Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Ikomah Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung memiliki sejarah panjang yang tidak terlepas dari perjalanan berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Berawal dari bangunan sederhana dengan kapasitas sekitar 500 orang, masjid ini tumbuh melalui semangat kebersamaan dan kontribusi orang tua mahasiswa hingga menjadi bagian penting dari kehidupan keagamaan di lingkungan kampus. Sejarah tersebut disampaikan oleh Zainal Muttaqin, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Ikomah, dalam wawancara pada Selasa, 27 Oktober 2026, di ruang DKM Masjid Iqomah.
Menurut Zainal, keberadaan masjid ini bermula seiring dengan berdirinya IAIN. Pada masa awal, bangunan masjid masih berukuran relatif kecil dan memiliki daya tampung sekitar 500 jamaah. Seiring perkembangan kampus dan kebutuhan masyarakat akademik terhadap fasilitas ibadah, masjid ini menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas keagamaan mahasiswa dan sivitas akademika.
Pada 1984, masjid tersebut secara resmi menggunakan nama Masjid Ikomah. Nama Ikomah merupakan akronim dari "Ikatan Keluarga Orang Tua Mahasiswa" yang mencerminkan keterlibatan orang tua mahasiswa dalam sejarah pendirian dan pembangunan masjid. Penamaan ini sekaligus menjadi pengingat atas semangat gotong royong yang melandasi keberadaan masjid sejak awal.
Proses pembangunan Masjid Iqomah dilakukan melalui partisipasi bersama, terutama dengan melibatkan orang tua mahasiswa. Pendanaan dihimpun dari berbagai sumbangan, termasuk kontribusi orang tua mahasiswa serta bantuan dari pihak luar. Zainal juga menceritakan keterlibatannya dalam memberikan sumbangan melalui mekanisme pemotongan dana yang berlangsung selama kurang lebih empat hingga lima tahun. Hal tersebut menggambarkan besarnya peran kolektif dalam mendukung pembangunan masjid pada masa itu.
Dalam perjalanan sejarahnya, kepengurusan DKM Masjid Iqomah telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan. Zainal Muttaqin tercatat sebagai ketua DKM yang ketujuh, berdasarkan perkiraan riwayat kepengurusan yang disampaikannya. Ia mulai menjabat pada September 2024 dan melanjutkan pengelolaan masjid dengan tanggung jawab menjaga keberlangsungan fungsi serta kegiatan keagamaan di lingkungan kampus.
Sejarah Masjid Ikomah menunjukkan bahwa keberadaan sebuah masjid tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada dukungan, kepedulian, dan kebersamaan berbagai pihak. Dari bangunan sederhana yang didirikan pada masa awal IAIN hingga menjadi bagian dari kehidupan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Masjid Ikomah menyimpan jejak partisipasi orang tua mahasiswa dan perjalanan panjang pengabdian umat. Nilai kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah yang terus melekat pada masjid hingga saat ini.
Reporter: Khatamul Aulad Sabakinkin Adzikri KPI 3B

Tidak ada komentar
Posting Komentar