Tampilkan postingan dengan label Al-Fattah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Fattah. Tampilkan semua postingan

Niat Sang Muwakif, Dari Beli Tanah, Berujung Bangun Masjid Al-Fattah

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Jami Al-Fattah merupakan salah satu masjid yang terletak di wilayah Kab Bandung, tepatnya di Jln. Cibiru Indah V, Desa Cibiru Wetan, RT 04 / RW 14, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung, yang tercatat dalam sejarah masjid ini telah dibangun sejak tahun 1993 M.

Adi Sutisna, merupakan DKM ke-lima Masjid Jami Al-Fattah ini, mengatakan bahwa awal mula pembangunan masjid ini karena memang pure niat, rencana, serta keinginan sang muwakif dan kemudian pembangunan ini terus bertahap dan berkembang dengan dibantu oleh para muwakif yang lain.

"Masjid Jami Al-Fattah ini sudah dibangun kurang lebih sejak tahun 1993, sehingga masih tergolong muda, dan masa pembangunan ini terus bertahap, dan salah satu alasannya kenapa dibangun, karena pure niat, rencana, serta keinginan dari sang muwakif, yang akhirnya beliau memutuskan membeli tanah disini, untuk dibangun masjid," ungkap Adi Sutisna.

Kemudian Adi Sutisna mengungkapkan bahwa nama Al-Fattah yang disematkan pada nama masjid ini, dikarenakan nama tersebut diambil dari nama belakang sang muwakif yang membeli tanah disini.

"Jadi nama masjid Al-Fattah ini diambil dari nama belakang sang muwakif yang membeli tanah di Cibiru Indah V ini, yaitu Bapak H. Abdul Fattah, akan tetapi warga sekitar sini biasa memanggil beliau dengan sebutan nama Bapak H. Dudung," jelas Adi Sutisna.

Lalu seiring berjalannya waktu, Masjid Jami Al-Fattah ini terus berkembang, dan saat ini di samping masjid terdapat bangunan madrasah dari seorang muwakif lainnya, yang berkontribusi demi berkembangnya masjid ini. Akan tetapi, Adi Sutisna selaku DKM mengatakan, bahwa sangat disayangkan madrasah ini sudah tidak terpakai lagi karena rata-rata anak-anak warga disini, warga pindahan semua beserta alasan lainnya yang dikatakan.

"Seiring berjalannya waktu, dan sekarang di tahun ke 30 masjid ini memiliki bangunan madrasah di sampingnya, akan tetapi sangat disayangkan madrasah ini beberapa tahun yang lalu, sudah tidak terpakai karena rata-rata anak-anak warga disini bukan asli asal sini, terus kurangnya dukungan dari orang tua dari anak-anaknya, dan sebenarnya di sekitar sini juga ada madrasah yang memang sudah lebih maju duluan, serta di bangunnya madrasah ini pun bukan karena kebutuhan atau permintaan anak-anak warga sini, tapi karena memang ada niat dari sang muwakif yang mewakafkan hartanya," tandas Adi Sutisna.

Reporter: Nandang Fathurrohman, KPI 3 C

Virus-free.www.avast.com

DKM Jami Al-Fattah Adakan Kajian Rutin Mingguan Bertema Rabiul Awal Momentum Tadzkirah Pada Rasulullah



Dakwahpos.com, Bandung – Pada hari Sabtu, (23/09/2023) Masjid Jami Al-Fattah yang beralamat di Jln. Cibiru Indah V, Desa Cibiru Wetan, RT 04 / RW 14, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung mengadakan pengajian rutin mingguan majelis taklim ibu-ibu setiap Sabtu setelah Asar dengan tema "Rabiul Awal Momentum Tadzkirah Pada Rasulullah", yang diisi oleh Ustaz Fikri Lukmanul Hakim, M.Pd.

Di awal kajian, beliau membuka dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas keimanan yang diberikan, serta salawat kepada Rasulullah Muhammad SAW. yang kemudian dilanjut dengan mendo'akan keluarga, kerabat yang sudah mendahului, serta segala hajat yang dipanjatkan seraya bertawassul surah Al-Fatihah, semoga dengan wasilah membaca surah Al-Fatihah ini segala hajat yang dipanjatkan Allah ijabah.

"Ibu-ibu semuanya, alhamdulillah pada hari ini kita masih diberikan umur yang panjang, kita berada di bulan Rabiul Awal, yang dimana bulan ini termasuk dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.  diantara kemuliaannya ada tiga yaitu, pertama bulan dimana kelahiran Rasulullah SAW., kedua bulan dimana Rasulullah diperintahkan untuk berhijrah dari mekkah ke Madinah, dan ketiga di bulan ini pun Rasulullah wafat," ujar Ustaz Fikri selaku pengisi.

Setelah menyampaikan kemuliaan, daripada bulan Rabiul Awal ini, beliau juga mengajak untuk senantiasa menjadikan momentum bulan Rabiul Awal ini sebagai tadzkirah/pengingat, dimana di tengah-tengah ujian kaum muslim sekarang ini bukan lagi tentang ujian keimanan yang langsung secara fisik, tapi dalam bentuk logika yang memang tidak terwujud secara fisik, yang hal ini bisa menggoda keimanan seseorang seperti adanya gadget yang salah satu faktornya ada media sosial didalam nya yang bisa mempengaruhi anak muda saat ini.

"Di awal tahun 2023, Kementerian Pendidikan Penanggung Analisis yang bekerjama dengan Menteri Sosial dan lainnya, menyatakkan ada 63% anak muda di kota Bandung yang sudah berhubungan intim di luar nikah. Nah, kenapa bisa hal itu terjadi, karena terpengaruh oleh media sosial yang ada. Ibu-ibu kita memang tidak bisa menghindar dari perkembangan digital seperti itu, maka mari kita manfaatkan memontum bulan Rabiul Awal ini menjadi momentum pengingat kita untuk mengingatkan anak dan cucu kita, untuk jaga keimanannya dan mengkaji ulang kembali kisah sirah nabawiyyah Rasulullah yang mulia Muhammad SAW," pungkas Ustaz Fikri.

Kemudian disambung oleh beliau, berbicara tentang keimanan salah satu cara yang bisa ditanamkan kepada anak-anak menurut ulama, lisaanul hal afshahu min lisaanil maqol yang artinya pengaruh perbuatan lebih bepengaruh daripada pengaruh ucapan, maka berilah contoh akhlak yang terbaik bagi mereka.

"Dalam kitab Tanbihul Ghafiliin yang berisi peringatan-peringatan terkait akhlak kita di dunia ini, terdapat hadits qudsi yang menerangkan bahwa ada 3 golongan yang Allah cintai dan 3 golongan lainnya yang lebih Allah cintai, yakni pertama Allah mencintai seorang faqir yang tawadhu, tapi lebih Allah cintai orang kaya yang tawadhu, kedua Allah mencintai seorang syaikh/orang yang sudah berumur yang taat pada Allah, tapi lebih Allah cintai pemuda yang taat pada-Nya, ketiga Allah mencintai orang kaya yang dermawan, tapi lebih Allah cintai orang faqir yang dermawan," ungkap beliau.

Sebelum ditutup dengan do'a bersama, beliau menyimpulkan setidaknya ada 2 kesimpulan yang pertama sebagaimana dalam Qs. An-najm ayat 3-4 bahwa sesungguhnya apa yang diucapkan dan diperbuat oleh Rasulullah itu adalah wahyu dari Allah SWT., sehingga patut ditekankan pada anak muda, boleh saja untuk menonton film korea dan lainnya, tapi jangan lupa kepada Rasulullah, yang kedua bahwa Akhlak Rasulullah itu digambarkan seperti Al-Quran, dan jangan lupa untuk selalu mendawamkan salawat kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Reporter, Mahasiswa Jurusan KPI UIN SGD Bandung
Nandang Fathurrohman / KPI 3C


Virus-free.www.avast.com

DKM Jami Al-Fattah Laksanakan Salat Jumat Dengan Tema Khotbah 6 Aspek Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW.



Dakwahpos.com, Bandung – DKM Jami Al-Fattah yang terletak di Jln. Cibiru Indah V, Desa Cibiru Wetan, RT 04 / RW 14, Kec. Cileunyi, Kab. Bandung melaksanakan salat Jumat secara berjamaah pada Jumat, (22/09/2023). Pada Jumat kali ini yang bertindak sebagai khotib sekaligus imam yakni Ustaz Jamaludin, S.Hum. yang biasa disebut dengan Ustaz Jajang. Karena pada hari Jum'at kali ini sudah memasuki bulan rabi'ul awal, yakni bulan kelahiran baginda Rasulullah Muhammad SAW. beliau membawakan tema khotbah "6 Aspek Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW."

Di awal khotbah nya, beliau mengajak kepada diri nya dan juga para jamaah yang hadir untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. maka dengan salah satu caranya adalah bersungguh-sungguh meneladani akhlak baginda Muhammad SAW. Dalam semua aspek kehidupan karena dengan cara kita bertakwa kepada Allah SWT. berarti kita mencintai Rasulullah SAW. dengan melaksanakan segala apa yang di perintahkan dan juga apa yang dilarang Allah SWT.

"Di bulan rabi'ul awal ini, sering kali di Indonesia biasanya begitu banyak kalangan yang merayakan hari lahirnya Rasulullah SAW. yang biasa kita sebut dengan maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan maulid berarti memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW. dan dijadikan suri tauladan dalam berbagai aspek kehidupan, maka penting bagi kita semua selalu mengingat berkaitan akhlak dan teladan Nabi Muhammad SAW," ungkap Ustaz Jamaludin, S.Hum. selaku khotib.

Khotib juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW. merupakan manusia yang paling baik budi pekertinya, bahkan di dalam buku nya Michael H. Hart yang berjudul 100 tokoh yang paling berpengaruh di dunia, Rasulullah SAW. mendapati peringkat ke-1 di dunia saking paling baik budi pekerti serta akhlak nya beliau dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam khobah nya pun beliau mengungkapkan, setidaknya ada 6 aspek keteladanan Rasulullah SAW. yang konkrit yang perlu kita teladani, 
diantaranya:
1. Berbudi pekerti luhur, yang akhlaknya adalah Al-Quran.
2. Murah senyum, lemah lembut.
3. Hidup sederhana, dengan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumahnya.
4. Suka menolong sesama, penuh kasih sayang terhadap ummatnya.
5. Penuh perhatian dan kepedulian sosial.
6.Mengajarkan kedamaian, tidak anarkis, karena Islam itu rahmatan lil 'alamiin.

Di akhir khotbah nya, beliau mengajak dan mengingatkan kepada para jama'ah karena sudah memasuki bulan rabi'ul awal ini, mari kita sama-sama meneladani akhlak Rasulullah SAW. dan menjalankan apa yang diperintahkan, sehingga dengan hal itu ketakwaan kita meningkat, dan disempurnakan dengan mencintai beliau, agar kita termasuk ummat nya Rasulullah Muhammad SAW.

Reporter, Mahasiswa Jurusan KPI UIN SGD Bandung
Nandang Fathurrohman / KPI 3C


Virus-free.www.avast.com
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos