Tampilkan postingan dengan label Ar-Rohmah Rahayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ar-Rohmah Rahayu. Tampilkan semua postingan

Bentuk Generasi Islami Sejak Dini, Masjid Ar-Rohmah Rahayu Adakan Pengajian Anak

 

 Dakwahpos.com - Bandung, Masjid Ar-Rohmah Rahayu mengadakan pengajian khusus untuk anak-anak balita pada Sabtu, (16/11/2024). Acara dimulai bakda Maghrib hingga menjelang Isya, dihadiri oleh belasan balita bersama orang tua mereka yang menunggu diluar. Pengajian ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini melalui metode yang menyenangkan. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak melafalkan doa sehari-hari, ayat-ayat pendek, dan mendengarkan cerita islami. Suasana ceria dan penuh semangat tampak dari wajah-wajah mungil peserta.

Ibu Hj. Entin Sadeli, pengurus Madrasah sekaligus pengajar di Masjid Ar-Rohmah Rahayu, menyampaikan bahwa pengajian ini menjadi program rutin harian. "Kami ingin membentuk generasi Islami yang cinta agama sejak usia dini," ungkapnya saat diwawancarai. Menurut beliau, usia balita adalah masa emas yang sangat penting untuk menanamkan dasar-dasar iman. Pengajian ini dirancang agar anak-anak merasa senang belajar agama tanpa merasa tertekan. 

Program ini juga mendapat antusiasme tinggi dari para orang tua yang hadir. Banyak di antara mereka merasa pengajian ini membantu anak-anak mengenal nilai-nilai agama dengan cara yang relevan. Salah satu orang tua, Ibu Ratna, mengungkapkan rasa syukur atas program tersebut. "Alhamdulillah, anak saya sekarang hafal doa makan dan doa tidur. Kegiatan ini sangat bermanfaat," ucapnya dengan senyum bangga. Kehadiran orang tua juga memberikan dukungan moral bagi anak-anak untuk lebih semangat belajar.

Selama kegiatan pengajian, metode interaktif digunakan untuk menjaga perhatian anak-anak. Selain melafalkan doa, anak-anak diajak mengikuti gerakan sederhana sambil menyebutkan doa dan ayat-ayat Al-Qur'an. Para balita terlihat antusias menjawab pertanyaan dan mengikuti arahan guru. "Kami ingin menciptakan suasana yang membuat anak-anak rindu datang ke masjid atau madrasah," ujar Ustazah Hj. Entin.

Menurut Ustazah Hj. Entin, salah satu tantangan dalam program ini adalah menjaga konsentrasi anak-anak yang masih mudah teralihkan. Namun, ia bersyukur bahwa para pengajar sudah terbiasa menghadapi situasi tersebut. "Kunci utamanya adalah kesabaran" jelasnya. Dengan cara itu, pengajian tetap berjalan lancar tanpa tekanan, sehingga anak-anak merasa nyaman. Ustazah Hj. Entin juga menegaskan bahwa dukungan orang tua adalah kunci keberhasilan program ini.

Pengajian balita di Masjid Ar-Rohmah Rahayu ini diharapkan dapat menjadi langkah awal membangun generasi muslim yang cinta agama. Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan agama bisa dimulai sejak dini dengan pendekatan yang ramah anak. Para pengajar di Masjid Ar-Rohman berharap kegiatan serupa dapat diadakan di lebih banyak tempat. "Semoga program ini membawa berkah bagi keluarga-keluarga di lingkungan kami," tutup Ustazah Hj. Entin. Pengajian berakhir dengan doa bersama, diiringi senyum puas dari para peserta kecil dan orang tua mereka.


(Reporter: Seli Siti Amaliah Putri/KPI 3 B)


Masjid Ar-Rohmah Rahayu Gelar Pembacaan Maulid Al-Barzanji dengan Penuh Khidmat

Dakwahpos.com, Bandung -  Ibu-ibu Majelis Taklim Ar-Rahmah Rahayu menggelar acara pembacaan Maulid Al-Barzanji di Masjid Ar-Rahmah Rahayu. Acara yang dilaksanakan pada Minggu (03/11/2024) selepas salat Zuhur hingga pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh kurang lebih 50 jemaah. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi bulanan untuk membacakan kisah-kisah kelahiran Berta kehidupan Nabi Muhammad SAW.Dalam suasana khidmat, pembacaan Al-Barzanji berlangsung dengan lantunan merdu yang menggema di dalam masjid.


Di awal acara, Ibu Maesaroh memberikan sambutan singkat mengenai pentingnya mengetahui sejarah kelahiran Rasulullah SAW melalui pembacaan maulid. Ia menjelaskan bahwa Maulid Al-Barzanji adalah salah satu cara untuk mengenang sejarah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad. "Membaca Al-Barzanji bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan kita kepada Nabi yang menjadi panutan," ungkapnya. Sambutan ini disambut hangat oleh para jemaah yang hadir dengan penuh antusiasme.


Prosesi pembacaan dimulai tepat pukul 13.00 WIB dengan dipandu oleh qari'ah dari kalangan ibu-ibu majelis yaitu Ibu Entin. Para jemaah mengikuti lantunan ayat-ayat dan puji-pujian dengan khusyuk, menciptakan suasana yang penuh makna. Salah seorang jamaah, Ibu Fatimah, mengungkapkan bahwa acara seperti ini memberikan ketenangan hati sekaligus menjadi pengingat akan nilai-nilai Islami. 


Selain pembacaan Al-Barzanji, acara ini juga diisi dengan ceramah singkat oleh Ustaz Ismansyah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, salah satu cara terbaik untuk memaknai Maulid adalah dengan memperbaiki hubungan antar sesama. "Meneladani Rasulullah bukan hanya dengan mengingat kisahnya, tapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan," jelasnya.


Para jemaah tampak antusias selama acara berlangsung. Mereka turut melantunkan doa bersama di penghujung acara, memohon keberkahan untuk keluarga dan lingkungan mereka. Kegiatan tersebut juga diwarnai dengan penampilan grup qasidah Majelis Taklim Ar-Rahmah yang memeriahkan suasana. Lagu-lagu pujian kepada Nabi yang dibawakan dengan penuh semangat membuat jemaah larut dalam keindahan alunan musik. Suasana menjadi lebih hidup ketika seluruh jemaah ikut menyanyikan beberapa bait secara bersama-sama. Hal ini mencerminkan rasa cinta dan rindu umat kepada Rasulullah SAW.


Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Ismansyah, memohon agar umat Islam senantiasa berada dalam rahmat dan perlindungan Allah SWT. Para jemaah kemudian menikmati hidangan sederhana yang telah disiapkan oleh pengurus majlis taklim. Dengan penuh kehangatan, mereka saling berbagi cerita dan pengalaman, menjadikan acara ini bukan sekadar ritual, tetapi juga momen yang mempererat hubungan antarwarga. "Semoga kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang," harap salah seorang panitia, Ibu Eem.


(Reporter: Seli Siti Amaliah Putri/KPI 3 B)


Peringatan Maulid Nabi Masjid Ar-Rohmah Rahayu Jadi Berkah, Pedagang Raup Rezeki Berlimpah



Dakwahpos.com, Bandung - Peringatan Maulid Nabi di Masjid Ar-Rohmah Rahayu pada Minggu (13/10/2024) membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Keramaian acara ini membuat penjualan mereka meningkat tajam dibandingkan hari-hari biasa. Cuaca malam yang cerah turut mendukung suasana, sehingga banyak pengunjung memilih menikmati hidangan dari para pedagang di sekitar masjid.

Bapak Wawan, salah satu pedagang di lokasi tersebut, mengaku mendapatkan pendapatan lebih besar selama peringatan Maulid Nabi. "Alhamdulillah, setiap kali ada acara seperti ini, penjualan saya naik drastis," ujarnya saat diwawancarai. Menurutnya, momentum seperti ini sangat ditunggu-tunggu karena mendatangkan banyak pembeli.

Para jamaah dan mustami yang menghadiri peringatan juga merasa senang dengan kehadiran pedagang di sekitar masjid. Mereka bisa menikmati makanan dan minuman hangat sambil mengikuti rangkaian acara. Kehadiran para pedagang tidak hanya memudahkan jamaah, tetapi juga menambah kesemarakan suasana.

Lonjakan jumlah peserta peringatan Maulid Nabi di Masjid Ar-Rohmah menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan pedagang. Selain itu, suasana malam yang nyaman mendorong banyak orang untuk berkumpul dan menikmati momen bersama keluarga dan teman. Hal ini membuat kebutuhan akan makanan dan minuman ringan semakin tinggi.

Menurut Bapak Wawan, pedagang biasanya mulai membuka lapak sejak sore hingga acara selesai di malam hari. Jenis dagangan yang paling laris antara lain aneka gorengan, minuman hangat, dan jajanan tradisional. "Cuaca yang mendukung membuat pembeli lebih suka membeli makanan hangat," tambahnya.

Peningkatan penjualan selama acara Maulid ini juga membantu pedagang menambah modal usaha mereka. Beberapa di antaranya mengaku akan menggunakan keuntungan tersebut untuk memperluas usaha atau mempersiapkan stok lebih banyak di acara-acara berikutnya. 

Momentum seperti ini menjadi harapan bagi pedagang kecil untuk mempertahankan kestabilan ekonomi mereka.

Dengan adanya peringatan Maulid Nabi yang rutin diadakan, Masjid Ar-Rohmah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan ekonomi. Berkah dari peringatan ini terasa tidak hanya oleh jamaah, tetapi juga oleh para pedagang yang menggantungkan hidup mereka dari usaha harian.

Reporter: Seli Siti Amaliah Putri/KPI 3 B

Masjid Ar-Rohmah Rahayu Gelar Tabligh Akbar Peringatan Maulid

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Ar-Rohmah Rahayu sukses menggelar tabligh akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad saw pada Minggu, 13 Oktober 2024. Acara ini dilaksanakan bakda salat Isya hingga pukul 23.00 WIB di halaman masjid, dengan panggung dan tenda yang disiapkan untuk kenyamanan jamaah. Seluruh masyarakat setempat turut hadir, memadati area masjid demi merasakan kebersamaan dalam memperingati kelahiran Rasulullah SAW.

Kegiatan diawali dengan penampilan grup terbangan Ahbaaburrohmah yang membawakan syair-syair pujian kepada Nabi. Suara merdu dari Ustadz Yusuf sebagai vokalis grup terbangan Ahbaaburrohmah menyemarakkan suasana dan menambah kekhidmatan. Setelah itu, lantunan ayat suci Al-Qur'an dibacakan oleh Ustadz Ricki Cahyadi, membuka acara dengan suasana penuh syukur dan harapan.

Inti kegiatan peringatan maulid diisi oleh ceramah dari mubaligh masyhur, Ustadz Muhammad Sutajaya atau yang akrab dikenal sebagai Ki Balap Muda. Dalam ceramahnya, Ki Balap Muda menjelaskan, "Rabiul Awal adalah bulan istimewa karena di bulan inilah Rasulullah SAW dilahirkan, yang menjadi awal mula istilah muludan." Ia menekankan pentingnya meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk cinta umat kepada beliau. Sunnah ini mencakup perilaku Nabi (af'al), seperti mendahulukan kaki kanan saat masuk masjid, serta perkataan beliau (aqwal) yang selalu lembut, terutama kepada istri dan keluarganya.

Selain itu, Ki Balap Muda mengingatkan pentingnya bersholawat sebagai amalan yang dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Nabi dan Allah SWT. Bersholawat tidak hanya membawa berkah, tetapi juga menjadi tanda kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah. Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak amalan ini, terutama di bulan Maulid.

Kisah kelahiran Nabi juga disinggung dalam ceramah. Ustadz Muhammad menceritakan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW masih dalam kandungan, Aminah tidak merasakan beratnya kehamilan. "Bahkan, saat Nabi lahir, seluruh alam bersuka cita dan derajat perempuan diangkat karena kehadirannya," jelasnya. Cerita ini menggambarkan betapa mulianya kehadiran Rasulullah di dunia.


Salah satu penonton tabligh akbar Masjid Ar-Rohmah Rahayu, Teh Fitri mengungkapkan "Dengan mendengar cerita tentang bagaimana kisah kelahiran nabi dan juga akhlak nabi meningkatkan rasa cinta saya beserta teman-teman saya yang ikut hadir pada malam ini" 

(Reporter : Seli Siti Amaliah Putri, KPI 3 B)

Masjid Ar-Rohmah Rahayu Meriahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Kreasi Seni dan Pidato Santri

 
Dakwahpos.com, Bandung - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Masjid Ar-Rohmah Rahayu menggelar kegiatan penuh khidmat dan meriah di halaman masjid pada Sabtu (12/10/2024) bakda salat Isya sampai pukul 23.30 WIB dengan dihadiri warga sekitar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di atas panggung yang didirikan khusus, lengkap dengan tenda untuk menampung jamaah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan grup hadroh Ahbaaburrohmah yang menggetarkan suasana dengan lantunan shalawat. Dengan iringan alat musik hadroh, para hadirin tampak terhanyut dalam lantunan yang penuh makna tersebut. "Penampilan hadroh ini membawa suasana yang sangat mendalam, mengingatkan kita pada kecintaan kepada Rasulullah," ujar Ibu Nani, salah seorang warga yang hadir.

Setelah penampilan hadroh, K.H. Ujang Saepudin memimpin pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang memperkuat suasana khusyuk di halaman masjid. Lantunan ayat yang dibacakannya menggema, disimak dengan penuh perhatian oleh seluruh jamaah. "Pembacaan Al-Qur'an ini mengingatkan kami tentang kebesaran Allah dan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad," kata Pak Ali, seorang tokoh masyarakat setempat.

Ketua DKM Masjid Ar-Rohmah dalam sambutannya mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan peringatan Maulid ini sebagai kesempatan memperkuat keimanan dan ketakwaan. "Mari kita manfaatkan momen ini untuk memperkuat ukhuwah dan meneladani sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya. Sambutan tersebut disambut dengan tepuk tangan dari seluruh jamaah yang hadir.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Al-Barzanji oleh santriwati Masjid Ar-Rohmah Rahayu. Dengan penuh khidmat, mereka melantunkan kisah kelahiran dan perjalanan hidup Rasulullah SAW yang membuat suasana semakin mengharukan. "Pembacaan Maulid ini selalu menjadi bagian yang dinantikan, karena mengingatkan kita pada nilai-nilai keteladanan Nabi," ungkap Ustazah Aisyah, salah satu pengajar di masjid.

Puncak acara adalah penampilan pidato dan kreasi seni dari anak-anak yang mengaji di Masjid Ar-Rohmah. Mereka menampilkan drama kabaret
yang menggambarkan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam, serta tari Islami yang menambah kemeriahan acara. "Anak-anak ini sangat berbakat, penampilan mereka bukan hanya menghibur tapi juga sarat dengan pesan moral," ujar Pak Ridwan, seorang warga yang ikut menyaksikan.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan doa bersama dan salam-salaman antarwarga yang turut menambah kehangatan suasana. Seluruh hadirin tampak menikmati setiap momen acara dengan penuh rasa syukur. "Acara seperti ini sangat bermakna, tidak hanya memperingati kelahiran Nabi, tapi juga mempererat silaturahmi antarwarga," tutur Ibu Siti, salah seorang jamaah yang setia menghadiri acara-acara masjid.


Reporter: Seli Siti Amaliah Putri (KPI/3B)

Pengajian Masjid Ar-Rohmah Rahayu Kupas Azab Nyata Kaum yang Dikutuk Menjadi Kera



Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Ar-Rohmah Rahayu menggelar pengajian yang penuh makna yang dimulai bakda salat Zuhur hingga pukul 15.00 WIB pada Minggu, (06/10/2024) membahas salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam mengenai azab yang ditimpakan kepada kaum yang dikutuk menjadi kera. Pengajian tersebut dihadiri oleh K. H. Ujang Saepudin sebagai penceramah. Beliau menguraikan tafsir Surat Al-Baqarah ayat 65 yang menceritakan tentang hukuman bagi kaum Bani Israil yang melanggar perintah Allah SWT. 

Dalam tausiyahnya, K. H. Ujang Saepudin menekankan bahwa kisah tersebut bukan hanya sebagai sejarah semata, tetapi menjadi peringatan bagi umat manusia sepanjang masa. "Azab ini diberikan kepada mereka yang membangkang kepada perintah Allah, dan dikutuk menjadi kera sebagai hukuman atas perbuatan mereka. Ini menjadi pelajaran penting bagi kita agar senantiasa taat kepada Allah dan tidak melanggar ajaran-Nya," ujar beliau di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, K. H. Ujang Saepudin menjelaskan konteks kisah dalam Surat Al-Baqarah ayat 65, di mana kaum tersebut melakukan pelanggaran besar dengan memanipulasi syariat yang telah Allah tetapkan. Sebagai bentuk hukuman, Allah mengubah mereka menjadi kera, menunjukkan bahwa azab-Nya nyata dan bisa terjadi kepada siapa pun yang berani melanggar perintah-Nya. Tausiyah ini diikuti dengan penggalian nilai-nilai moral yang bisa diambil dari kisah tersebut.

Tidak hanya menyampaikan kisah kaum terdahulu, K. H. Ujang juga mengaitkan peristiwa tersebut dengan kondisi umat manusia saat ini. Menurut beliau, meskipun bentuk azab yang diberikan kepada manusia saat ini mungkin berbeda, prinsip dasar dari hukuman Allah tetap berlaku. "Jika kita terus melakukan dosa dan kemaksiatan, Allah bisa memberikan balasan yang setimpal, baik di dunia maupun di akhirat," jelasnya.

Jamaah yang hadir terlihat antusias mendengarkan penjelasan tersebut. Beberapa di antaranya tampak mencatat poin-poin penting yang disampaikan K. H. Ujang. Mereka merasa tausiyah ini menjadi pengingat yang sangat relevan di tengah godaan dunia yang semakin besar. Pengajian seperti ini dinilai sangat penting untuk memperkuat keimanan dan kesadaran umat terhadap bahaya meninggalkan ajaran agama.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh K. H. Ujang Saepudin. Jamaah pun merasa tercerahkan dan berharap jamaah menghadiri kegiatan pengajian ini dengan istiqamah , agar masyarakat terus mendapatkan pencerahan spiritual dan menjadi umat yang lebih baik. 

Reporter : Seli Siti Amaliah Putri KPI/3B


Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos