Tampilkan postingan dengan label Al-Muhajirin Cibiru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Muhajirin Cibiru. Tampilkan semua postingan

Lahirkan Generasi Qur’ani, DKM Al-Muhajirin Cibiru Adakan Pengajian DTA Rutinan

Dakwahpos.com, Bandung – DKM Al-Muhajirin mengadakan pengajian rutinan anak-anak DTA setiap bakda ashar hingga menjelang waktu salat maghrib yang bertempat di Jalan Cipadung, Kec. Cibiru Kota Bandung. Pengajian rutinan ini dihadiri oleh kalangan anak-anak berbagai usia dengan pengelompokkan kelas yang telah dibagi oleh Ustazah pengajarnya sesuai kemampuan anak-anak, Kamis (12/10/2023).

Pengajian ini dipimpin oleh dua Ustazah yang kerap dipanggil Umi dan Bu Ati oleh kalangan masyarakat, begitupun anak-anak. Pengajian rutinan ini memiliki tujuan serta harapan melahirkan generasi Qur'ani dengan menanamkan ajaran islami pada anak-anak dari usia dini. Sehingga membentuk pribadi yang saleh dan salehah sebagaimana akhlak Rasulullah Saw dan dapat bermanfaat bagi sekitar serta diri sendiri kelak setelah dewasa nanti.

"Pembelajaran ini mengutamakan akhlak, bacaan Al-Qur'an, dan Iqro. Adapun hafalan Al-Qur'an juga diterapkan jadi anak-anak menyetorkan hafalannya kepada Ustazah satu persatu yang mana sebelum disetorkan telah dibaca berulang-ulang bersama dituntun oleh Ustazah sehingga hafalan mudah menerap. Memanfaatkan daya ingat anak-anak yang masih bagus dan cepat tanggap kita isi daya ingat itu dengan hal bermanfaat," ungkap Umi selaku penanggung jawab pengajian DTA tersebut.

Selain dari semangat anak-anak untuk belajar, pengajian rutinan ini tidak akan berjalan bila pengajarnya tidak semangat mengajar. Anak-anak akan melihat, mencontoh serta meniru pengajarnya. Peran Ustaz dan Ustazah bukan hanya mengajarkan pembelajaran saja tetapi dijadikan panutan oleh muridnya. Sehingga tingkah laku dan pola hidupnya perlu diperhatikan sehingga murid tidak mencontoh hal yang tidak baik kedepannya.

Dalam penerapan sehari-hari DKM Al-Muhajirin berharap dengan adanya pengajian DTA ini dapat melahirkan generasi Qur'ani yang dapat terus meramaikan masjid dan mengajarkan kembali apa yang telah dipelajari dari Ustaz dan Ustazah. Karena apa yang dipelajari hari ini, berdampak di masa depan. Akhlak yang dipupuk sedari dini, akan membentuk kebiasaan di masa mendatang. Semoga anak-anak tetap beristiqomah dalam pembelajarannya serta Ustaz dan Ustazah yang tak lelah dalam membimbing dan mengajarkan Al-Qur'an. Dan semoga waktu dan tenaganya dapat terbalaskan dengan pahala yang tak terhingga oleh Allah Swt.


Inayatul Gaida/ Mahasiswa UIN SGD KPI 3B

DKM Al-Muhajirin Cibiru Selenggarakan Maulid Nabi, Ingatkan Jemaah Amalkan Sunah Rasulullah

Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Muhajirin menggelar acara Maulid Nabi yang dihadiri kalangan masyarakat setempat Jalan Cipadung, Kec. Cibiru Kota Bandung  pada Sabtu (30/09/2023) selepas waktu salat isya dengan mengundang Drs. Ade Hidayat sebagai penceramah. Acara juga diisi dengan penampilan-penampilan santri DTA Masjid Al-Muhajirin.

Dalam ceramahnya, Ustaz Ade hidayat memaparkan berkenaan dengan asal mula tradisi peringatan Maulid Nabi dan untuk siapa peringatan ini. Menurut beliau peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar mengingatkan perihal kelahiran Nabi Muhammad Saw saja melainkan peringatan untuk kita sebagai umatnya untuk selalu mengingat kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.

"Setiap manusia Mukmin pasti mendambakan ingin bertemu dan memandang wajah Rasulullah Muhammad Saw. Namun, tidak semua Mukmin bisa bertemu dengan Nabi Saw. Sebagaimana hadis Nabi Saw yang berbunyi:

لاَيَرَى وَجْهِي ثَلاَثَةُ اَنْفُسٍ الْعَاقُّ لِوَالِدَيْهِ وَتَارِكُ سُنَّتِي وَمَنْ لَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ اِذَا ذُكِرْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ

Ada tiga golongan yang tidak akan bisa melihat wajahku: Pertama, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Kedua, orang yang meninggalkan (tidak mengerjakan) sunahku. Dan ketiga, orang yang tidak membaca selawat kepadaku ketika (mendengar) aku disebut di dekatnya," ungkapnya lebih lanjut.

Ustaz sekaligus mantan ketua DKM Al-Muhajirin sebelumnya itu menambahkan bahwa jika kita mencintai pada suatu hal, apapun akan kita ikuti apa yang bersangkutan dengan hal itu. Sama halnya dengan mencintai Rasulullah Saw kita juga harus mencintai dan mengikuti sunahnya. Namun bila mencintai Rasulullah tetapi tidak ada yang dikorbankan, maka tidak ada cirinya.

"Dengan demikian, mari kita amalkan sunah-sunah rasul dengan berselawat dan mengerjakan hal yang disukai rasul. Meskipun tidak ada anjuran wajib dari Allah kita selaku umatnya senantiasa menjaga dan melestarikan sunah Rasulullah Saw,"

Di penghujung ceramah Ustaz Ade Hidayat berpesan kepada jemaah untuk terus istiqomah dalam keimanan, bersabar atas segala ujian, dan terus memanjatkan doa kepada Allah untuk keselamatan dan kemaslahatan. Tentunya memohon semoga kita semua bisa bertemu dengan Rasulullah Saw. Aamin yaa rabbal 'alamiin.

Penulis, Mahasiswa UIN SGD Bandung Inayatul Gaida (KPI/3B)
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos