Dua Penyebab Hati Manusia Susah Berubah

Klik untuk membaca artikel.

Dakwahpos.com, Bandung- Khatib Jumat menyampaikan dua penyebab yang membuat manusia sulit berubah menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT. Hal tersebut disampaikan dalam khutbah Jumat yang mengajak jemaah untuk meningkatkan iman dan ketakwaan.

Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan jemaah agar senantiasa meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Menurutnya, orang yang bertakwa akan mendapatkan janji kebaikan dari Allah SWT.

Penyebab pertama adalah maksiat yang sering dilakukan tanpa disertai taubat dan istighfar. Kebiasaan tersebut dapat membuat hati menjadi keras sehingga seseorang merasa berat untuk beribadah, membaca Al-Qur’an, dan menjalankan kewajiban kepada Allah SWT.

“Manusia yang sering berbuat maksiat dan dosa tanpa meminta ampun kepada Allah akanmembuat dirinya semakin berat untuk beribadah,” ujar khatib dalam khutbah Jumat, Jumat (18/09/2026).

Khatib juga mengingatkan jemaah agar segera bertaubat ketika melakukan dosa. Ia menjelaskan bahwa istighfar dapat menjadi jalan untuk membersihkan hati dan mengembalikan kenikmatan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Penyebab kedua adalah hubbud dunya atau terlalu mencintai dunia. Menurut khatib, mencari harta, memiliki pekerjaan, jabatan, dan kehidupan yang baik bukanlah sesuatu yang dilarang, tetapi kecintaan berlebihan kepada dunia dapat membuat seseorang melupakan ibadah.

“Silakan mencari dunia dan menjadi orang kaya, tetapi jangan sampai terlalu cinta kepada dunia. Karena ketika manusia meninggal, harta dan jabatan akan ditinggalkan, sedangkan yang dibawa menghadap Allah adalah amal saleh,” ungkap khatib, Jumat (18/09/2026).

Di akhir khutbah, jemaah diajak untuk menggunakan harta, umur, pekerjaan, dan segala titipan Allah sebagai sarana untuk beribadah. Khatib menegaskan bahwa manusia harus menjaga hati dari maksiat dan kecintaan berlebihan kepada dunia agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT.

Reporter: M Wafie Awwab, KPI/3C


Uploaded Image

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos