Alumni Ma’had Al-Jami’ah Roufian Afif Ajak Mahasantri Terapkan Formula 3G untuk Mengembangkan Potensi Diri

Klik untuk membaca artikel.
 

Dakwahpos.com, Bandung - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Roufian Afif, mahasiswa semester 5 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), menyampaikan ceramah motivasi kepada para mahasantri di Masjid Ikomah, Kampus 1 UIN Sunan Gunung Djati Bandung, pada Jumat (23/10/2026). Alumni Ma’had Al-Jami’ah angkatan 2024 tersebut membagikan pengalaman pribadinya selama menjadi mahasantri serta mengajak para peserta untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kedisiplinan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman.

Dalam ceramahnya, Roufian Afif menceritakan berbagai pengalaman selama menjalani kehidupan sebagai mahasantri, termasuk tantangan dalam menjaga kedisiplinan, mengatur waktu, serta menyeimbangkan kegiatan akademik dan nonakademik. Berdasarkan pengalamannya, ia memperkenalkan formula “3G” sebagai strategi pengembangan diri yang dapat diterapkan oleh para mahasantri untuk meraih prestasi dan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Formula tersebut mencakup tiga aspek utama, yaitu menentukan skala prioritas, menerapkan manajemen waktu melalui to-do list, serta memilih lingkungan pertemanan (circle) yang positif dan membangun pola pikir yang baik. Menurutnya, kemampuan menentukan prioritas membantu mahasantri mengenali hal-hal yang perlu didahulukan, sedangkan penggunaan to-do list dapat membantu aktivitas sehari-hari menjadi lebih terarah dan terorganisir. Di samping itu, lingkungan pertemanan yang mendukung serta pola pikir positif berperan penting dalam menjaga semangat belajar dan mendorong perkembangan diri.

Roufian juga menyoroti peran santri di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Ia menegaskan bahwa santri tidak cukup hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga perlu menguasai keterampilan modern, salah satunya content creation. Melalui keterampilan tersebut, santri dapat menyampaikan pesan-pesan positif, menyebarkan nilai-nilai keislaman, dan menunjukkan kontribusi nyata pesantren kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut, ia mengajak para mahasantri untuk memperbaiki citra negatif yang masih melekat pada pesantren dengan maraknya kasus yang dilakukan oleh beberapa oknum melalui karya, prestasi, dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai positif. Menurutnya, santri memiliki peluang untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, baik keagamaan, pendidikan, komunikasi, maupun teknologi. Hal ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Menutup ceramahnya, Roufian Afif mengajak para mahasantri untuk menikmati setiap proses selama menempuh pendidikan di Ma’had Al-Jami’ah dan memanfaatkan berbagai sistem serta kesempatan yang tersedia untuk pengembangan diri. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh kedisiplinan, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar.

Melalui ceramah tersebut, para mahasantri diharapkan semakin termotivasi untuk membangun kebiasaan positif, mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman, serta membuktikan bahwa santri mampu berprestasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, nusa, dan bangsa.



Reporter: Khatamul Aulad Sabakinkin Adzikri KPI 3B


Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos