Dakwahpos.com, Bandung - Pada Rabu (14/10/2026) di Masjid Baitul Huda Cipadung, Ibu Satirah selaku istri dari kepala DKM menyampaikan bahwa pembangunan masjid ini memiliki nilai sejarah tersendiri yang tidak terlepas dari peran aktif dan semangat kebersamaan warga sekitar. Sejak awal perencanaannya, seluruh proses pendirian masjid di atas tanah wakaf ini dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat.
Narasumber mengenang bahwa pada masa awal pembangunan, warga saling bahu-membahu dan bergotong royong tanpa mengenal lelah demi mewujudkan tempat ibadah yang layak. Hal tersebut dilakukan agar jemaah memiliki sarana ibadah yang nyaman untuk kegiatan keagamaan sehari-hari.
"Ya, kita gotong-royong sama-sama, warga sekitar masjid. Jadi emang inisiatif bersama-sama untuk bangun masjid," ujar Ibu Satirah saat menceritakan kilas balik proses pembangunan awal.
Seiring berjalannya waktu, bangunan masjid yang lama sempat mengalami kerusakan dan hampir runtuh sehingga memerlukan renovasi total. Berkat kerja sama pengurus DKM di bawah kepemimpinan Ketua DKM Bapak Tarosidin serta para donatur, renovasi bangunan baru tersebut akhirnya dapat direalisasikan.
Terkait pendanaan proyek renovasi dan operasional rutin, pihak pengelola senantiasa berupaya mencari dukungan dari para dermawan dengan penuh keikhlasan. "Kita cari-cari dana biasa dari donatur, alhamdulillah selalu dipermudah," ungkap Ibu Satirah menceritakan proses pencarian dana.
Di akhir wawancara, pihak pengurus menyampaikan harapan besar agar Masjid Baitul Huda Cipadung terus membawa berkah dan semakin makmur. Beliau berpesan agar semangat gotong royong dan kepedulian warga terhadap kelangsungan masjid dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.
Reporter: Nur Qolbi, KPI/3D

Tidak ada komentar
Posting Komentar