Dakwahpos.com, Bandung — Ustaz Ali mengajak masyarakat dan warga sekitar untuk bersama-sama mendoakan almarhum sekaligus mengingat kematian melalui kegiatan tahlilan di Masjid Besar Banjaran pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta membentengi keimanan masyarakat di tengah kesibukan duniawi melalui pendekatan dakwah yang menyejukkan.
Ustaz Ali menerangkan bahwa agenda zikir dan doa bersama ini diselenggarakan sebagai sarana untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia sekaligus menjadi pengingat bagi setiap manusia akan datangnya kematian. Beliau menegaskan bahwa kesempatan hidup yang masih diberikan oleh Sang Pencipta hendaknya dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbanyak amal kebaikan.
“Kegiatan tahlilan ini adalah wadah bagi kita untuk bersama-sama mendoakan orang yang telah meninggal, sekaligus mengingatkan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah Swt. Karena itu, selama kita masih hidup dan diberi kesempatan, perbanyaklah amal kebaikan,” kata Ustaz Ali.
Mengenai makna sosial di balik tradisi ini, penceramah tersebut menyebutkan bahwa tahlilan bukan sekadar kegiatan membaca zikir bersama, melainkan juga sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa kepedulian antarwarga. Ia menambahkan bahwa hubungan baik dan kepedulian sosial tersebut tidak boleh hanya muncul saat ada musibah, tetapi harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Masyarakat cukup antusias dan excited mengikuti tahlilan ini. Kita ingin semangat ini tidak hanya terlihat saat tahlilan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti menjaga salat, bersedekah, dan menjaga hubungan baik dengan tetangga,” ungkap penceramah tersebut.
Terkait dengan tantangan zaman, pemateri menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda agar tidak melupakan ajaran agama dan tetap konsisten menjaga ibadah di tengah perkembangan arus modernisasi. Lewat pemanfaatan masa muda untuk menuntut ilmu dan memperbaiki diri, beliau berharap tradisi tahlilan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial belaka, melainkan mampu mencetak masyarakat yang lebih dekat kepada Allah dan peduli kepada sesama.
Reporter : Fadly Muhyi Ismail, KPI/3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar