Ustaz Asep Jamil Lanjutkan Perjuangan Sejarah Masjid Al-Muslim

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Al-Muslim Cikalang memiliki catatan sejarah panjang yang dirintis sejak tahun 1984 oleh almarhum orang tua narasumber, yakni Ajengan Haji Sofyan Sauri bersama majelis taklim setempat. Sebelum menjadi masjid yang berdiri saat ini, lokasi tersebut dahulunya merupakan sebuah musala yang dibangun di atas tanah wakaf dari Ibu Hajjah Khodijah.

​"Dulu belum menjadi masjid, masih berbentuk musala atau langgar. Tahun 1984 mulai dirintis Masjid Al-Muslim ini bersama majelis taklim oleh orang tua kami, yaitu Bapak Ajengan Haji Sofyan Sauri," ujar Ustaz Asep Jamil saat menceritakan awal mula berdirinya masjid tersebut.

​Dalam perjalanan dakwahnya, pendirian masjid ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sarana ibadah bagi warga sekitar yang pada masa itu masih sangat terbatas jaraknya. Berbekal latar belakang pendidikan pesantren dari Al-Jawami Cileunyi dan Sukanagara, orang tua beliau bersama para santri Al-Ma'arif mulai membina masyarakat dan menghidupkan kegiatan keagamaan secara bertahap.

​"Di sini pada saat itu masih jauh ke tempat sarana ibadah yang lain. Dari situlah awal mula adanya Masjid Al-Muslim ini," tuturnya.

​Memasuki kepengurusan generasi kedua sepeninggal sang ayah pada tahun 2024, Ustaz Asep Jamil, S.Ag. kini meneruskan estafet kepemimpinan dan pengelolaan masjid bersama keluarganya. 

Tantangan terbesar yang dihadapi pada masa perintisan awal meliputi beratnya membimbing masyarakat yang kala itu masih awam terhadap pemahaman agama, hingga perlunya kesabaran ekstra dalam menghadapi berbagai respons warga.

​"Tantangan paling besar dihadapi oleh orang tua kami karena merintis dari nol bersama Bapak dan Ibu, dulu berdua saja," ungkapnya.

​Meskipun demikian, kerja keras dan kesabaran dalam berdakwah kini mulai membuahkan hasil positif dengan meningkatnya kesadaran beragama di tengah masyarakat, termasuk keaktifan warga dalam mengikuti kegiatan majelis taklim dan pengajian rutin.

​"Alhamdulillah sekarang secara bertahap kesadaran masyarakat tinggi, termasuk dalam kehidupan sosial dan kegiatan keagamaan," pungkasnya.

​Reporter: Siti Zenab, KPI/3D

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos