Dakwah
Pos.com,Bandung – Ustazah
Euis Susilawati mengajak jema’ah Masjid Pondok Pesantrenn Salafi Araid,
Kampung.Cisalatri, Jl Gang Kujang Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung Jawa
Barat. Untuk memperkuat ikhtiar dalam menuntut ilmu agama .Pesan tersebut
disampaikan dalam kajian rutin majelis taklim ibu -ibu pada Rabu, (09/09/2026),
dengan menekankan pentingnya melawan rasa malas melalui amalan-amalan harian.
Dalam
ceramahnya , Ustazah Euis mengajak para ibu majelis untuk tidak menjadikan usia
maupun kesibukan rumah tangga sebagai alasan untuk berhenti belajar .Menurutnya
,rasa malas adalah godaan yang harus terus dilawan dengan niat yang kuat dan
sikap istiqomah. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang menegaskan bahwa
menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim , baik laki laki maupun perempuan
,tanpa batasan usia.
“ Belajar itu bukan hanya kewajiban anak anak di sekolah , tetapi kewajiban kita semua umat manusia sampai akhir hayat. Rasulullah bersabda bahwa menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim . Jangan sampai kesibukan dunia membuat kita malas mendekatkan diri kepada ilmu agama ,” tutur Ustazah Euis di hadapan jema’ah .
Ia juga mengingatkan bahwa rasa malas dan futur dalam beribadah adalah godaan yang lumrah dialami setiap orang ,namun harus segera diobati dengan kembali kepada mendekatkan diri kepada Allah SWT.Menurutnya , Allah berjanji dalam Al-Qur’an bahwa setiap kesulitan pasti di sertai kemudahan , sebagaimana termaktub daalam Surat Al -Insyirah ayat 5-6.
“Kita harus memperbanyak istigfar , salat taubat, tahajud, duha, dan hajat.kemudian mengamalkan Surat Al Insyirah setiap sore ba’da ashar sambil memegang dada sebelah kiri saat membacanya , Insyaallah dengan izin Allah , hati yang gundah dan futur akan kembali lapang dan bersemangat .”ujarnya”
Ustazah Euis menambahkan, istigfar yang rutin di amalkan bukan hanya menghapus dosa , tetapi juga membuka pintu rezeki dan kemudahan urusan , sebagaimana di sebutkan dalam Surat Nuh ayat 10-12.Sementara salat tahajud, dan duha menurutnya, menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah di waktu -waktu mustajab , sehingga hati menjadi lebih tenang dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan .
Ia
juga menegaskan , seorang ibu yang rajin belajar dan memperbaiki
diri akan menjadi teladan nyata bagi anak -anaknya di rumah .Ilmu yang di
peroleh , katanya , tidak akan bermanfaat secara maksimal apabila hanya di
dengar tanpa di amalkan dan di ulang – ulang dalam keseharian .
Suasana kajian berlangsung hangat dan intersktif. Beberapa jema’ah tampak antusias mencatat point point penting , sementara sesi tanya jawab di akhir acara di manfaatkan untuk membahas persoalan yang kerap di hadapi dalammendidik anak serta mengatur waktu anatara rumah tangga dan menuntut ilmu.
Kajian
yang menjadi agenda rutin di Masjid Pondok Pesantren Salafi Araid ini di
harapkan terus berlanjut sebagai wadah bagi para ibu untuk saling menguatkan
semangat belajar , sekaligus mempererat ukhuwah antar jema’ah muslimah
dilingkungan pesantren .
Reporter
: Pili Alvina/ KPI 3A

Tidak ada komentar
Posting Komentar