Ustaz Akhyar: Nasihat di Depan Umum Bisa Jadi Celaan

Klik untuk membaca artikel.

Dakwahpos.com, Bandung- Adab dalam menyampaikan nasihat menjadi sorotan dalam kajian Hadis  di Masjid Al-Hikmah Permata Biru, Minggu (4/10/2026). Ustaz Akhyar mengingatkan, nasihat yang disampaikan di tengah khalayak justru berisiko menjadi celaan.

Ia menjelaskan, saling menasihati adalah hubungan dua arah, bukan satu pihak yang aktif dan pihak lain yang pasif. Setiap orang bisa menjadi pemberi sekaligus penerima nasihat.
“Ustaz menasihati jemaahnya, jemaah juga sekali-kali mengingatkan ustaz, dan itu tidak dianggap sesuatu yang merendahkan,” ujar Ustaz Akhyar.

Meski begitu, menurutnya, menasihati tetap membutuhkan etika dan tata krama. Ia mengutip pesan Imam Syafi’i yang meminta agar dirinya dinasihati saat sedang sendirian, bukan di hadapan banyak orang. Menurut Imam Syafi’i, kata Ustaz Akhyar, nasihat yang disampaikan di tengah khalayak tidak lagi disebut nasihat, melainkan taubikh. Artinya, sama saja dengan mencela, merendahkan, dan menjatuhkan nama baik.

Ia menambahkan, kewajiban saling menasihati berlaku bagi siapa pun, mulai dari pemimpin hingga masyarakat umum. Dalam keluarga, nasihat mengalir dari suami kepada istri, istri kepada suami, orang tua kepada anak, dan anak kepada orang tua. Penerima nasihat pun, lanjutnya, perlu berlapang dada. Orang yang hatinya lembut akan berterima kasih ketika diingatkan, sedangkan orang yang hatinya keras cenderung marah.

“Mudah-mudahan itu tidak terjadi pada diri kita,” imbuhnya.

Reporter: M. Alif Ramdhan Sohibul Fahmi, KPI/3D
Uploaded Image

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos