaji gak apa-apa yang penting apa yang saya ajarkan pada anak-anak diamalkan lagi dalam kehidupan sehari-hari, seperti do'a mau makan, sebelum tidur dan do'a yang lainnya." ujar Cucu

Selain itu, ilmu yang diajarkan Cucu tidak hanya membaca Al Qur'an, Iqra dan do'a-do'a, tapi juga Fiqih, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.

Cucu adalah guru yang tegas, jika ada muridnya yang malas, ia akan memberinya motivasi agar semangat menggali ilmu. Banyak komentar positif yang diterimanya selama mengajar. Namun, pasti ada juga komentar negatif, tapi komentar negatif tersebut justru ia jadikan pelajaran untuk memperbaikinya.

Reporter: Muthia Zahidah/ KPI/ 3C


Info Kampus: Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung


Fakultas Dakwah dan Komunikasi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan salah satu icon yang mewakili sebuah Universitas Islam dengan title dakwahnya.

Rep: Istianah Rahmawati KPI/3B

Info Masjid: Manhaj Thulab Manisi Cibiru Bandung


Masjid Manhaj Thulab, dengan halaman luas, dan kawasannya terpasang CCTV. Terletak pinggir jalan Manisi di RT.05 RW.07 Manisi, Cibiru, Bandung.

Reporter: Mahmudah, KPI/3B

Info Masjid: Al-Husna Cibiru Hilir


Masjid Al-Husna, desa Cibiru Hilir Rt/02 Rw/04.Masjid ini terletak di tengah-tengah rumah warga,
selain itu Masjid ini di manfaatkan masyarakat untuk pengajian rutinan dan tempat beribadah.

Reporter: Devia Munawaroh, KPI/3A

Info Masjid: Baitul Muttaqin Permata Biru

 

Reporter: Asep Muhammad Nurshidiq, KPI/3A
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos