Dakwahpos.com,
Parakansaat — Masjid Al-Mubarokah Parakansaat rutin menggelar kegiatan
pengajian anak-anak setelah Magrib. Kegiatan mengaji yang telah berlangsung
secara turun-temurun sejak sebelum zaman Belanda tersebut menjadi sarana bagi
anak-anak untuk menambah ilmu keagamaan dan belajar membaca Al-Qur’an sesuai
dengan kemampuan masing-masing.
Kegiatan
mengaji tidak hanya dilaksanakan setelah Magrib. Anak-anak juga mengikuti
kegiatan mengaji setelah Asar hingga sekitar pukul 17.00. Sementara itu,
kegiatan setelah Magrib berlangsung hingga waktu Isya. Selain itu, terdapat
pula kegiatan mengaji setelah Subuh hingga sekitar pukul 06.00.
Pak
Yeppi menjelaskan, tujuan utama kegiatan mengaji adalah untuk menambah wawasan
dan ilmu pengetahuan anak-anak. Selain itu, mengaji juga menjadi salah satu
bentuk rasa syukur atas kesehatan tubuh dan akal yang diberikan.
Dalam
pelaksanaannya, anak-anak dibagi berdasarkan kemampuan mengaji. Ada yang masih
berada pada tahap Iqra dan ada pula yang sudah membaca Al-Qur’an. Pembagian
tersebut dilakukan agar pembelajaran dapat disesuaikan dengan kemampuan
masing-masing anak.
Materi
yang diajarkan meliputi tauhid, fikih, akhlak, dan tajwid. Selain itu,
anak-anak juga mendapatkan pembelajaran hafalan seperti surat-surat dalam
Al-Qur’an, Yasin, Tahlil, dan Juz Amma.
Antusiasme
anak-anak dalam mengikuti kegiatan tersebut juga dinilai sangat baik. Menurut
Pak Yeppi, jumlah peserta pengajian pada masa sebelumnya bahkan pernah mencapai
sekitar 250 anak. Sebagian dari mereka kemudian menyebar ke masjid-masjid lain
setelah berkembang dan membangun tempat mengaji di wilayah masing-masing.
Dalam
mengajar, salah satu tantangan yang dihadapi adalah menghadapi anak-anak dengan
kemampuan yang berbeda-beda. Karena itu, pengajar berusaha menyesuaikan
pembelajaran dengan kemampuan setiap anak dan tidak membuat mereka merasa
kesulitan. Menurut Pak Yeppi, hal yang paling penting adalah adanya kemauan
dari anak untuk terus belajar mengaji.
Pak
Yeppi berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan mengaji dapat meraih
kesuksesan di masa depan. Menurutnya, kesuksesan bukan hanya dalam kehidupan
dunia, tetapi juga dalam kehidupan akhirat. Ia berharap seluruh anak dapat
menjadi pribadi yang baik, saleh, serta sukses di mana pun mereka berada.

Tidak ada komentar
Posting Komentar