Dakwahpos.com, Bandung - Dalam kajian ba’da subuh yang digelar pada Minggu (27/09/2026) di Masjid Ar-Rahman, Arcamanik, Ustaz Gungun Gunawan dihadapan para jemaahnya menyampaikan pentingnya menyatukan dua hal, yakni antara dzohir dan bathin.
Ia pun menjelaskan, bahwasannya dua hal tersebut (dzohir dan bathin) harus saling membutuhkan satu sama lain. Karena dua hal tersebut, dapat mempermudah jalan manusia untuk menuju ke jalan surga Allah Swt., dan juga mendapatkan ridho-Nya.
Menurutnya, dalam kehidupan ini, tak melulu perihal lahiriah atau yang terlihat dalam pandangan manusia saja. Bahkan ia berpendapat, manusia seringkali abai dalam menanggapi urusan yang tidak terlihat oleh manusia atau menanggapinya dengan sepele.
“Akhirnya apa? Tidak dicari ilmunya, tidak dicari sumber kebenarannya, padahal dzohiran wa bathinan adalah dua perkara yang harus berkesinambungan, harus membutuhkan satu sama lain, tidak bisa berjalan hanya cukup satu jalan saja”, ujarnya.
Ustaz Gungun Gunawan pun menegaskan, bahwa mempelajari urusan-urusan dzohir atau yang terlihat oleh pandangan manusia, hukumnya wajib, baik wajib ain maupun wajib kifayah. Maka, ia pun menambahkan, bahwa urusan bathin pun, harus disamakan seperti ilmu dzohir, yang ada kalanya wajib ain maupun wajib kifayah.
Ustaz Gungun Gunawan memberikan sebuah contoh perihal keselarasan amal dzohir dan bathin. Seperti memperbagus sholat dan berpuasa. Sholatnya rajin, puasanya lancar dijalankan, tetapi tidak ikhlas dalam pelaksanaannya dan tidak menjaga hatinya dari tindakan menjelekkan orang lain. Ia menegaskan bahwa Allah Swt. tidak membutuhkan hal seperti itu.
“Allah Swt. tidak membutuhkan ibadah yang demikian, yang hanya mementingkan dzohirnya saja, hanya mementingkan luarnya saja, melainkan harus berkesinambungan antara luar dan dalam, antara dzohir dan bathin. Harus berjalan beriringan antara keadaan dzohir dan keadaan bathin”, tegasnya.
Ia pun berpendapat, bahwa dzohir hanya sebatas urusan syarat saja, tetapi untuk urusan bathin, langsung dinilai oleh Allah Swt. Namun, ia pun menambahkan bahwa jangan memilih mementingkan urusan dzohir maupun mementingkan urusan bathin saja. Karena dzohir dan bathin adalah kewajiban yang harus dipelajari oleh manusia.
“Urusan dzohir dan urusan bathin ini adalah merupakan dua urusan yang harus berkesinambungan, harus berjalan beriringan, tidak boleh mementingkan salah satunya, tapi harus dipentingkan kedua-duanya. Maka, kedudukan ilmu dzohir dan kedudukan ilmu bathin adalah merupakan kewajiban yang harus kita pelajari, yang harus kita perbaiki agar bagus kedua-duanya”, tuturnya.
Reporter : Muhammad Habil Apri Gholi, KPI 3/D
Tidak ada komentar
Posting Komentar