Dakwahpos.com, Subang - Puluhan jemaah mengikuti kajian tafsir yang disampaikan Ustaz Titin Marfudin di Masjid Besar Al-Ikhlas Sagalaherang, Subang. Sabtu (19/19/2026). Kajian kali ini mengupas Surah Al-An'am ayat 98 dan 99, dua ayat yang berbicara tentang asal usul penciptaan manusia dan turunnya hujan sebagai sumber kehidupan tumbuh-tumbuhan.
Dalam ceramahnya, penceramah menjelaskan bahwa ayat 98 merupakan peringatan agar manusia merenungkan dirinya sendiri. Ia menerangkan bahwa seluruh umat manusia berasal dari satu jiwa, yaitu Nabi Adam, lalu berkembang melalui proses penciptaan di dalam rahim: dari air mani menjadi segumpal darah, kemudian segumpal daging, hingga ditiupkan ruh. Menurutnya, kesadaran atas asal usul yang sederhana itu semestinya menutup pintu kesombongan dan menumbuhkan bakti kepada orang tua, terutama kepada ibu yang mengandung selama sembilan bulan dalam keadaan payah.
"Lamun urang apal yen bahan baku jelema teh ngan saukur cai mani anu dititipkeun dina rahim indung, moal mungkin urang ngarasa sombong, moal mungkin kaluar kecap anu nyakitan ka hiji indung," ujar Titin Marfudin di hadapan jemaah.
Beralih ke ayat 99, penceramah menguraikan bahwa Allah menurunkan air hujan dari langit sebagai sebab tumbuhnya beragam tanaman. Ia mengaitkan hal ini dengan tugas para malaikat, di antaranya Mikail yang ditugasi mengatur rezeki bagi makhluk. Proses tumbuhnya biji menjadi tunas hijau, berbunga, berbuah muda, hingga masak, disebutnya sebagai bukti nyata kekuasaan Allah yang bisa disaksikan setiap hari.
Agar lebih dekat dengan pengalaman jemaah, penceramah menyandingkan contoh kurma, anggur, zaitun, dan delima dalam Al-Qur'an dengan tanaman yang akrab di lingkungan sekitar, seperti pisang, kelapa, rambutan, mangga, singkong, hingga mentimun. Ia juga mengutip nasihat Syekh Ibrahim al-Laqani dalam Jauharah at-Tauhid, yang menganjurkan manusia bertafakur mulai dari dirinya sendiri, lalu memandang alam di atas, kemudian alam di bawah.
Kajian ditutup dengan pengingat bahwa tanda-tanda kebesaran Allah hanya bermakna bagi orang yang beriman dan mau berpikir. Penceramah menilai banyak orang berhenti pada kenikmatan lahiriah, menikmati buah tanpa sampai pada keyakinan kepada Sang Pencipta. Ia berharap jemaah Masjid Besar Al-Ikhlas semakin yakin akan kuasa Allah dan istikamah menjalankan perintah-Nya.
Reporter: Naura Haila / KPI 3C

Tidak ada komentar
Posting Komentar