Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair Ingatkan Bahaya Kezaliman yang Bisa Bangkrutkan Pahala Ibadah

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung-Masjid Ilaa Khoiri Ummah Pasir Biru menggelar salat Jumat rutin dengan mengangkat tema hakikat kebangkrutan di akhirat, Jumat (18/09/2026). Khutbah disampaikan oleh Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair, S.Hum., dan diikuti oleh jemaah yang memadati masjid untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah.

Dalam khutbahnya, Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair mengajak jemaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan sebenar-benarnya takwa, yakni menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair mengutip sebuah Hadis riwayat Imam Muslim yang menceritakan ketika Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabatnya, "Atadruna mal muflis?" atau "Tahukah kalian siapa orang yang muflis (bangkrut)?"

Para sahabat pun menjawab bahwa orang muflis adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta benda. Namun, Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair menjelaskan bahwa jawaban tersebut ternyata bukan yang dimaksud oleh Rasulullah saw.

"Innal muflisa min ummati ya'ti yaumal qiyamah bi shalatin wa siyamin wa zakatin," ujar Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair mengutip sabda Rasulullah saw., yang menjelaskan bahwa orang yang bangkrut dari umatnya justru akan datang di hari kiamat dengan membawa pahala salat, puasa, dan zakat yang banyak.

Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair menerangkan bahwa pahala-pahala tersebut dapat bangkrut karena pemiliknya pernah berbuat zalim kepada orang lain, di antaranya mencaci, menuduh tanpa bukti, memakan harta orang lain, menumpahkan darah, hingga menyakiti orang lain secara fisik maupun nonfisik. Ia menambahkan, apabila pahala kebaikan orang tersebut telah habis untuk menebus kezalimannya sementara dosanya masih tersisa, maka dosa-dosa orang yang dizaliminya akan dilimpahkan kepadanya hingga menyeretnya ke dalam neraka.

Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair juga menegaskan bahwa ibadah yang benar seharusnya melahirkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengutip Surat Al-'Ankabut ayat 45, Innas shalata tanha 'anil fahsya'i wal munkar, yang menyebutkan bahwa salat sesungguhnya mencegah perbuatan keji dan mungkar. Menurutnya, orang yang melaksanakan salat, puasa, dan zakat dengan benar mustahil menzalimi orang lain. Ia pun mengajak jemaah untuk introspeksi diri, apakah ibadah yang selama ini dikerjakan telah sesuai tuntunan atau hanya sekadar ingin dilihat orang lain.

Di akhir khutbah, Ustaz Fattah Fadhila Abulkhair mendoakan seluruh jemaah agar tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang muflis atau bangkrut di akhirat kelak akibat kezaliman terhadap sesama.

Reporter: Alya Hamidah, KPI3/C

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos