Dakwahpos.com,
Bandung — Masjid Al Muhyidin kembali menggelar kajian fikih keagamaan bersama
Ustaz H. Ayi guna mengedukasi jemaah mengenai tata cara bersuci. Kajian kali
ini berfokus pada pembahasan anjuran dan hukum mandi sunah dalam berbagai
momentum ibadah, mulai dari perayaan hari raya hingga rangkaian ibadah haji dan
umrah.
Dalam pemaparannya, Ustaz Ayi menjelaskan
bahwa umat Islam menyambut hari raya Idulfitri dan Iduladha dengan dua
kegembiraan besar, yakni kegembiraan atas tuntasnya ibadah puasa serta harapan
meraih ridho Allah SWT. Untuk menyempurnakan kegembiraan tersebut, seorang
muslim disunahkan melaksanakan mandi bersih sebelum menunaikan salat sunah
Idulfitri maupun Iduladha. “Mandi sebelum salat Id hukumnya sunah dan menjadi
bagian dari syiar untuk tampil bersih serta rapi di hari kemenangan,” ujar
Ustaz Ayi di hadapan para jemaah. Selain mandi hari raya, Ustaz Ayi merinci
beberapa kondisi lain yang juga disunahkan untuk mandi bersuci. Di antaranya
adalah mandi bagi seseorang setelah selesai memandikan jenazah, serta mandi
sunah saat hendak melaksanakan salat ihram bagi jemaah yang menunaikan ibadah
haji maupun umrah. Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kesunahan mandi juga
berlaku ketika seseorang hendak memasuki kota suci Makkah dan sebelum
melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Rangkaian hukum mandi sunah ini
disandarkan pada pandangan dan kesepakatan empat mazhab utama dalam fikih
Islam, yakni Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali.
Melalui pemaparan materi fikih ini, Ustaz
Ayi berharap jemaah Masjid Al Muhyiddin dapat lebih memahami amalan-amalan
sunah yang sering kali terabaikan, sehingga kualitas ibadah sehari-hari dapat
terus meningkat. Kajian tersebut berlangsung tertib dan mendapat perhatian
hangat dari jemaah yang hadir.
Reporter: Dea Siva Nursabila/KPI 3A

Tidak ada komentar
Posting Komentar