Dakwahpos.com, Bandung- Ketua Majelis Taklim Masjid Al-Inayah, Ustazah Ranie Mariani (43), terus menggerakkan kegiatan dakwah dan pemberdayaan jemaah di Kompleks Bumi Harapan, Kelurahan Cipadung Kidul, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Hingga Sabtu (3/10/2026), di bawah kepemimpinannya sejak Agustus lalu, Majelis Taklim Masjid Al-Inayah bersama Pengurus DKM telah merancang serta menjalankan berbagai program keagamaan dan sosial berbasis aspirasi warga sekitar.
Ustazah Ranie Mariani yang akrab disapa "Ibun" menjelaskan bahwa fokus utama kepengurusannya adalah menghidupkan fungsi sosial dan spiritual masjid agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat di lingkungan Cibiru.
"Yang harus hidup itu bukan hanya bangunannya, melainkan setiap orang yang mengisi di dalamnya. Harus bermanfaat dan memberikan kebaikan untuk masyarakat," ujar Ustazah Ranie saat ditemui di Kompleks Masjid Al-Inayah.
Pengabdian Ustazah Ranie di Masjid Al-Inayah memiliki keterikatan sejarah keluarga yang panjang. Sejak berpindah ke kawasan Cibiru pada awal tahun 2000-an, ia aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan. Ibunda dari Ranie merupakan Ketua Majelis Taklim periode sebelumnya, sementara almarhum ayahnya juga aktif memakmurkan masjid tersebut.
Masjid Al-Inayah juga menjadi pusat aktivitas Ranie bersama suaminya, Ustaz Suparman, yang kini menjabat sebagai Ketua DKM Masjid Al-Inayah. Pada rentang tahun 2000 hingga 2002, Ustazah Ranie aktif sebagai Bendahara Ikatan Remaja Masjid sekaligus pengajar di TK/RA Al-Inayah, sementara suaminya bertugas sebagai marbot masjid saat menempuh pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pasangan ini kemudian melangsungkan pernikahan di masjid tersebut pada tahun 2004.
Dalam menjalankan kepengurusan Majelis Taklim, Ranie menerapkan pendekatan partisipatif dengan menyerap masukan dari warga dan anggota majelis. Diskusi program rutin digelar secara informal, salah satunya melalui kegiatan kumpul jemaah usai salat Subuh berjamaah pada hari Ahad.
Berdasarkan hasil musyawarah jemaah, beberapa program kerja utama yang diluncurkan dan dijalankan meliputi:
1.Rutin Pembacaan Barzanji dan Selawat: Kegiatan keagamaan mingguan yang diusulkan langsung oleh jemaah majelis taklim.
2.Bekerjasama dengan DKM, program Sosial dan SESAMA (Sedekah Sampah Masjid): Bergerak dalam kegiatan sosial menjenguk para jemaah yang sakit, silaturahmi ke rumah sepuh, mendatangi korban kebakaran dan tazkiyah.
3.Pengelolaan Kegiatan Hari Besar Islam (PHBI): Pelayanan penyambutan jemaah dan koordinasi konsumsi pada peringatan Maulid Nabi serta Isra Mikraj.
4.Pelatihan dan Pelayanan Pemulasaraan Jenazah: Program fasilitas dan pelatihan pengurusan jenazah yang terstruktur bagi warga sekitar.
Meskipun tidak menempuh pendidikan tinggi formal S1 dan memilih fokus pada pendidikan guru TK serta pengelolaan rumah tangga, Ustazah Ranie menekankan pentingnya pembentukan karakter, adab, dan kemanfaatan bagi sesama.
"Ilmu tinggi kalau tidak punya adab dan etika itu nol. Yang penting kita jaga adab dan akhlak dengan siapa pun yang kita jumpai," tutur Ustazah Ranie.
Melalui sinergi antara Majelis Taklim dan DKM Masjid Al-Inayah, Ranie berharap program-program yang dijalankan dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta menjadi sarana regenerasi bagi pengurus masjid di masa mendatang.
Wartawan: Dea Warohmah Ritonga, KPI/3C

Tidak ada komentar
Posting Komentar