Dakwahpos.com, Bandung – Dr. H. Subhan Sofhian, M.Pd. mengajak jamaah mengamalkan
empat amalan penarik rezeki menurut Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam khotbah Jumat
bertajuk “Empat Hal Penarik dan Pembuka Rezeki Menurut Imam Ibnu Qayyim Al-
Jauziyyah” di Masjid Jami' Al-Jihad, Jumat (25/09/2026).
Dalam khotbahnya, Dr. H. Subhan Sofhian, M.Pd. membuka dengan mengajak jamaah
bersyukur atas usia dan kesempatan beribadah yang masih Allah Swt. berikan, serta
bersalawat kepada Nabi Muhammad saw. Ia menekankan pentingnya meningkatkan
ketakwaan, yakni melaksanakan seluruh perintah Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya.
Ia melanjutkan pembahasan dengan mengutip QS. Hud ayat 6 tentang jaminan rezeki bagi
seluruh makhluk, termasuk binatang melata. Ia menjelaskan bahwa rezeki setiap manusia
bahkan telah dicatatkan malaikat sejak usia kandungan empat bulan. “Orang yang percaya
dan yakin akan rezeki yang diberikan oleh Allah Swt., dia tidak akan takut tidak kebagian
rezeki,” ujarnya. Ia juga mengingatkan jamaah agar tidak melunturkan keimanan dengan
membanding-bandingkan rezeki dengan orang lain. Memasuki inti khotbah, ia memaparkan empat cara membuka rezeki menurut Ibnu Qayyim
Al-Jauziyyah. Amalan pertama adalah qiyamul lail, yakni membiasakan diri bangun malam
untuk melaksanakan salat tahajud walau hanya dua rakaat. Menurutnya, kebiasaan ini
merupakan kebiasaan orang-orang saleh yang akan diangkat kedudukannya oleh Allah Swt.
Amalan kedua, lanjutnya, adalah memperbanyak istighfar. Ia mencontohkan Rasulullah saw.
yang tidak kurang dari 70 kali beristighfar setiap hari meski tidak memiliki dosa.
“Sesungguhnya seorang hamba itu akan terhalang rezekinya sebab dia melakukan dosa,”
katanya, mengutip sebuah hadis. Ia menambahkan bahwa rezeki tidak hanya berupa harta,
tetapi juga kesehatan, semangat beribadah, anak saleh, dan sahabat yang baik.
Amalan ketiga adalah bersedekah secara rutin, sekalipun dengan nominal kecil. Ia
menegaskan bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, sebaliknya harta yang
tidak pernah disedekahkan berpotensi habis melalui cara lain yang Allah Swt. kehendaki. Ia
menambahkan bahwa sedekah juga bisa berupa pikiran dan semangat, tidak melulu harta.
Amalan keempat, yakni zikrullah atau senantiasa mengingat Allah Swt. dalam kondisi apa
pun, baik berdiri, duduk, maupun berbaring. Ia menyebut hati orang yang selalu berzikir akan
merasa tenang. Khotbah ditutup dengan ajakan agar jamaah mulai membiasakan empat
amalan tersebut, meski belum terbiasa, disertai doa agar Allah Swt. melimpahkan
keberkahan.
Tidak ada komentar
Posting Komentar