Mengenal H. Rasyim Al Medi: Dari Sebidang Tanah Wakaf hingga Berdirinya Masjid dan Madrasah Nurul Ilmi

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung - Di balik semaraknya aktivitas keagamaan di Masjid dan Madrasah Nurul Ilmi, Jalan Jembar Wangi RT 05/RW 16, Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung, terdapat sosok pengurus berdedikasi tinggi yang telah mendedikasikan waktu dan tenaga sejak awal mula pembangunan tempat ibadah tersebut. Dialah Haji Rasyim Al Medi, figur sentral yang turut membidani lahirnya masjid ini dari sebidang tanah wakaf hingga menjadi pusat pembinaan umat dan anak-anak santri di kawasan pinggiran kota.

Ditemui usai mengikuti rangkaian pengajian subuh dan sarapan bersama jemaah pada Minggu (25/10/2026), pria yang akrab disapa Pak Haji ini menceritakan kembali jejak awal perjuangannya. Cikal bakal berdirinya Masjid Nurul Ilmi bermula dari ketersediaan sebidang tanah wakaf seluas 20 tumbak atau sekitar 280 meter persegi. Berbekal amanah tersebut, beliau bersama Ketua DKM terpanggil untuk merintis, memperjuangkan, dan membangun masjid secara swadaya dari nol.

“Saya bertahan dari awal masjid ini belum ada. Saya dan Ketua DKM yang memperjuangkan dan mengusahakan untuk membangun masjid ini dari awal,” ungkap  Pak Rasyim.

Dalam struktur kepengurusan saat ini, Rasyim Al Medi mengemban amanah sebagai bendahara masjid. Di balik perannya yang krusial dalam mengelola keuangan umat, beliau mengaku senantiasa merasakan kebahagiaan batin yang luar biasa. Baginya, melihat ramainya anak-anak santri yang belajar, membludaknya jemaah yang hadir, serta lancarnya berbagai program kegiatan ibadah harian merupakan kebahagiaan terbesar yang mengalahkan segalanya.

Kendati demikian, perjalanan panjang mengurus fasilitas keagamaan di kawasan pinggiran kota tentu tidak lepas dari dinamika dan tantangan tersendiri. Rasyim Al Medi menyebutkan bahwa duka atau tantangan yang kerap dihadapi biasanya datang dari hal-hal di luar rencana, seperti kedatangan pihak luar yang datang silih berganti untuk meminta bantuan. Meski demikian, ujian tersebut dihadapi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan demi menjaga kemaslahatan masjid.

Menutup perbincangannya, Rasyim Al Medi menitipkan pesan penting yang ditujukan khusus bagi generasi muda serta para santri di lingkungan Masjid Nurul Ilmi. Beliau berharap agar para pemuda kelak siap tampil sebagai generasi penerus estafet kepengurusan masjid. Terlebih, fasilitas dan bimbingan ilmu agama di tempat tersebut sudah tersedia secara memadai dengan dukungan para pengajar yang kompeten.

“Pesan saya untuk jemaah dan anak-anak santri, agar mereka bisa meneruskan kepengurusan di sini. Di sini tidak kekurangan ilmu-ilmu agama dan pengajarnya. Mudah-mudahan ada penerus yang bisa terus mengurus masjid dan mengamalkan ilmu-ilmu agama yang ada di sini,” pungkasnya penuh harap.

Reporter: Alpiyan Pasha, KPI/3D


Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos