Dakwahpos.com, Bandung- Majelis taklim muslimah Masjid Al-Inayah Bumi Harapan mengadakan agenda pengajian dengan menghadirkan materi edukasi kesehatan. Isu kesehatan fisik yang tergolong jarang dibahas di mimbar majelis taklim ini dikemas secara khusus dalam kajian rutin jamaah muslimah sore hari di Masjid Bumi Harapan, Cibiru, pada Sabtu, (31/10/2026). Fokus utama kajian kali ini mengupas tuntas isu kesehatan yang kerap diabaikan namun krusial, yakni sarkopenia; kondisi penurunan massa dan kekuatan otot yang umumnya mulai mengintai usia 30 hingga 40 tahun ke atas.
Kegiatan yang diinisiasi oleh pengurus majelis taklim ini berlandaskan pada pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bagian dari amanah ibadah. Mengutip Surah Al-Baqarah ayat 195, diingatkan agar umat Islam tidak menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dengan membiarkan tubuh jatuh sakit tanpa berobat. Acara sore itu semakin istimewa karena penceramah yang dihadirkan adalah dr. Fitri Subakti, seorang dokter profesional yang juga merupakan warga asli yang tinggal di Komplek Bumi Harapan. Kehadiran beliau memberikan kedekatan tersendiri bagi para jamaah yang hadir.
Dalam pemaparannya, dr. Fitri mengupas bahaya penyakit sarkopenia yaitu kondisi penurunan massa dan kekuatan otot yang mengintai usia 30 hingga 40 tahun ke atas serta memberikan solusinya langsung di lokasi kajian. Penyampaian materi berlangsung interaktif karena dr. Fitri tidak hanya berceramah, tetapi juga memperagakan dan mempraktikkan gerakan squat secara langsung di hadapan para jamaah majelis taklim.
Para jamaah diajak mempraktikkan teknik latihan kekuatan otot (strength training) sederhana menggunakan bantuan bangku, dengan menjaga posisi tulang belakang tetap lurus dan tangan sejajar lantai. Latihan squat sederhana ini dianjurkan untuk dilakukan secara rutin sepuluh kali pada pagi dan sore hari guna memperkuat otot paha dan betis, menjaga kepadatan sendi, serta melatih keseimbangan tubuh agar terhindar dari risiko jatuh.
Menariknya, dr. Fitri juga meluruskan mitos seputar olahraga harian di kalangan usia lanjut. Menurutnya, kebiasaan berjalan kaki hingga 10.000 langkah memang baik untuk sirkulasi darah, namun bisa memicu nyeri sendi jika tidak didukung oleh kekuatan otot paha dan betis yang memadai.
"Jika otot tidak terlatih dan mengecil, saat jalan kaki yang bekerja justru sendi dan tulang. Akibatnya, setelah berjalan lama, sendi dan tulang akan terasa sakit karena ototnya tidak menopang dengan baik," jelas dr. Fitri di hadapan para jamaah majelis taklim.
Selain latihan fisik, kajian ini juga merangkum empat pilar utama hidup sehat, meliputi pola makan kaya serat (prebiotik untuk mendukung bakteri baik Lactobacillus penghasil enzim tubuh), pengaturan menu sarapan tinggi protein guna menghindari lonjakan gula darah (spiking), waktu istirahat yang cukup selama 7 hingga 8 jam, serta pengelolaan stres melalui zikir dan senantiasa berfikir positif. Sesi ini diperkaya dengan tanya jawab interaktif, di mana jamaah antusias berkonsultasi seputar gejala menopause, penanganan emosi, hingga solusi konsumsi suplemen vitamin D3 yang tepat.
Di balik suksesnya penyelenggaraan acara sore itu, tersimpan dedikasi kuat dari para pengurus masjid. Ibu Ranie Mariani, selaku pengurus Majelis Taklim Masjid Al-Inayah Bumi Harapan, menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan fungsi masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat edukasi umat yang solutif bagi kesehatan jasmani dan rohani masyarakat sekitar.
Wartawan: Dea Warohmah Ritonga, KPI/3C
