Ustaz Yayan Ajak Jemaah Belajar dari Sejarah Bulan Rabiul Akhir

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung - Khatib Jumat Masjid Bir ‘Ali Panyileukan Ustaz H. Yayan Rosdian, A.Md menyampaikan pesan keagamaan tentang pentingnya mempelajari sejarah bulan Rabiul Akhir dalam khotbah Jumat di Masjid Bir ‘Ali Panyileukan , Jumat (02/10/2026).

Dalam khotbahnya, Ustaz Yayan menyampaikan bahwa Jumat tersebut bertepatan dengan Jumat ketiga bulan Rabiul Akhir, bulan keempat dalam kalender Hijriah setelah Rabiul Awal dan sebelum Jumadil Awal. Menurut para ulama, nama Rabiul Akhir pertama kali diberikan oleh Kilab, buyut kelima Rasulullah saw. yang berkaitan dengan musim Rabi' atau musim semi di Jazirah Arab saat tanaman dan pepohonan berbuah.

“Jika Rabiul Awal identik dengan peristiwa lahirnya Nabi Muhammad saw,Rabiul Akhir juga memiliki beberapa peristiwa penting yang bisa diambil hikmahnya,” ujar khatib saat menyampaikan materi khotbahnya.

Ustaz Yayan kemudian merincikan beberapa peristiwa yang terjadi pada bulan tersebut. Di antaranya turunnya Surah Al-Hasyr yang berkaitan dengan pengusiran Yahudi Bani Nadhir dari Madinah akibat upaya pembunuhan terhadap Rasulullah saw., sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Hasyr ayat 2. Selain itu, pada tahun 10 Hijriah Rasulullah saw. mengutus Khalid bin Walid kepada Bani Harits bin Ka'ab hingga mereka memeluk Islam. Sejumlah peperangan juga tercatat pada bulan ini, yaitu Perang Dzatur Riqa' pada tahun ke-4 Hijriah, Perang Al-Qabah pada tahun ke-6 Hijriah, dan Perang Al-Qaman.

Menanggapi pertanyaan mengapa Nabi saw. beberapa kali berperang, khatib menegaskan bahwa Rasulullah saw. tidak pernah memulai perang. Merujuk pada Surah Al-Hajj ayat 39, izin berperang baru diberikan setelah hijrah ke Madinah kepada pihak yang dizalimi. Peperangan itu bertujuan membela diri, menertibkan pihak yang melanggar perjanjian, serta menggagalkan rencana musuh yang mengancam keselamatan kaum muslimin. Ia juga mengingatkan bahwa Rasulullah saw. diperintahkan melindungi siapa pun yang meminta perlindungan, termasuk dari kalangan musyrik, sebagaimana termaktub dalam Surah At-Taubah ayat 6.

Lebih lanjut, ustaz Yayan menekankan bahwa mempelajari sejarah penting agar umat tidak keliru dalam memahaminya dan dapat mengambil ibrah. Keberhasilan dalam sejarah perlu dicontoh, sedangkan kegagalan harus menjadi pelajaran agar tidak terulang. Ia mengutip Surah Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan orang beriman memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok, serta hadis riwayat Al-Hakim tentang orang yang hari ini lebih baik dari kemarin tergolong beruntung, yang sama dengan kemarin tergolong merugi, dan yang lebih buruk tergolong celaka.

Ustaz Yayan mengakhiri khotbahnya dengan harapan agar hadirnya Rabiul Akhir menjadi momentum untuk terus belajar dari sejarah dan memahaminya dengan benar. "Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang sukses dan mengarungi kehidupan ini dengan belajar dari sejarah," ungkapnya di akhir khotbah.

Reporter: Ayi Muhyidin, KPI/3B

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos