Tampilkan postingan dengan label Al-Jihad Mekarjati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Jihad Mekarjati. Tampilkan semua postingan

Hanya Andalkan Swadaya Masyarakat, Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati Berhasil dibangun

Dakwahpos.com, Bandung- "Al-Jihad" itulah nama yang sampai kini masih tersematkan pada masjid yang menjadi harapan segenap masyarakat atas keberadaannya. Lokasi masjid ini berada di Desa Mekarjati, tepatnya yaitu di RT 07/05 Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Lika-liku proses berdirinya Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati telah tercatat dalam sejarah pembangunan masjid ini.

Drs. H. Arma, M.Ag., selaku pengurus Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati saat awal masjid berdiri, mengaku bahwa pembangunan masjid ini merupakan usulan bersama dari masyarakat dan masjid ini mulai berdiri sekitar tahun 2000. Berkat tekad dan usaha yang kuat dari segenap masyarakat, Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati berhasil didirikan bahkan aktif digunakan hingga kini.

"Tadinya daerah sini (Desa Mekarjati RW 05) itu sawah, daerah sini semuanya sawah. Dan yang di masjid juga dulunya sawah. Lalu dulu tanah sawah itu dibeli oleh orang Kuningan dan dikeringkan. Akhirnya karena pada saat itu masyarakat disini belum ada tempat ibadah, tanah tersebut dibeli oleh masyarakat. Masyarakat mengumpulkan uang untuk membeli setengah dari tanah yang sudah dikeringkan itu. Setelah itu, masyarakat bersama-sama membangun mushola. Pada saat itu belum jadi masjid karena masih terbilang kecil dan belum sebesar sekarang," jelas Arma.

Dikatakan pula bahwa Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati dapat berdiri seperti sekarang ini karena kegigihan masyarakat yang secara bersama-sama mau mewujudkan keinginan bersama untuk membangun masjid. Pada saat itu masyarakat mengumpulkan dana untuk membeli setengah lahan lagi dari tanah masjid sekarang ini. Mereka mengumpulkan dana dengan menyisihkan sebagian dari uang yang mereka miliki, lalu nantinya akan dikumpulkan untuk pembangunan masjid.

"Saat itu masyarakat mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid. Waktu itu untuk mengumpulkan uang dibuat kotak amal, jadi kalau mereka pulang dari warung, kemudian ada sisa uang recehan maka dimasukan. Entah berapa bulan sekali, nanti dikumpulkan. Pokoknya dari mulai pembelian tanah, membangun masjid bahkan sampai sekarang itu menggunakan swadaya masyarakat," pungkasnya.

Berbagai kegiatan masjid mulai aktif diselenggarakan pada awal masjid berdiri dan mulai dibentuk kepengurusan.

"Awal masjid berdiri, langsung dibentuk kepengurusan masjid. Seluruh kegiatan juga langsung diadakan seperti kuliah subuh, pengajian dan sebagainya. Kita mulai mengajarkan tata cara salat dan cara membaca al-Qur'an ke masyarakat setempat. Dan yang mengajar pada pengajian-pengajian di masjid itu dari kepengurusan masjid sendiri," ungkap Arma.

Reporter: Yunita Nuraida, KPI/3D

Perjuangan Penuhi Kebutuhan Hidup, Suherwan Putuskan jadi Ta'mir Masjid


Dakwahpos.com, Bandung- Suherwan merupakan sosok yang dikenal sebagai ta'mir Masjid Jami al-Jihad Mekarjati, RT 07/05 Kelurahan Pasirbiru, Cibiru, Kota Bandung. Suherwan telah mengabdikan diri sebagai ta'mir masjid selama 8 tahun, sejak tahun 2015. Ia juga merupakan seorang sarjana lulusan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang kini menjadi pendidik di sekolah dasar.

Suherwan yang niat awalnya merantau dari Cirebon ke Bandung untuk berkuliah, berkat ajakan dari kakak tingkat di kampusnya, kini ia memiliki keteguhan untuk tetap mengabdikan diri sebagai ta'mir di masjid Jami al-Jihad Mekarjati. Ia mengungkapkan bahwa kakak tingkatnya itu mengajaknya untuk bersama-sama mengabdi di masjid, jika kemungkinan terburuknya kakak tingkatnya ini tidak mampu melanjutkan untuk mengabdikan diri di masjid, maka semoga Suherwan mampu bertahan untuk mengabdikan diri di masjid.
 
"Saya waktu itu dapat tawaran dari kakak tingkat yang jadi panutan saya di kampus. Dari situ ya saya berpikir kenapa enggak gitu kan ya, selain untuk mengabdikan diri atau mengaplikasikan ilmu yang saya dapat dari sekolah. Belajar mandiri dan prihatin ketika orang-orang dibiayai orang tua untuk ngekos atau tinggal di pesantren, saya berbeda. Saya pengen, sudah cukup orang tua bisa memberikan saya uang kuliah, setelah itu saya struggle. Istilahnya bagaimana kamu di kota orang bisa menjadi lebih baik minimal dengan mengurangi beban orang tua," ungkap Suherwan.

Pada awalnya, Suherwan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri bahwa apakah ia mampu atau tidak untuk mengabdikan diri di masjid. Namun, seiring berjalannya waktu dan proses adaptasi yang sudah optimal membuatnya melewati segala tugas dan tanggung jawabnya dengan mudah. Ia berkata bahwa menjadi seorang ta'mir tidak akan menghambat diri dalam meraih segala cita-cita. Karena dengan menjadi ta'mir membuatnya mengukir pengalaman-pengalaman baru yang kini bisa ia aplikasikan di sekolah dasar tempatnya mengajar.

"Dengan menjadi ta'mir masjid ternyata bisa saya jalani sedikit demi sedikit. Kita bisa bagi waktu untuk membantu masjid dalam menyusun kegiatan-kegiatan, mengaji dan sebagainya, juga dengan kuliah. Waktu senggang di luar kuliah saya manfaatkan untuk masjid, ikut dalam kepengurusan. Walaupun saya tidak menginginkan untuk harus masuk jadi pengurus. Tapi bagaimana nanti bisa bermanfaat walaupun nanti Cuma bisa sapu-sapu atau ngajarin anak kecil ngaji atau azan. Setelah selesai mengajar di sekolah, saya balik lagi ke masjid," pungkasnya.

Reporter: Yunita Nuraida, KPI/3D

Ustaz Toteng: Tiga Nasihat Penting Bagi Pemuda Untuk Peringati Hari Sumpah Pemuda

Dakwahpos.com, Bandung- Perayaan Hari Sumpah Pemuda ke-95 menjadi salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh DKM Jami Al-Jihad Mekarjati dan komunitas pemuda-pemudi Mekarjati, Senin (30/10/2023). Kegiatan yang mengusung tema "Gelora Pemuda Untuk Kebanggaan Nusantara" ini diperuntukkan bagi warga RW 05 dan 06 sebagai bentuk peringatan terhadap hari penting bangsa Indonesia. Pelaksanaan kegiatan bertempat di lapang terbuka yang lokasinya tidak jauh dari Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati, RT 07/05 Kelurahan Pasirbiru, Cibiru, Kota Bandung.

Aceng Kurnia, selaku ketua DKM Jami Al-Jihad Mekarjati berkata bahwa kegiatan ini pada mulanya merupakan kegiatan pengajian jemaah masjid seperti biasanya. Namun, dikarenakan warga RW 06 akan melaksanakan kegiatan peringatan hari sumpah pemuda, maka diadakan penggabungan kegiatan masyarakat dari kedua rukun warga (RW) tersebut. Selain memperingati hari sumpah pemuda, kegiatan ini juga sekaligus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.

Tausiah dalam kegiatan ini menghadirkan Ustaz Toteng sebagai penceramah. Dalam tausiahnya, Ustaz Toteng membawakan materi terkait hari sumpah pemuda, pemuda sebagai kebanggaan nusantara. Ia menyampaikan bahwa seorang pemuda harus mengikuti akhlak Rasulullah SAW dalam bersikap, khususnya dalam bersikap di masyarakat.

"Pemuda! Akhlak pemuda itu harus senantiasa mengikuti akhlak Rasulullah SAW. Sebagaimana telah dikatakan bahwa sesungguhnya rasul diutus untuk menyempurnakan akhlak segenap manusia. Pemuda harus mempunyai sifat siddiq (jujur), karena hanya sedikit dari pemuda yang jujur pada zaman ini. Selain itu, pemuda juga harus memiliki sifat amanah, Karena ketika generasi sekarang rusak, maka generasi selanjutnya juga akan rusak," ucap Ustaz Toteng.
 
Selanjutnya ia memaparkan cara-cara memperingati hari sumpah pemuda bagi pemuda masa kini. Ia juga memberi beberapa nasihat khususnya bagi pemuda di era globalisasi seperti sekarang ini.

"Dalam memperingati hari sumpah pemuda, kalian bisa melakukan tiga hal, diantaranya yaitu jadi manusia yang paling baik dalam pandangan Allah SWT, jadi manusia yang ikhlas, dan jangan sombong. Pemuda! Apapun yang dikerjakan harus ikhlas. Hidup ini jangan lelah tapi harus lillah, lakukan salat dan berbuat kebajikan. Mari kita jaga Indonesia saat ini, hidup gunakanlah akal jangan sampai kita dikuasai oleh nafsu!," pungkasnya.

Reporter: Yunita Nuraida, KPI/3D

Dr. K.H Yayar: Bentengi Diri dari Bahaya Sihir

Dakwahpos.com, Bandung- Dalam rangka menghidupkan fungsi masjid, DKM Jami Al-Jihad Mekarjati melangsungkan pengajian yang mendapat banyak antusias dari masyarakat sekitar, Ahad (22/10/2023). Aktivitas ini dilangsungkan di Masjid Jami Al-Jihad, Mekarjati, RT 07/05 Kelurahan Pasirbiru, Cibiru, Kota Bandung. Dr. K.H. Yayar K.A dihadirkan sebagai penceramah pada kegiatan ini.

Yayar menyampaikan terkait tujuh perkara yang dapat merusak kehidupan di dunia dan akhirat. Menurut Yayar, salah satu dari tujuh perkara tersebut menjadi hal yang harus kita hindari yaitu sihir. Ilmu sihir yang berasal dari hal-hal negatif, sedangkan ilmu hikmah berasal dari hal-hal yang positif. Ia juga menyampaikan bahwa sifat ilmu itu netral, tergantung kepada orang yang menggunakan ilmu tersebut.

"Terdapat tujuh perkara yang dapat merusak kehidupan kita di dunia maupun akhirat, sebagaimana dijelaskan dalam sabda Rasulullah Saw. Diantaranya yaitu syirik kepada Allah Swt., sihir, membunuh nyawa yang diharamkan Allah kecuali yang hak, makan riba, memakan harta anak yatim, meninggalkan peperangan tanpa alasan dan menuduh perempuan suci berzina. Adapun kita harus menjauhi kekuatan ilmu sihir yang mana bahayanya dapat merusak kehidupan dunia dan akhirat," jelas Yayar.

Selanjutnya Yayar juga menjelaskan terkait sihir dan asyirku billah (syirik kepada Allah Swt.) dalam bentuk aktivitas yang umum di masyarakat dan cara agar kita semua selamat dari segala bentuk sihir dan syirik tersebut.

"Banyak bentuk sihir dan syirik yang populer di kalangan masyarakat. Seperti beberapa orang yang mempercayakan kesembuhan atas rasa sakitnya itu kepada dukun atau orang pintar. Atau bentuk musyrik khofi pada orang-orang yang percaya bahwa yang dapat menyembuhkan itu adalah dokter ataupun medis, padahal kesembuhan itu datangnya hanya dari Allah Swt. Melalui perantara mereka (dokter/tim medis). Cara agar kita senantiasa selamat dari sihir atau syirik billah yaitu dengan selalu membaca Basmallah ketika memulai aktivitas," pungkasnya.

Reporter: Yunita Nuraida, KPI/3D

Kuatkan Iman dan Takwa, Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati Gelar Pengajian Tentang Syahadatullah

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati menggelar pengajian yang dihadiri oleh warga setempat dari berbagai kalangan usia, pada hari Ahad (15/10/2023). Acara pengajian yang mendapat antusias dari masyarakat ini digelar usai salat Isya,  di Masjid Jami Al-Jihad, Mekarjati, RT 07/05 Kelurahan Pasirbiru, Cibiru, Kota Bandung. Acara pengajian kali ini menghadirkan K.H. Hasan Tojiri sebagai penceramah yang akan menyampaikan tausiah terbaiknya.

Menurut Vella, salah satu jemaah dalam pengajian tersebut, mengutarakan bahwa pengajian ini digelar setiap pekan dan selalu mendapat antusias dari para jemaah yang berasal dari masyarakat setempat. Pengajian di masjid ini juga selalu menghadirkan penceramah-penceramah hebat yang bersedia membagikan ilmu yang mereka miliki kepada para jemaah Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati.

Pada ceramahnya, Hasan menyampaikan tentang makna syahadatullah dan cara kerja syahadat terhadap hati seorang hamba Allah Swt. Manusia yang harus memiliki keyakinan pasti terhadap penciptanya dan tidak boleh percaya pada sesuatu apapun selain-Nya.

"Makna syahadat yaitu meyakinkan pada hati seseorang. Adapun dalam kata 'asyhadu' itu memiliki makna 'saya bersaksi'. Maka kata tersebut bukan hanya sekedar lafaz, tetapi merupakan lafaz agung yang harus ditanamkan dalam hati setiap orang. Tanamkan kepercayaan yang kuat kepada Allah Swt sebagai pencipta karena tidak ada yang wajib diibadahi kecuali Allah Swt," ujar Hasan.

Hasan juga menjelaskan bahwa kepercayaan kita kepada Allah Swt. Harus lebih besar dari kepercayaan kita kepada manusia. Adapun ia memberi nasehat bahwa kita harus menguatkan tekad dan kepercayaan kepada Allah Swt.

"Kepercayaan kita kepada Allah Swt harus lebih besar daripada kepercayaan kita kepada manusia. Misalnya kalau kepercayaan kita kepada manusia itu sebesar dua puluh persen, berarti kepercayaan kita kepada Allah Swt itu harus sebesar delapan puluh persen. Masih banyak manusia yang meragukan hatinya kepada Allah Swt. Oleh karena itu, kita harus menguatkan tekad dan kepercayaan kita kepada Allah Swt," pungkasnya.

Reporter, Yunita Nuraida (KPI/3D) 

Hidupkan Kebiasaan Ngaji, DKM Jami Al-Jihad Mekarjati Selenggarakan Kegiatan Magrib Mengaji

Dakwahpos.com, Bandung- Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Jihad Mekarjati menyelenggarakan kegiatan Magrib mengaji yang dikhususkan bagi anak-anak setempat, pada Jum'at (13/10/2023). Kegiatan ini sudah menjadi tradisi yang melekat dengan Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati, karena kegiatan ini masih dilestarikan dan rutin dilaksanakan setiap hari kecuali pada hari Kamis. Magrib Mengaji diselenggarakan setelah salat Magrib sampai datang waktu Isya yang berlokasi di Masjid Jami Al-Jihad, Mekarjati, RT 07/05 Kelurahan Pasirbiru, Cibiru, Kota Bandung.

Menurut Nur, salah satu pengajar dalam kegiatan Magrib mengaji, menyatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh lebih dari lima puluh orang anak. Materi yang disampaikan kepada anak-anak sudah disusun dalam bentuk jadwal untuk setiap harinya. Kegiatan ini mendapatkan antusias yang besar dari anak-anak, baik dari anak yang masih sangat belia sampai anak usia Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kegiatan ini diawali dengan membaca doa-doa, salah satunya yaitu doa sebelum belajar. Selanjutnya yaitu anak-anak membentuk suatu baris antrean di depan pengajar-pengajar mereka untuk menyetorkan bacaan iqra atau al-Qur'an mereka.

"Kegiatan Magrib mengaji ini dilangsungkan oleh sepuluh orang pengajar yang terdiri dari empat orang pengajar laki-laki dan enam orang pengajar perempuan. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan anak-anak untuk senantiasa menuntut ilmu agama dan mendekatkan diri kepada al-Qur'an. Anak-anak diajarkan ilmu agama sejak dini, seperti mengaji, mengumandangkan azan, praktek salat, dan kadang kala kita adakan kuis untuk menguji pemahaman dan antusias anak-anak dalam menuntut ilmu," ungkap Nur.

Reporter, Yunita Nuraida (KPI/3D)



Peringati Maulid Nabi, Ustaz Humaedi Adiansyah: Teladani Akhlak Rasulullah Saw. di Era Global

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Jami Al-Jihad Mekarjati menyelenggarakan acara maulid Nabi Muhammad saw untuk warga sekitar dan umum, pada Sabtu (07/10/2023). Acara ini diselenggarakan usai salat Isya yang bertempat di depan Masjid Jami Al-Jihad, Mekarjati, RT 07/05 Kelurahan Pasirbiru, Cibiru, Kota Bandung.

Menurut Aceng Kurnia, ketua pelaksana peringatan maulid nabi 1445 H, dalam sambutannya mengucapkan bahwa kegiatan ini mendapat antusias dari masyarakat sekitar dan ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jemaah yang telah hadir. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun semangat jemaah, khususnya anak-anak untuk selalu memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

Acara maulid nabi ini diisi dengan ceramah  yang disampaikan oleh Ustaz Humaedi Adiansyah, S.Pd.I, M.Pd. dengan tema yang diangkatnya yaitu "Meneladani akhlak Rasulullah SAW di era global". Dalam ceramahnya, Ustaz Humaedi memaparkan tentang akhlak-akhlak mulia Rasulullah SAW dan kiat-kiat yang dapat dilakukan umat-Nya dalam meneladani akhlak mulia tersebut.

"Dua akhlak mulia Rasulullah SAW yang disebutkan oleh Allah SWT yang pertama yaitu ucapan nabi. Rasulullah SAW senantiasa menjaga lisan-Nya dari kata-kata yang dapat menyakiti hati orang lain, dan yang kedua yaitu perbuatan nabi. Atas kemuliaan akhlak Rasulullah SAW, mukjizat al-Qur'an diturunkan atas nur-Nya yang kekuatannya bahkan lebih besar daripada laut ataupun gunung di muka bumi. Oleh karena itu, di era globalisasi seperti sekarang ini kita harus senantiasa mengamalkan akhlak Rasulullah SAW (mengamalkan hal-hal baik) khususnya dalam bersosial media yang mana kita dapat dengan mudah tersesat di dalamnya," ucap Ustaz Humaedi.

Acara ini dilanjutkan dengan pembacaan kitab maulid simtudurror yang dipimpin oleh Habib Zein Al-Habsy dan diiringi selawat yang dilantunkan oleh hadroh Insan Hubbul Mustofa. Habib Zein menjelaskan bahwa pembacaan kitab maulid simtudurror dan selawat atas nabi ini diharapkan dapat tersampaikan kepada Rasulullah SAW agar bagi siapa saja yang membacanya mendapatkan keberkahan dari acara ini.

"Semoga setelah selesai pembacaan ayat suci al-Qur'an, tausiyah, maulid simtudurror dan selawat ini, kita semua mendapatkan keberkahan yang melimpah. Adanya kegiatan ini semoga dapat memperbaiki kualitas iman kita, membuat kita semua lebih bertakwa kepada Allah SWT dan lebih mencintai Allah SWT dan rasul-Nya," ungkapnya.

Reporter, Yunita Nuraida (KPI/3D)
© Dakwahpos 2024