Metode Recall Pengajar TPQ Darul Hasan Assalam, Cileunyi Kulon

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz bersama para santri TPQ secara konsisten selalu menerapkan metode pengulangan atau recall materi pembelajaran yang telah dipelajari sebelumnya sebelum kegiatan belajar mengajar pada hari itu resmi berakhir di masjid pada hari Minggu (01/11/2026). Tradisi akademik yang interaktif ini rutin dilaksanakan guna menguji tingkat pemahaman sekaligus memperkuat daya ingat anak-anak terhadap materi akidah dasar yang telah disampaikan. Suasana kelas tampak sangat hidup ketika para santri secara serentak dan antusias menjawab berbagai pertanyaan kilat dari pengajar.

Penerapan metode recall materi di penghujung sesi pembelajaran ini berfungsi sebagai sarana evaluasi berkala yang efektif untuk mengukur sejauh mana kemampuan hafalan para santri. Berdasarkan transkrip rekaman pengajian, pengajar tampak memandu jalannya sesi tanya jawab dengan mengajukan pertanyaan mendasar mengenai jumlah Aqaidul Iman dan rincian sifat wajib bagi Allah Swt. Para santri terlihat saling bersahutan memberikan jawaban yang benar, menunjukkan bahwa materi-materi tauhid tersebut telah melekat kuat dalam ingatan mereka berkat pengulangan yang konsisten.

"Aqa'idul iman, jumlahna sabaraha? Sabaraha? Lima puluh. Ari sifat anu wajib bagi Allah na sabaraha? Dua puluh," ujar ustaz saat menguji kembali pemahaman hafalan para santri sebelum menutup kelas, Minggu (01/11/2026).

Selain menguji hafalan jumlah dasar akidah, sesi recall tersebut juga dilanjutkan dengan pelafalan secara berurutan dua puluh sifat wajib bagi Allah Swt. beserta pelantunan nadhom berbahasa Sunda. Pendekatan pengajaran semacam ini tidak hanya melatih memori jangka panjang para santri, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri mereka dalam menguasai ilmu agama secara mendalam. Keaktifan para santri dalam melafalkan sifat-sifat wajib dan mustahil bagi Allah Swt. membuktikan keberhasilan metode pengulangan materi yang diterapkan secara konsisten.

"Wujud, qidam, baqa, mukhalafatul lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyah, ilmu, hayat, sama', bashar, kalam, qadiran, muridan, aliman, hayyan, sami'an, bashiran, mutakalliman," ucap para santri secara kompak saat melafalkan kembali materi hafalan sifat wajib, Minggu (01/11/2026).

Melalui pembiasaan merecall materi sebelum pembelajaran berakhir setiap harinya, pihak pengelola TPQ berharap para santri tidak mudah lupa dan mampu mengamalkan ilmu tauhid dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi penutup ini menjadi strategi pedagogis yang sangat solutif dalam mengatasi kejenuhan sekaligus menjaga kualitas hafalan anak-anak didik secara berkelanjutan. Diharapkan kegiatan positif ini dapat terus dipertahankan demi mencetak generasi muda Islam yang cerdas, berakhlak mulia, dan memiliki fondasi akidah yang kokoh.


Reporter: Aisyah Ramdhani Pratiwi, KPI / 3B


Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos