Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren As-Salafi Ar-Raaid di Kelurahan Cipadung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren As-Salafi Ar-Raaid di Kelurahan Cipadung. Tampilkan semua postingan

Sejarah Pondok Pesantren Salafy Ar-Raaid, Tumbuh Bersama Kawasan Pendidikan Cipadung


Dakwahpos.com, Bandung — Pondok Pesantren As-Salafi Ar-Raaid di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, menyimpan perjalanan panjang dalam membina santri dan mahasiswa. Pesantren ini berdiri pada 5 September 2012 atau 18 Syawal 1433 H dan terus berkembang hingga sekarang.

Pesantren pusat berlokasi di Jalan A.H. Nasution, Gang Kujang, Kampung Cisalatri. Lokasinya sangat dekat dengan kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sekitar lima menit berjalan kaki dari Kampus I. Karena itu, pesantren ini banyak dikenal sebagai tempat mondok mahasiswa.

Pesantren ini dipimpin oleh Ustazah Euis Susilawati bersama Pangersa Bapa. Dalam menjalankan kegiatan pesantren, pimpinan dibantu pengurus ustaz dan ustazah, di antaranya Ustazah Dini Amalia, Tiara Dwi, dan Ustaz Dhika Permana, serta jajaran pengurus lainnya.

Sejak awal, Ar-Raaid mengembangkan pendidikan salafi dengan pengkajian kitab kuning atau kitab turats. Pesantren ini berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan berpegang pada manhaj Ahlussunnah Waljamaah An-Nahdliyah. Pembinaan santri menekankan akhlak. Pesantren ini bahkan disebut sebagai “laboratorium akhlak”.

Dalam perkembangannya, Ar-Raaid tidak hanya membuka program pengajian bagi mahasantri. Pesantren ini juga mengelola SMP-SMA Unggulan yang memadukan kurikulum Kemendikbud, Kemenag, pesantren salafi, dan tahfidz Al-Qur’an. Sekolah tersebut berada di Komplek Patra Asri, Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan. Pesantren juga menyediakan program santri non mukim bagi masyarakat yang ingin mengaji tetapi tidak bisa menetap di pondok.

Selain pembelajaran agama, santri dibekali pelajaran bahasa Arab dan Inggris serta pendidikan karakter. Amaliah khas Ahlussunnah Wal Jama’ah, seperti istighosah, shalawat, riyadhoh, dan ziarah wali, juga dilestarikan di pesantren ini.

Hingga kini, Ar-Raaid tidak hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga bagian dari perjalanan dakwah dan pendidikan Islam di Bandung Timur. Pesantren ini diharapkan terus melahirkan generasi berilmu dan berakhlak.

 

Reporter :Pili Alvina /KPI3A

 

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos