Dakwahpos.com, Bandung – Pengajian jum'at shubuh jama'ah As-sa'adah
kembali digelar dengan tema, "Kemukjizatan Al-Qur'an" di Masjid
As-sa'adah Bandung, Jum'at (11/09/2026). Kajian ini menghadirkan Ustadz Yusuf
Badri, M.Ag. serta diikuti oleh jama'ah ibu-ibu dan bapak-bapak Masjid
As-sa'adah Bandung.
Dalam ceramahnya, Ustadz Yusuf membuka kajian dengan membahas
banyaknya ayat yang berkaitan dengan hal-hal ghaib. "Ghaib teh nyaeta
sagala sesuatu anu teu bisa dijangkau ku tingal manusa", Ujarnya. Menurut
Ibnu Abbas Hal-hal ghaib tersebut merujuk pada keberadaan surga, neraka,
jembatan sirat, timbangan amal, kebangkitan, serta hisab di akhirat. Seseorang
hanya akan mengetahui akan hal-hal ghaib melalui wahyu Allah Swt.
Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hal gahib tersebut ada pada
Q.s An-Nahl:65 yang artinya "Katakanlah lagi: Tiada sesiapapun di langit
dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib melainkan Allah!" Dan
tiadalah mereka menyedari bilakah masing-masing akan dibangkitkan hidup semula
(sesudah mati)". Ustadz Yusuf memaparkan bahwa ghaib terbagi kepada dua
macam, yaitu ghaib mutlak dan ghaib nisbi. Ghaib mutlak ialah hal-hal yang
tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, seperti halnya hari kiamat, ruh,
serta takdir bagi makhluk yang Allah ciptakan.
Pembahasan yang berkaitan dengan ghaib nisbi dimulai dengan
pembacaan Q.s Ali-Imran:44. Ghaib nisbi adalah perkara ghaib yang bersifat
relatif, artinya tersembunyi bagi sebagian makhluk tetapi dapat diketahui oleh
sebagian makhluk lainnya. Contoh dari ghaib nisbi itu sendiri ialah seperti
wahyu Allah kepada Rasulullah, perstiwa atau kisah terdahulu yang ada di
Al-Qur'an, ilmu pengetahuan yang baru ditemukan di zaman sekarang ini.
Lebih lanjut, Ustadz Yusuf memaparkan akan keberadaan
makhluk-makhluk ghaib yang telah disebutkan didalam Al-Qur'an. Ustadz Yusuf
memberikan dua contoh akan makhluk ghaib ialah malaikat dan jin.
"Rasulullah Saw nguningakeun rehna malaikat teh diciptakeun ku Allah tina
cahaya." Yang bermakna bahwa dalam sebuah hadis Rasulullah memberitahu
bahwa malaikat diciptakan oleh Allah dari cahaya, ujarnya.
Selanjutnya ayat Al-Qur'an yang menjelaskan akan penciptaan
malaikat ialah ada pada Q.s Fathir:1 yang berisikan akan penciptaan malaikat
yang memiliki jumlah sayap yang berbeda-beda. Ustadz Yusuf menyampaikan akan
kebesaran sayap yang dimiliki oleh malaikat jibril, ia mengatakan "Jadi
upami dibentangkeun sayap sadayana nu malaikat Jibril dunia karuntuk poek,
lamun malaikat Jibril ngabeuntangkeun saya sadayana." Yang menandakan
bahwa besarnya satu sayap malaikat dapat diibaratkan layaknya besar langit dan
bumi.
Sementara itu penciptaan jin oleh Allah berasal dari api yang tidak
berasap, seperti halnya api yang tidak berasap ketika sedang memotong besi.
Pembagian Jin sendiri ada tiga macam, lanjutnya. Pertama jin yang memiliki
sayap untuk terbang, kedua jin yang menyerupai hewan atau manusia, dan yang
ketiga kelompok jin yang suka berdiam disuatu tempat.
Disebutkan dalam sebuah surat bahwa jin pula memiliki tugas yang
sama seperti manusia, ialah untuk beribadah kepada Allah. Didalam Q.s Jin : 11
bahwa jin terbagi kepada golongan jin yang sholeh dan memiliki ketakwaan, ada
pula jin yang tidak sholeh juga durhaka.
Sebagaimana iblis yang berasal dari golongan Jin disebutkan didalam
Q.s Al-Kahfi:50. Selain itu jin terbagi kepada jin laki-laki dan perempuan, dan
mereka pun hidup secara berkelompok.
Pembahasan ditutup dengan pesan ustadz kepada para jama'ah untuk
dapat memperdalam Al-Qur'an melalui kajian-kajian yang telah dipaparkan
sebelumnya karena kita memiliki iman untuk dapat memperdalamnya.
Reporter: Jihan Firasyan Zulkarnaen, KPI/3C
Tidak ada komentar
Posting Komentar