Dakwahpos.com, Bandung— Mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak bukan hanya tentang bagaimana membuat mereka bisa membaca setiap hurufnya dengan baik. Akan tetapi, pengajian juga menjadi salah satu jalan untuk mengenalkan Al-Qur’an kepada anak-anak sekaligus menanamkan akhlak mulia sejak usia dini. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pengajian anak-anak di Masjid Jami Al-Ijtihad, Cipadung Wetan, pada Jumat (25/9/2026).
Pengajian ini sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun lamanya dan sudah melewati beberapa generasi anak-anak di sekitar masjid. Ibu Yuyu Rahayu, salah satu pengajar, mengatakan banyak anak yang dulu belajar mengaji di sana sekarang sudah melanjutkan sekolah hingga SMA bahkan perguruan tinggi. Menurutnya, pengajian ini dijalankan karena ingin mengabdi dan membantu anak-anak agar tidak buta huruf Al-Qur’an. “Kita kewajiban khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baiknya orang itu yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain sampai ke akhirat,” ujar Ibu Yuyu Rahayu.
Dalam proses mengajinya, anak-anak tidak langsung dinaikkan dari satu jilid Iqra ke jilid berikutnya. Jika masih belum paham, bacaannya akan diulang sampai anak tersebut benar-benar bisa membacanya sendiri. Setelah bisa membaca Al-Qur’an, anak-anak juga diajarkan tajwid dan makhraj serta hafalan surat-surat pendek dari Juz 30. “Saya tidak akan naikin ke Iqra empat kalau Iqra tiga belum bisa,” ujar Ibu Yuyu Rahayu.
Selain mengaji, anak-anak juga diberi pengajaran tentang akhlak. Hal ini agar belajar Al-Qur’an tidak hanya membuat anak mampu membaca, tetapi juga mempunyai sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajarkan untuk menghormati orang tua dan guru. Ibu Yuyu Rahayu juga mengatakan bahwa pendidikan di masjid tetap harus dibersamai dengan pendidikan dari keluarga karena orang tua merupakan pendidik utama bagi anak di rumah.
Agar anak-anak lebih mudah mengikuti hafalan, surat-surat pendek juga diajarkan dengan irama. Anak-anak yang masih kecil bisa mengikuti bacaan tersebut melalui pendengaran dan pengulangan. Dari pembelajaran itu, Ibu Yuyu Rahayu berharap anak-anak bisa tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan mempunyai akhlak yang baik. “Mudah-mudahan menjadi anak yang saleh atau salehah, menjadi generasi penerus untuk meneruskan negara kita Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tutur Ibu Yuyu Rahayu.
Pengajian yang dilaksanakan hampir setiap hari ini juga memiliki kegiatan lain untuk anak-anak, terutama saat Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Kegiatannya seperti Muharram dan Rajaban, kemudian ada juga penampilan hafalan dan pawai obor keliling. Ibu Yuyu Rahayu berharap semakin banyak orang yang ikut membantu, terutama dari kalangan generasi muda dan mahasiswa, supaya proses belajar anak-anak bisa lebih terbantu. Ia juga mengajak anak-anak untuk terus dekat dengan Al-Qur’an, taat kepada Allah dan Rasul, serta menghormati orang tua dan guru. “Taat kepada Allah, kepada Rasul, dan hormat kepada orang tua dan guru, insya Allah sukses dunia akhirat,” ujar Ibu Yuyu Rahayu.
Tidak ada komentar
Posting Komentar