Tampilkan postingan dengan label Nur Fadilah Cinunuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nur Fadilah Cinunuk. Tampilkan semua postingan

Ustad Shohib: Ciri Seorang Muslim Adalah Ibadah

Dakwahpos.com, Bandung - Sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita melaksanakan ibadah, baik ibadah yang bersifat lahiriyah maupun batiniyah. Dengan melaksanakan ibadah kita bisa menjadi seorang muslim sejati. Karena ibadah sendiri merupakan salah satu ciri dari seorang muslim. Hal itu disampaikan oleh ustaz Shohib dalam khutbahnya di Masjid Nur Fadilah Cinunuk (15/11/2024).

Dalam khutbahnya ustaz Shohib menegaskan bahwa salah satu ciri seorang muslim adalah dengan ibadah. Beliau juga menuturkan dalam Al-Qur'an Surah Al-Hajj ayat 77. Ibadah sendiri berasal dari Bahasa arab Abada yang berarti merendahkan diri, berkhidmat, patuh dan taat. 

Hal pertama yang ada pada diri kita adalah keimanan akan adanya Allah Swt. Keimanan akan qudrot dan irodatnya Allah Swt. Namun, keimanan saja tidaklah cukup tanpa adanya pembuktian yang nyata, pembuktian tersebut yang dinamakan ibadah. "keimanan dan keislaman saja tidak cukup untuk menunjukan seorang muslim tanpa adanya pembuktian, tanpa adanya kenyataan yang sesuai dengan fakta" ujar Ustaz Shohib. 
 
Selain itu dalam khutbahnya beliau juga mengingatkan kapada Jemaah sholat Jumat agar dalam beribadah tanpa menghitung timbal balik dan keuntungan dan kerugian bagi dirinya sendiri.
Ibadah juga harus dilaksanakan dengan hati yang tulus dan Ikhlas dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, dengan hati yang Ikhlas sebagai pengabdian hamba kepada tuhannya. Ustaz Shobib juga menambahkan bagi seorang muslim hendaknya berdoa "robbana innana sami'na munaadiyay yunadi lil Imani an aaminuu birobbikum faamanna". 

Dengan adanya khutbah ini dapat mengingatkan kepada seorang muslim umumnya dan kepada Jemaah Sholat Jumat Masjid Nur Fadilah Cinunuk khususnya untuk lebih giat dalam melaksanakan ibadah sebagai pembuktian seorang muslim.

Muhamad Alan Azizal KPI 3/A

Kompak, Masyarakat Cipadati Bagikan Makanan Gratis Bagi Jemaah Masjid Nur Fadilah Cinunuk

Dakwahpos.com, Bandung – Masyarakat Cipadati kompak mengadakan makanan gratis bagi jemaah Masjid Nur Fadilah Cinunuk. Makanan gratis tersebut dibagikan kepada jemaah setelah pembacaan surah Yasin dan tahlil di Masjid Nur Fadilah Cinunuk pada malam Jumat (7/11/2024).

Pembagian makanan gratis tersebut sudah berjalan kurang lebih tiga tahun. Iswani, salah satu jemaah menuturkan bahwa respon masyarakat sangat baik dalam kegiatan ini, "selain kita menambah ilmu tetapi kita juga menjalin silaturahmi dan berbagi bersama" ujar Iswani. Ia juga merupakan penitia penggalangan dana untuk kegiatan pembagian makanan gratis ini, ia seringkali mengajak ibu-ibu jemaah majelis taklim Nur Fadilah untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk kegiatan berbagi makanan gratis. 
 
"Saya sebenarnya disini yang mengajak ibu-ibu menggalang dana, siapa yang punya uang mau sepuluh ribu, mau lima ribu, saya kumpulin untuk masak bersama" ujar Iswani. 
 
Adapun donatur kegiatan berbagi makanan gratis ini bukan hanya dari ibu-ibu majelis taklim Nur Fadilah saja tetapi donatur Masjid Nur Fadilah juga ikut andil dalam kegiatan tersebut.

Makanan yang dihidangkan berfariasi, mulai dari makanan ringan sampai makanan berat seperti soto, aneka gorengan, kue dan lain-lain. Adapun makanan tersebut merupakan hasil masak ibu-ibu majelis taklim Nur Fadilah. 

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat Cipadati dapat mengingat untuk selalu berbagi terhadap sesama. Kegiatan ini juga diharapkan dapat terus berjalan sehingga dapat memberikan manfaat kepada seluruh jemaah Masjid Nur Fadilah Cinunuk, dan kepada seluruh umat Islam.

Muhamad Alan Azizal KPI 3/A

Masyarakat Cipadati Antusias Ikuti Pembacaan Yasin Dan Tahlil di Masjid Nur Fadilah Cinunuk

Dakwahps.com, Bandung – Masyarakat Cipadati antusias ikuti pembacaan Yasin dan tahlil di Masjid Nur Fadilah Cinunuk (7/11/2024).
Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin malam jum'at yang diadakan oleh dewan kemakmuran masjid (DKM) Nur Fadilah Cinunuk. Acara tersebut dimulai dengan pembacaan hadoroh yang dipimpin oleh Ustaz Oos. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan surah Yasin dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sholat isya berjamaah yang dipimpin (diimami) oleh Ustaz Lutfi. Kegiatan ditutup dengan makan-makan hidangan yang telah disiapkan oleh panitia. Hidangan tersebut merupakan sumbangan dari masyarakat sekitar yang dikumpulkan oleh panitia.
Pada acara tersebut, nampak antusias masyarakat Cipadati yang begitu besar. Hal ini bisa dilihat dari masyarakat yang menghadiri acara tersebut bukan hanya dari kalangan orang dewasa tetapi juga anak-anak. Masyarakat Cipadati nampak kompak mengikuti acara tersebut. "Acara ini sangat bagus karena kita jadi kompak ya masyarakat disini dengan berdo'a berjamaah" tutur Iswarni, salah satu jamaah Masjid Nur Fadilah Cinunuk. Iswarni menambahkan bahwa acara ini juga dapat mengumpulkan sumbangan dari masyarakat yang ingin menyisihkan sebagian hartanya untuk dibagikan kepada jamaah Masjid Nur Fadilah.
Dengan adanya acara ini diharapkan mampu menambah kekompakan masyarakat Cipadati dalam kebaikan juga mengajarkan masyarakat Cipadati untuk berbegi terhadap sesama.

Muhamad Alan Azizal KPI 3/A

Ustad Oos: Pentingnya Bangun Akhlak Disamping Bangun Bangunan Saja

Dakwahpos.com, Bandung – belakangan ini, pembangunan masif terjadi. Bukan hanya dikota bahkan sampai diperkampungan. Mulai dari bangunan kecil sampai bangunan yang menjulang tinggi, mulai dari perumahan, perkantoran, rumah sakit, rumah makan sampai jalan raya. Disamping itu, membangun akhlak jauh lebih penting dibandingkan hanya membuat bangunan saja. Hal ini disampaikan oleh ustad Oos pada khutbah jum'at di Masjid Nur Fadilah Cinunuk (4/10/2024).

Dalam khutbahnya ustad Oos menyampaikan pentingnya membangun akhlak dibandingkan hanya membengun bangunan saja. "kita memang bahagia dengan banyaknya pembangunan-pembangunan yang begitu cepatnya tetapi sayangnya tidak dibarengi dengan membangun akhlaknya" ujar ustad Oos. Disamping itu, para ulama memiliki peran yang sangat penting dalam membangun akhlak. "jika insinyur membangun bangunan-bangunan maka para ulama membangun akhlak orang orang yang akan mengisi bangunan tersebut" sambung ustad Oos. 

Membangun akhlak sangatlah penting bagi masa depan bangsa, sebab masa depan suatu bangsa tergantung akhak bangsa tersebut. Nabi Muhammad Saw bersabda "jika maksiat telah merajalela, maka akan dating kekacauan- kekacauan". Dalam khutbahnya, ustad Oos menyampaikan "suatu bangsa akan maju selagi umatnya masih berakhlak, jika bangsa tersebut tidak benar akhlaknya maka bangsa tersebut akan hancur". 

Membangun akhlak sangat penting dibandingkan hanya membangun bangunan saja, dalam khutbanya ustad Oos mengibaratkan bahwa membangun bangunan tanpa dibarengi dengan akhlak sama saja dengan membangun bangunan ditepi jurang hingga akhirnya bangunan tersebut akan rubuh.
Dengan adanya khutbah jum'at ini diharapkan jamaah sholat jum'at Masjid Nur Fadilah dapat menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari hari disamping hanya membangun bangunan saja.

Muhamad Alan Azizal KPI/3A 

Khutbah Jum’at Masjid Nur Fadilah Cinunuk: Nabi Muhammad Saw Sempurnakan Kehidupan Manusia Seutuhnya

Dakwahpos.com, Bandung – Masjid Nur Fadilah yang terletak di jalan Cipadati No.16 Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi adakan sholat jumat berjamaah (27/09/2024).

Sholat jum'at kali ini dipimpin oleh H. Marsito yang bertugas sebagai khotib dan imam. Adapun khutbah jum'at kali ini membahas tentang Bulan Rabiul Awal sebagai pengingat Nabi Muhammad Saw.
Bulan Rabiul Awal merupakan bulan dilahirkannya Nabi Muhammad Saw. Dalam khutbahnya, H. Marsito mengungkapkan bahwa Bulan Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran nabi dan seluruh umat Islam merayakannya. "sehubungan dengan tahun ini umat islam seluruh dunia diberikan pengetahuan sebagai kelahiran Nabi Muhammad Saw dengan mengadakan berbagai kegiatan agama" ujar H. Marsito.

Nabi Muhammad Saw dilahirkan pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Penamaan tahun Gajah sendiri merujuk pada peristiwa penyerangan ka'bah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah. Mereka menyerang ka'bah dengan peralatan perang yang lengkap disamping menggunakan kendaraan-kendaraan gajah. Namun, persiapan yang telah dianggap kuat dan kekuatan yang mereka bangga-banggakan tidak berhasil untuk menghancurkan ka'bah sebab atas kekuasaan Allah Swt mereka dihujani batu panas yang dibawa oleh burung Ababil. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surah Al-Fiil.

Nabi Muhammad Saw lahir dalam keadaan yatim. Ayahnya yakni Abdullah meninggal pada saat Nabi Muhammad Saw masih didalam kandungan ibunya yang bernama Aminah. Pada usia 6 tahun, ibu Nabi Muhammad Saw meninggal dunia dan Nabi Muhammad Saw tinggal bersama kakeknya yakni Abdul Muthalib. Tak lama dari itu, kakek Nabi Muhammad Saw meninggal dunia sehingga Nabi Muhammad Saw tinggal bersama pamannya yang bernama Abu Thalib. Saat Nabi Muhammad Saw tinggal bersama pamannya, disaat itulah beliau mulai bekerja dengan mengembala kambing milik orang lain dari tahun ketahun hingga beliau mulai ikut pamannya untuk berdagang keluar kota. Disaat beliau berdagang, beliau bertemu dengan janda kaya yang bernama Siti Khadija yang kelak menjadi istrinya.

Nabi Muhammad Saw diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun. Pengutusan Nabi Muhammad Saw sebagai rasul di bumi ada adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. H. Marsito mengungkapkan bahwa kehadiran Nabi Muhammad Saw di bumi ini adalah untuk meluruskan umat manusia. "Kehadiran Rasulullah Saw di dunia ini adalah untuk meluruskan umat manusia agar berpaku berbakti pada Allah Swt, berlaku baik sesama manusia dan sesama mahluk lainnya sehingga kehidupan manusia di dunia ini diwarnai dengan akhlak yang luhur" ujarnya. Dengan adanya Nabi Muhammad Saw telah membawa perubahan dalam kehidupan manusia menuju jalan kebaikan. H. Marsito mengungkapkan "Nabi Muhammad Saw dengan ajaran Islamnya telah menyempurnakan kehidupan manusia seutuhnya".
Dengan adanya khutbah ini, jemaah sholat jumat Masjid Nur Fadilah Cinunuk diharapkan dapat menambah semangat dalam mengikuti sunah-sunah nabi serta meneladani sikap nabi dalam menjalani kehidupan.

Muhamad Alan Azizal KPI/3A

DKM Nur Fadilah Cinunuk Selenggarakan Pembacaan Surah Yasin dan Tahil Rutin Pada Malam Jum’at

Dakwahpos.com, Bandung – Dalam rangka program rutin mingguan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nur Fadilah Cinunuk mengadakan pembacaan surah yasin dan tahlil pada malam jum'at (19/09/2024).

Program ini dipimpin langsung oleh ustad Oos selaku pengurus dari DKM Nur Fadilah. Program pembacaan surah yasin dan tahlil ini mendapatkan respon yang sangat baik oleh masyarakat, Bapak H. Sudarmanto selaku ketua DKM Nur Fadilah mengungkapkan bahwa masyarakat sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. "Alhamdulillah, bahkan dari anak kecil sampai orang tua, remaja, ibu-ibu sangat antusias" ujarnya. 

Tujuan dari diadakannya kegiatan pembacaan surah yasin dan tahlil ini adalah untuk menjalankan rutinitas dan mengharapkan ridho Allah. Selain itu kegiatan ini juga diselipkan doa-doa untuk keluarga, kerabat dan orang-orang yang sudah meninggal. "Namanya manusia yang masih hidup hanya bisa mengirimkan doa" ujar H. Sudarmanto.

Selain bernilai ibadah, acara ini juga mengandung nilai silaturahmi dan juga bakti sosial. Hal ini bisa dilihat seletah pembacaan surah yasin dan tahlil ini selesai, jamaah langsung berkumpul untuk menikmati hidangan yang telah disediakan. Disela-sela menikmati hidangan, jamaah berbincang-bincang dengan jamaah lainnya sehingga disinilah dapat terlihat nilai dari silaturahmi. Selain itu, nilai bakti sosial dapat terlihat dari masyarakat yang menginfakan sebagian hartanya untuk acara tersebut. "itu biasanya shodaqoh atau orang yang menyisihkan hartanya" ujar H. Sudarmanto.

Kegiatan pembacaan surah yasin dan tahlil ini diharapkan dapat terus terlaksana dan dapat menjadi perantara dalam mengharap ridho Allah serta menjadi media dalam syiar Agama Islam.

Reporter: Muhamad Alan Azizal KPI/3A
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos