Dakwahpos.com,
Bandung - Pengajian anak di Masjid Jami' Al-Mu'minun, Palasari, dikemas dengan
metode pembelajaran kreatif agar kegiatan mengaji lebih menyenangkan dan mudah
dipahami anak. Berdasarkan pengamatan pada Rabu (16/9/2026), metode tersebut
diterapkan melalui kegiatan bernyanyi, hafalan, serta pembelajaran yang
disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta.
Pada
sesi anak TK, sekitar 10 hingga 15 peserta mengikuti kegiatan bersama pengajar
Ustazah Lia dan Ustazah Lilis. Selain membaca Iqro dan menghafal surat pendek
seperti An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas, anak-anak diajak bersolawat, menghafal
Asmaul Husna, serta mengenal kosakata bahasa Arab melalui nyanyian.
"Metode
bernyanyi digunakan agar proses mengaji lebih efektif, menyenangkan, dan
membantu anak lebih cepat menghafal," kata Ustazah Lia, pengajar pengajian
anak, Rabu (16/9/2026).
Kosakata
bahasa Arab seperti usbuhun yang berarti jari dan famun yang berarti mulut
diperkenalkan melalui lagu agar anak lebih mudah mengingat materi yang
diberikan.
Metode
pembelajaran diterapkan berbeda pada kelompok anak SD. Peserta dikelompokkan
berdasarkan tingkat kelas agar materi dapat disampaikan sesuai kemampuan
masing-masing, dengan kegiatan meliputi membaca surat pendek, menulis ayat
pendek, serta membaca secara bergiliran di hadapan pengajar.
Kelompok
belajar yang lebih kecil membuat proses pembelajaran berlangsung lebih
personal. Anak mendapat kesempatan membaca secara langsung dan memperoleh
perhatian dari pengajar selama kegiatan berlangsung.
Menurut
Ustazah Lia, pengelompokan berdasarkan usia dilakukan untuk memudahkan proses
pengajaran sekaligus penerapan materi kepada anak. Kegiatan tersebut juga
menjadi bagian dari upaya menyebarkan dan menerapkan syariat Islam sebagai
estafet dakwah para ulama.
Reporter:
Namira Khairina Bunga Mulyadi | KPI | 3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar