Dakwahpos.com, Bandung - Seluruh data santri pengajian anak-anak di Masjid Baitul Huda Cipadung kini resmi terintegrasi ke dalam sistem EMIS Kementerian Agama (Kemenag). Integrasi data pendidikan keagamaan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah, Bapak Yaya, pada Kamis (08/10/2026).
Bapak Yaya menjelaskan bahwa integrasi sistem ini memberikan kepastian administrasi bagi para santri usia 4 tahun hingga tingkat SD. Melalui pendataan baku ini, seluruh santri dipastikan memiliki rekam jejak pendidikan yang terstruktur untuk jenjang berikutnya.
"Ketika nanti anak-anak masuk MI, MTs, atau MA, nomor NIS-nya tidak akan hilang jadi terus berlanjut," ujar Bapak Yaya menekankan manfaat penting pendataan digital tersebut.
Dalam keterangannya, beliau mengonfirmasi bahwa kurikulum pengajian formal ini telah disesuaikan dengan standar Kemenag, mencakup materi Akidah Akhlak hingga Bahasa Arab.
Pembelajaran untuk santri kelas 2 SD ke atas dikonsentrasikan seusai Salat Magrib hingga Isya.
Mengenai dinamika mengajar generasi muda, Bapak Yaya mengakui adanya tantangan tersendiri dalam menjaga semangat belajar para santri. Pendekatan edukasi saat ini mengedepankan kesabaran dan pola pembinaan yang kondusif tanpa menerapkan hukuman fisik.
"Pendidikan tidak akan bisa berjalan tanpa ada kolaborasi antara orang tua dengan guru," tegas Bapak Yaya. Beliau sangat berharap orang tua dapat memberikan keteladanan (uswatun hasanah) dalam beribadah saat anak berada di rumah.
Reporter: Nur Qolbi, KPI/3D

Tidak ada komentar
Posting Komentar