wawancara antara Alvino (mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati) dan pengurus/narasumber Masjid Al-Muhajirin:
Pengurus/Tokoh Masjid Al-Muhajirin
Topik: Sejarah dan Peran
Masjid Al-Muhajirin
Cikal Bakal Pendirian Masjid
Alvino:
Pertanyaan yang pertama, bagaimana benih pertama masjid ini mulai tertanam, Pak?
Narasumber:
Cikal bakal dari Masjid Al-Muhajirin ini berdiri pada saat pembuatan atau pembangunan kompleks sekitar tahun 2008–2009. Jadi pencetusnya adalah tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama pada saat itu yang pertama kali menempati kompleks ini.
Alhamdulillah, setelah dibangun mulai terasa hasilnya, jadi memang sangat bermanfaat adanya keberadaan Masjid Al-Muhajirin ini. Jadi cikal bakalnya pada saat pembangunan pertama kompleks ini dirasakan membutuhkan tempat untuk beribadah, gitu. Jadi dari tokoh masyarakat dan tokoh agama penggagasnya pada waktu itu.
. Asal-Usul Nama Masjid
Alvino:
Untuk pertanyaan yang kedua, Pak, lalu bagaimana ceritanya sampai tercetus nama Masjid Al-Muhajirin ini, Pak?
Narasumber:
Cerita Al-Muhajirin ini adalah karena pada saat itu pembangunan kompleks baru dan kebanyakan dari orang-orang yang datang ke kompleks ini adalah pendatang. Maka diberikan masukan atau beberapa pilihan dari tokoh-tokoh masyarakat dan agama, ada yang menyampaikan bahwa "Al-Muhajirin" yang dipilih karena mereka itu seperti pendatang atau yang berhijrah. Artinya, Al-Muhajirin ini adalah sebagai kelompok pendatang, kata dasarnya adalah hijrah.
Dinamakan Al-Muhajirin karena yang menempati kompleks ini adalah pendatang, jadi bukan warga asli. Jadi kita semua sebagai pendatang di sini sebagai "Al-Muhajirin", sebagai orang-orang yang berhijrah dari tempat lain ke tempat ini.
3. Tantangan Pembangunan Masa Awal
Alvino:
Tantangan apa yang paling Bapak berkesan pada warga di saat itu, Pak?
Narasumber:
Tantangannya adalah pada saat kepengurusan pertama mungkin banyak sekali lika-liku untuk melakukan pembangunan. Artinya masjid ini pada dasarnya hanya diberikan oleh developer atau tokoh masyarakat dan tokoh agama pada saat itu dengan keadaan yang sangat sederhana.
Jadi tantangan yang saya rasakan adalah pada saat itu memang kita membutuhkan pembangunan supaya bisa menampung jemaah yang menempati di kompleks ini. Jadi pada saat pembangunan masjid ini, itu adalah hal yang paling berkesan hingga bisa berdiri sampai hari ini.
Peran Masjid untuk Masyarakat Sekitar
Alvino:
Sekarang bagaimana Masjid Al-Muhajirin menjaga perannya untuk masyarakat sekitar, Pak?
Narasumber:
Nah, kalau perannya adalah sebagai fasilitas untuk jemaah dan warga yang ingin beribadah, termasuk anak-anak yang belajar untuk mengaji. Kita memang mempersiapkan selain untuk tempat beribadah, kita juga menyiapkan tempat untuk anak-anak yang mulai usia dini untuk belajar mengaji, terus memfasilitasi juga kegiatan-kegiatan hari raya besar agama Islam, dan kegiatan sosial lainnya yang alhamdulillah sampai saat ini sudah terus berjalan.
5. Pesan dan Harapan untuk Generasi Muda
Alvino:
Sebagai penutupnya, Pak, apa pesan atau harapan Bapak untuk generasi muda yang akan melanjutkan pemeliharaan masjid ini ke depannya, Pak?
Narasumber:
Nah, harapan saya tentunya anak-anak remaja yang beranjak dewasa bisa menjadi penerus kami yang tidak lupa untuk melaksanakan salat lima waktu, memberikan waktu dan tenaganya untuk kegiatan di masjid ini, baik itu kegiatan sosial maupun kegiatan keagamaan.
Jadi, ya harapan besar saya adalah betul-betul remaja-remaja ini bisa menjadi penerus yang tanpa pamrih, yang bisa mengelola kegiatan masjid dengan baik, termasuk dari sarana dan prasarana, juga dari setiap waktu salat itu ada yang istilahnya mengingatkan.
Jadi peran-perannya itu sangat dibutuhkan sekali supaya berkesinambungan, jadi masjid ini tetap selalu bisa hangat, bisa ramai, bisa lebih banyak lagi yang datang ke sini, gitu.
Alvino:
Baik, terima kasih Bapak atas waktunya. Saya Alvino dari KPI pamit undur diri, Bapak. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Narasumber:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Lampiran:
Tidak ada komentar
Posting Komentar