Dakwahpos.com, Bandung — Keberadaan Masjid Al-Hudhorie yang terletak di Jalan Babakan Desa RT 01 RW 01, Kelurahan Pasirbiru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, tidak lepas dari peran aktif pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dalam mengelola dan memakmurkan tempat ibadah tersebut.
Dalam menjalankan roda organisasi, DKM Masjid Al-Hudhorie dipimpin oleh Sonny Supena selaku Ketua DKM. Kepengurusan ini juga didampingi oleh dewan Penanggung Jawab dan Penasehat yang diisi oleh Drs. H. Adang Tarya, Dr. H. Aep Sy Firdaus, M.Pd, serta H. Erik Baedeni Amin.
Untuk mendukung operasional harian, tata kelola administratif dan keuangan dipercayakan kepada Ahmad Fajar (Sekretaris) dan Maman Sudirman (Bendahara). Selain itu, terdapat bidang-bidang teknis yang memperkuat pelayanan masjid, di antaranya: Bidang Kerohanian: Ahmad Idu, Bidang Perlengkapan: Iwan Setiawan, Bidang Keamanan: Danang Eka, Bidang Kepemudaan: Irpan Helmi, S.Th.I., M.Ag.
Berdasarkan keterangan dari pengurus DKM saat diwawancarai pada Minggu, 25 Oktober 2026, tata kelola di Masjid Al-Hudhorie berjalan secara fleksibel dan penuh rasa kekeluargaan. Meskipun susunan struktur pengurus telah dibagikan secara formal, seluruh anggota bekerja secara swadaya dan mandiri.
"Pengurusan berjalan secara universal dan fleksibel untuk hal-hal yang diperlukan demi kemakmuran masjid. Kami tidak memiliki aturan tertulis yang kaku, yang penting niatnya ibadah mengurus masjid," ujar pengurus DKM.
Karakter pengabdian ini juga terlihat dari komitmen para pengurus yang tidak pernah mengambil alokasi dana untuk kesejahteraan pribadi. Seluruh sumber daya fokus dialokasikan kembali untuk operasional, perawatan fasilitas, dan kebersihan masjid.
Meskipun keterlibatan pemuda lokal terbilang minim karena keterbatasan jumlah anak muda di lingkungan setempat, DKM tetap berupaya merangkul generasi muda yang ada untuk aktif di sekretariat dan kegiatan masjid.
Selain itu, DKM Masjid Al-Hudhorie sangat menjaga transparansi pengelolaan dana jamaah. Setiap satu minggu sekali, celengan/kotak infak masjid dibuka secara terbuka di area luar masjid dengan disaksikan oleh pengurus dan warga sekitar yang ingin hadir. Pintu masjid pun selalu terbuka lebar untuk berbagai kegiatan pengajian warga, tempat belajar anak-anak, hingga ruang kajian bagi mahasiswa.
Reporter: Jagat Maulana Muhamad, KPI/3A
Tidak ada komentar
Posting Komentar