Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Al-Munawwarah Gegebage menjadi saksi bagaimana khotbah Jumat disampaikan dengan pesan mendalam tentang pentingnya menumbuhkan cinta kepada Rasulullah saw. Dalam khotbahnya, khatib mengawali dengan mengingatkan jamaah akan limpahan kenikmatan utama yang pernah didapat, yakni kenikmatan iman dan Islam. Langkah kaki para jamaah menuju rumah Allah diyakini menjadi penggugur dosa sekaligus pembuka pintu rahmat dan ampunan (maghfirah) Allah Swt.
Khatib kemudian menonjolkan tiga tanda utama cinta kepada Nabi. Mengutip hadis Rasulullah saw, “Man ahabban kana ma'a fil-jannah” (Barang siapa yang mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga), ia menegaskan bahwa setiap muslim wajib menumbuhkan rasa cinta kepada Nabinya. Cinta tersebut tidak cukup berhenti pada ucapannya, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Tanda pertama adalah mencintai para ulama dan orang bertakwa. Para ulama disebut sebagai warasatul anbiya atau pewaris para nabi. Mencintai ulama dan orang-orang yang teguh menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya merupakan cerminan dari kecintaan kepada Rasulullah. Khatib juga menyinggung tradisi mengagungkan kelahiran Nabi (Maulid) yang dicontohkan para ulama sebagai ikhtiar agar diwafatkan dalam keadaan membawa iman dan Islam.
Tanda kedua adalah memperbanyak bacaan shalawat. Sesuai ungkapan bahwa seseorang akan sering menyebut apa yang dicintainya, seorang muslim yang mencintai Rasulullah akan selalu membasahi lidahnya dengan salawat serta mengkaji kisah teladan beliau. Salawat menjadi bukti merekat batin antara umat dan Nabinya.
Tanda ketiga, yang disebut sebagai tanda cinta tertinggi, adalah menghidupkan sunah-sunah Rasulullah saw. dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meneladani perilaku dan mengamalkan sunah, seorang muslim berharap diakui sebagai umatnya dan mendulang syafa'atul 'uzma (syafaat yang agung) di hari kiamat.
Khotbah tersebut juga menekankan bahwa momentum shalat Jumat menjadi sarana penguatan rasa cinta kepada Rasulullah saw. Umat Islam diharapkan mampu membawa nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Khatib diakhiri khotbahnya dengan doa agar seluruh jamaah senantiasa diberi keteguhan iman dan ketakwaan. Harapan besar yang disampaikan agar keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat dapat dicapai melalui penguatan cinta kepada Rasulullah.
Melalui pesan khotbah ini, jamaah Masjid Al-Munawwarah Gegebage diajak untuk tidak hanya memahami cinta kepada Rasulullah sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadikannya sebagai landasan amal dalam kehidupan sehari-hari.
Wartawan: Muhammad Zakky Alkhoeri, KPI/3C

Tidak ada komentar
Posting Komentar