Ustaz Encep Miftah Ajak Jamaah Teladani Rasulullah dan Siapkan Bekal Akhirat

Klik untuk membaca artikel.

Dakwahpos.com, Bandung – Ustaz Encep Miftah menyampaikan tausiah mengenai pentingnya meneladani Rasulullah SAW dalam berbakti kepada orang tua serta memperbarui niat dan bekal amal akhirat dalam pengajian Peringatan Haul ke-2 almarhumah Bu Haji Siti Kartini binti Suhro Widjadja di Masjid An-Nur Al-Idrisiyah Bandung, Selasa (29/09/2026).

Dalam pemaparannya, beliau mengingatkan jamaah akan besarnya pengorbanan kedua orang tua, terkhusus sosok ibu yang memiliki kedudukan luar biasa dalam Islam. Beliau menekankan bahwa kebaikan orang tua yang telah mendidik dan membesarkan anak-anaknya tidak akan pernah bisa terbalas sepenuhnya dengan apa pun.

"Semuanya terlahir dari rahim kedua orang tua kita. Bagaimana teguran dan nasihat yang diberikan orang tua sehingga saat ini kita mampu berbicara dengan baik, mampu berjalan, dan mampu membaca Al-Qur'an, semuanya berawal dari ibu kita," ujarnya.

Lebih lanjut, Ustaz Encep Miftah menjelaskan bahwa bukti tertinggi cinta kepada orang tua adalah dengan meneladani (ittiba') ajaran Baginda Rasulullah Saw. Beliau mencontohkan bagaimana Rasulullah Saw senantiasa memuliakan orang tuanya dengan berziarah ke makam ibundanya, Siti Aminah, di Abua serta sangat memuliakan ibu susunya, Halimatus Sa'diyah.

"Maka kalau kita benar-benar cinta kepada orang tua kita, berarti lebih utama lagi kita harus cinta kepada Rasulullah. Kalau kita cinta kepada Rasulullah, kita akan mencintai orang tua kita melebihi apa pun," ungkapnya.

Beliau juga menguraikan bentuk bakti nyata seorang anak ketika orang tuanya telah berpulang ke rahmatullah, seperti mendoakan minimal lima kali sehari setelah salat fardu, bersedekah atas nama orang tua, menyambung tali silaturahmi dengan kerabat orang tua, hingga mewujudkan cita-cita mulia yang belum sempat diraih almarhumah semasa hidupnya.

"Salah satu bentuk bakti kita ketika orang tua sudah meninggal adalah menyambung silaturahmi dengan kerabat orang tua dan menunaikan hajat-hajatnya. Mudah-mudahan kita dimampukan oleh Allah mewujudkan cita-cita kedua orang tua kita," jelasnya.

Di samping itu, Ustaz Encep Miftah mengutip pesan Rasulullah Saw kepada sahabat Abu Dharr Al-Ghifari untuk senantiasa memperbarui perahu (tajdid as-safinah) sebagai kiasan dalam meluruskan niat dan mempersiapkan bekal amal yang ikhlas sebelum menghadap Allah Swt. 

"Hendaklah kalian selalu memperbarui perahu dan meluruskan niat karena lautan kehidupan ini sangat panjang menuju akhirat. Bawalah bekal amal saleh dan lakukanlah dengan ikhlas hanya karena Allah," tegasnya sekaligus mengakhiri ceramahnya.  

Reporter : Solihin, KPI/3D

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos