Dakwahpos.com, Bandung —Masjid At-Thoyyibah Cipadung menjadi tempat penyampaian khutbah oleh Ustaz Ayi Wawan Muhidin pada (25/09/2026). Dalam khutbahnya, Ustaz Ayi Wawan Muhidin mengingatkan jamaah tentang pentingnya menjaga iman dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. Salah satu hal yang ditekankan adalah membiasakan diri mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallaah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Ustaz Ayi Wawan Muhidin, kebiasaan mengingat Allah perlu dibangun sejak seseorang masih memiliki kesempatan dalam hidup. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi ketika seseorang menghadapi sakaratul maut yang belum tentu mudah untuk mengucapkan kalimat tauhid. Karena itu, membiasakan zikir menjadi salah satu bentuk persiapan diri yang dapat dilakukan sehari-hari.
“Biasakeun ku urang sering nyebut kalimat Laa ilaaha illallaah, sangkan engké dina kasampatan urang bisa nyebutkeun dina sakarat,” ujar Ustaz Ayi Wawan Muhidin dalam khutbahnya.
Ustaz Ayi Wawan Muhidin menjelaskan bahwa orang yang sedang berada dalam keadaan sakarat belum tentu mampu mengucapkan kalimat tersebut meskipun sebelumnya terbiasa mengucapkannya. Menurutnya, kemampuan untuk mengucapkan kalimat itu pada saat sakarat merupakan sesuatu yang berada dalam kehendak Allah. Karena itu, manusia perlu terus membiasakan diri mengingat-Nya selama masih diberi kesempatan.
Selain membahas persiapan menghadapi kematian, Ustaz Ayi Wawan Muhidin juga menjelaskan tentang sifat Rahman dan Rahim Allah. Nikmat seperti kesehatan, jasmani, makanan, dan kesejahteraan disebut sebagai bagian dari Rahman. Sementara itu, iman, ibadah, serta kesediaan menjalankan kewajiban kepada Allah berkaitan dengan Rahim. Ia mengingatkan bahwa nikmat dunia sebaiknya tidak membuat seseorang melupakan iman dan ibadah.
Ustaz Ayi Wawan Muhidin kemudian mengingatkan jamaah tentang bahaya maksiat terhadap kondisi iman. Menurutnya, maksiat dapat membuat iman menjadi lemah. Ketika seseorang mulai terjebak dalam kemaksiatan, ia dianjurkan untuk segera bangkit dan kembali kepada jalan Allah, bukan membiarkan dirinya terus berada di dalamnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga iman tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi juga perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Ustaz Ayi Wawan Muhidin menegaskan kepada jamaah agar meninggalkan maksiat dan kembali kepada jalan Allah. “Tinggalkeun maksiat! Jauhan maksiat! Jauhan maksiat! Jauhan maksiat!”
Reporter: Sultan Mauludin, KPI/3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar