Kajian di Masjid Besar Soreang Bahas Lima Keselamatan di Dunia dan Akhirat

Klik untuk membaca artikel.

 


Dakwahpos.com, Soreang — Masjid Besar Soreang menjadi tempat berlangsungnya pengajian yang dihadiri warga sekitar pada Minggu (13/9/2026). Pengajian yang berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang tersebut membahas lima keselamatan di dunia dan lima keselamatan di akhirat yang disampaikan oleh Ustadzah Ai.
 
Dalam kajian tersebut, Ustadzah Ai menjelaskan bahwa terdapat lima hal yang menjadi bagian dari keselamatan manusia selama berada di dunia. Kelima hal itu meliputi ilmu, ibadah, rezeki yang halal, sabar dalam menghadapi kesulitan, serta bersyukur atas nikmat Allah.

“Ilmu yang dimaksud bukan hanya sekadar mengetahui sesuatu, tetapi ilmu yang dapat diamalkan dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar Ustadzah Ai. Ia juga menjelaskan bahwa ilmu diperlukan sebelum seseorang menjalankan ibadah agar ibadah tersebut dilakukan berdasarkan pemahaman yang benar.
 
Selain ilmu, ibadah menjadi bagian kedua dari keselamatan di dunia. Ibadah merupakan bentuk penghambaan kepada Allah yang diharapkan dapat membuat seseorang semakin dekat kepada-Nya dan memiliki sifat tawadu.
 
“Ibadah tidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih baik dibandingkan orang lain,” ungkap Ustadzah Ai dalam kajian tersebut, Minggu (13/9/2026).
 
Keselamatan ketiga yang disampaikan adalah rezeki yang halal. Ustadzah Ai menekankan bahwa seseorang tidak hanya perlu memperhatikan banyak atau sedikitnya harta, tetapi juga cara memperoleh harta tersebut. Harta yang diperoleh dengan cara tidak halal tetap harus dipertanggungjawabkan meskipun digunakan untuk kegiatan kebaikan.
 
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya banyak atau sedikitnya harta, tetapi juga cara memperoleh harta tersebut,” jelas Ustadzah Ai saat menyampaikan kajian di Masjid Besar Soreang, Minggu (13/9/2026).
 
Selanjutnya, keselamatan keempat adalah sabar dalam menghadapi kesulitan. Menurut Ustadzah Ai, kesabaran tidak berarti hanya berdiam diri tanpa melakukan usaha, tetapi harus disertai dengan ikhtiar. Ia mencontohkan bahwa menjaga jarak dan mengurangi kerumunan ketika menghadapi wabah dapat menjadi bagian dari usaha menjaga keselamatan.

“Kesabaran harus disertai dengan ikhtiar,” ujar Ustadzah Ai dalam kajian tersebut, Minggu (13/9/2026).
 
Keselamatan kelima di dunia adalah bersyukur atas nikmat Allah. Jamaah diajak untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan serta menjaga sikap rendah hati sebelum pembahasan dilanjutkan pada lima keselamatan di akhirat.
Lima keselamatan di akhirat yang disampaikan meliputi mendapatkan rahmat dan kelembutan ketika menghadapi kematian, ketenangan di alam kubur, keamanan ketika terjadi huru-hara di akhirat, ampunan Allah, serta dapat melewati Shirath dengan selamat.
 
“Selama masih hidup, manusia harus terus berusaha memperbaiki diri dan kembali kepada Allah,” pesan Ustadzah Ai kepada jamaah di akhir kajian. 

Ia juga mengingatkan agar manusia tidak meremehkan kebaikan sekecil apa pun dan tidak menganggap ringan dosa yang dilakukan secara terus-menerus.
Di akhir kajian, jamaah diajak untuk terus meningkatkan ketakwaan dan tidak berhenti bertaubat kepada Allah. Pesan tersebut menjadi penutup kajian yang menekankan pentingnya memperbaiki diri dan kembali kepada Allah selama masih diberikan kesempatan untuk hidup.

Reporter: Nauri Ramadhani, KPI/3C

 

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos