Dakwahpos.com, Bandung- khutbah Jumat di Masjid Jami Al-Husna
membahas pentingnya ketakwaan kepada Allah SWT serta sebab-sebab doa sulit
dikabulkan. Jemaah diajak untuk meningkatkan kualitas ibadah, menjauhi maksiat,
dan melakukan introspeksi terhadap diri sendiri.
Ustaz Muhtadin hadir sebagai khatib dalam khutbah Jumat. Khutbah
diawali dengan puji syukur kepada Allah serta selawat kepada Nabi Muhammad saw,
para sahabat, tabiin, dan seluruh umatnya. Khatib kemudian menyampaikan wasiat
kepada dirinya sendiri dan para jemaah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah
SWT.
Khatib menjelaskan bahwa ketakwaan dapat mendorong seseorang untuk
bersungguh-sungguh dalam beribadah serta menjadi benteng dari perbuatan dosa
dan maksiat. Dengan takwa, umat Islam diharapkan menjadi semakin mendekatkan
diri kepada Allah SWT.
Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan jemaah tentang janji Allah
SWT melalui firman-Nya yang berarti berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan
mengabulkan bagimu. “Urang sadayana kedah ngajamin kana janji Allah Subhanahu
wa ta'ala kalayan urang yakin yen Allah Subhanahu wa ta'ala mustahil bakal
jalir tina janji ngajina, subhanallah,” ujar ustaz Muhtadin dalam khutbahnya.
“kita harus yakin sama janji Allah SWT, mustahil Allah melanggar janji-Nya,”
(25/9/26).
Khatib kemudian menyebutkan sepuluh hal yang menjadi penyebab doa
sulit dikabulkan berdasarkan penjelasan Ibrahim bin Adham. Di antaranya adalah
mengaku beriman tetapi tidak melaksanakan ibadah kepada-Nya, membaca Al-Qur’an
tetapi tidak mengamalkannya isinya, menyatakan iblis adalah musuh tetapi justru
menuruti segala perintahnya, serta mengaku cinta kepada Nabi Muhammad tapi
meninggalkan ajaran-ajaran beliau.
Selain itu, jemaah diingatkan agar tidak terus-menerus melakukan
maksiat meskipun takut terhadap api neraka, selalu mengerjakan amal saleh untuk
persiapan menjemput ajal, tidak selalu mencari-cari kesalahan orang lain, serta
untuk selalu bersyukur atas segala rezeki yang Allah berikan.
Khatib juga mengingatkan untuk menjadikan kematian sebagai
pelajaran dan pengingat untuk terus memperbaiki diri.
Khutbah ditutup dengan doa agar Allah SWT mengampuni dosa,
kesalahan, dan kekurangan dalam amal ibadah seluruh jemaah. Setelah khutbah
kedua dan doa selesai, iqamah dikumandangkan sebagai tanda dimulainya salat
Jumat.
Reporter: Amira Zahrunnisa, KPI/3C

Tidak ada komentar
Posting Komentar