Tampilkan postingan dengan label Masjid Agung Buah Batu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Agung Buah Batu. Tampilkan semua postingan

Anak-Anak Pengajian Ikuti Latihan Marawis Dipandu Guru Madrasah Masjid Agung Buah Batu

Dakwahpos.com Bandung- Kegiatan latihan marawis merupakan program mingguan yang diselenggarakan oleh para guru madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan  pada Jumat (22/11/24) dimulai dari pukul 16.30 sampai pukul 17.00 WIB di Masjid Agung Buah Batu Bandung.

Kegiatan ini memang sudah menjadi tradisi di madrasah tersebut. Para guru madrasah menjadikan marawis sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan seni dan budaya Islam kepada anak-anak. Ustazah Ratna, salah satu pembina yang memimpin sesi latihan menjelaskan, "Sebenarnya marawis itu ada latihan khususnya teh, cuma kan kegiatan sekolah anak-anak itu tidak setiap hari sama gitu. Kadang-kadang ada yang masuk pagi, ada juga yang masuk sore sekolahnya jadi memang agak sulit untuk menentukan waktu latihannya."

Meskipun begitu, Ustazah Ratna mengatakan bahwa mereka tetap berusaha mengatur jadwal latihan agar anak-anak dapat terus berlatih. "Bila mana ada kegiatan besar di masjid, anak-anak suka diminta untuk tampil marawisan. Nah, kalau gitu kami usahakan  agar anak-anak bisa kumpul untuk latihan bersama," jelas Ustazah Ratna.

Dalam kegiatan latihan marawis ini, tidak semua anak diberi kesempatan untuk memegang alat marawis, karena setiap kali latihan anak-anak diberikan gilirannya masing-masing untuk menggunakan alat marawis tersebut . "Untuk latihan marawis sendiri, yang pegang alatnya kita pilih teh, karena tidak semua anak bisa konsisten dengan nadanya," tambah Ustazah Ratna. Hal ini dilakukan agar hasil latihan lebih maksimal dan anak-anak bisa menghasilkan ketukan dengan suara yang bagus dan enak didengar.

Latihan marawis juga memiliki manfaat lain, yaitu membantu anak-anak dalam menghafal selawat nabi. Ustazah Ratna menjelaskan, "Melalui kegiatan ini juga kan anak-anak bisa hafal selawat teh." Dengan demikian, selain melatih keterampilan musik, anak-anak juga mendapat nilai keagamaan yang dapat meningkatkan kecintaan mereka terhadap Nabi Muhammad SAW.

Para guru berharap kegiatan ini akan terus berlanjut dengan berbagai sesi latihan yang lebih intensif dan menarik. Selain itu, para guru juga berharap agar DKM Agung Buah Batu Bandung dan pengurus lainnya akan selalu melibatkan anak-anak dalam berbagai acara keagamaan di masjid guna mengasah kemampuan anak dan menanamkan rasa percaya diri pada anak ketika tampil didepan khalayak umum.

Reporter: Tantia Nurwina, Mahasiswi KPI/3B


One Day One Surah, Guru Madrasah Masjid Agung Buah Batu Ajak Anak-anak Hafalan Quran Setiap Hari

Dakwahpos.com, Bandung – Program One Day One Surah merupakan program harian yang diselenggarakan oleh para guru madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (22/11/2024) dimulai dari pukul 15.30 sampai pukul 16.00 di Masjid Agung Buah Batu Bandung.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anak-anak pengajian mulai dari anak TK hingga anak kelas 6 SD. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, salah satu pembimbing disana yakni ustazah Ratna mengatakan tentang pentingnya mengajak anak-anak agar bisa menghafal Al-Quran sejak dini. "Hafalan harian ini setiap hari kita lakukan. Jadi anak-anak harus menyetor hafalan, entah itu satu ayat atau satu surah, sesuai dengan kemampuan mereka," jelas Ustazah Ratna.

Menurut Ustazah Ratna, program hafalan harian ini bukan hanya bertujuan untuk menambah hafalan, tetapi juga untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi tantangan pendidikan yang lebih tinggi. "Diadakan hafalan harian supaya anak bisa mengejar dan mengikuti perkembangan zaman. Apalagi sekarang ini kan pendidikan dasar atau SMP juga dituntut untuk menghafal Al-Quran, minimal hafal juz 30," ujar Ustazah Ratna. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan positif yang akan membawa manfaat di masa depan.

Meskipun anak-anak sering kali merasa kesulitan dalam menghafal, Ustazah Ratna dan guru-guru lainnya tetap memberikan dukungan penuh agar mereka tetap semangat. "Alhamdulillah setiap harinya anak-anak antusias untuk menyetorkan hafalan Quran mereka. Begitupun setiap minggunya alhamdulillah hafalan mereka bisa bertambah," ucap Ustazah Ratna.

Kegiatan hafalan  tersebut mendapatkan respon positif  dari orang tua siswa. Beberapa orang tua menyatakan bahwa mereka melihat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menghafal anak-anak mereka meskipun terkadang mereka masih merasa kesulitan dalam melafalkan setiap ayat yang ada dalam Al-Quran

Dengan adanya program One Day One Surah, diharapkan anak-anak dapat menghafal Al-Qur'an dengan lebih baik dan benar sesuai dengan tajwidnya. Para guru juga berharap agar program ini terus berjalan dan semakin banyak anak yang dapat menjadi hafiz Quran sejak dini. "Semoga ke depannya semakin banyak anak yang dapat menghafal dengan baik, sehingga dapat menjadi generasi Qur'ani yang kuat dalam iman dan ilmu," tutup Ustazah Ratna.

Reporter: Tantia Nurwina, Mahasiswi KPI/3B

Perbaiki Gerakan Salat Anak-anak Pengajian, Guru Madrasah Masjid Agung Buah Batu Gelar Praktek Ibadah

Dakwahpos.com, Bandung-Kegiatan praktek ibadah anak madrasah merupakan program mingguan yang diselenggarakan oleh para guru madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (22/11/2024) dimulai dari pukul 16.00 sampai pukul 16.20 WIB di Masjid Agung Buah Batu Bandung.

Kegiatan ini dimulai dengan penjelasan dari para guru mengenai pentingnya salat dalam kehidupan sehari-hari. Para guru menekankan bahwa salat bukan hanya sekadar gerakan fisik, tetapi juga ibadah yang harus dilakukan dengan penuh penghayatan dan kekhusyukan. Setelah itu, para guru memandu anak-anak untuk mempraktikkan gerakan salat secara bertahap, mulai dari takbiratul ihram hingga salam.

"Setiap hari Jumat anak-anak perempuan diwajibkan untuk membawa mukena dan sejadah, kalo anak-anak laki-laki biasanya diwajibkan membawa sejadah aja. Jadi kalau ga bawa sarung juga gapapa. Kemudian untuk praktek ibadahnya sendiri dibimbing oleh para guru, untuk memperbaiki gerakan salat yang sekiranya masih kurang tepat," ujar Ustazah Ratna 

Anak-anak tampak antusias dan serius mengikuti setiap arahan dari guru. Meski usia mereka masih terbilang dini, banyak di antara mereka yang sudah dapat melakukan gerakan salat dengan baik. "Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan praktek ibadah ini, kami melihat perkembangan yang signifikan pada gerakan salat anak-anak," ucap Ustazah Ratna.

Para guru Madrasah berharap agar kegiatan tersebut bisa dilakukan secara berkala. Mereka juga berharap agar semakin banyak anak-anak yang bisa terbimbing dengan baik dalam menjalankan ibadah salat. Dengan praktek langsung dan bimbingan dari para guru yang kompeten, diharapkan kualitas ibadah salat anak-anak dapat meningkat dan mereka bisa melaksanakan salat dengan penuh kesadaran dan keikhlasan.

Reporter: Tantia Nurwina/KPI 3B


Masjid Agung Buah Batu Adakan Kajian Hadits Arba’in Bersama Ustazah Inong

Dakwahpos.com, Bandung- Kajian hadits Arba'in ke-14 dan nilai-nilai kemanusiaan bersama Ustadzah Inong merupakan program mingguan yang diselenggarakan DKM Agung Buah Batu Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (17/10/2024) dimulai dari pukul 13.00 sampai pukul 14.30 WIB di Masjid Agung Buah Batu Bandung. 

 

Pada pengajian rutin mingguan tersebut para jamaah mengikuti serangkaian kegiatan spiritual dan edukatif. Acara dimulai dengan pembacaan Al-Qur'an bersama, dilanjutkan dengan tawasulan,, pembacaan Asmaul Husna, diskusi (sesi tanya jawab), kemudian mengkaji salah satu hadits Arba'in, dan ditutup dengan doa bersama.

 

Pengajian kali ini membahas tentang hadits Arba'in ke-14 yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Ustadzah Inong menjelaskan tentang tiga kondisi yang membolehkan darah seorang Muslim untuk ditumpahkan, yakni orang yang berzina setelah menikah, pembunuh, dan orang yang meninggalkan agamanya (murtad). Ustadzah Inong juga menekankan pentingnya memahami konteks hadits tersebut dengan merujuk pada nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Beliau berkata, "Kita semua adalah saudara, dan Islam senantiasa mengajarkan perdamaian, jadi jangan sampai kita saling menyakiti, apalagi saling membunuh. Jika terjadi kesalahpahaman, segeralah meminta maaf," tegasnya.

 

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang jamaah bertanya mengenai non-Muslim yang berbuat baik akan mendapat ganjaran atau tidak. Ustadzah Inong menjawab, "Kita semua adalah ciptaan Allah, baik Muslim maupun non-Muslim. Sudah seharusnya kita senantiasa berbuat kebaikan, tetapi untuk hal itu mari kita doakan bersama-sama semoga mereka mendapat hidayah. Kemudian soal ganjaran, itu sepenuhnya hak Allah, dan mengenai amal seseorang diterima atau tidak tergantung pada keridhaan-Nya," pungkasnya.

 

Pengajian ini menjadi wadah penting bagi masyaraka terutama ibu-ibu majelis ta'lim untuk memperdalam pemahaman agama Islam, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun suasana yang lebih harmonis. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi setiap individu dan menciptakan kebaikan untuk sesama.

 

Reporter : Tantia Nurwina, Mahasiswi KPI/3B

 

Didik Anak Jadi Hafidz Qur’an, Masjid Agung Buah Batu Gelar Muroja’ah Bersama Anak-anak Pengajian

Dakwahpos.com, Bandung-Kegiatan muroja'ah bersama anak-anak pengajian merupakan program harian yang diselenggarakan DKM Agung Buah Batu Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (08/10/2024) dimulai dari pukul 16.00 sampai 16.30 WIB di Masjid Agung Buah Batu Bandung.

Di tengah suasana penuh kebersamaan, anak-anak pengajian murojaah Al-Qur'an di Masjid Agung Buah Batu menunjukkan semangat yang menggebu dalam membaca Al-Qur'an. Setiap sore, puluhan anak dari berbagai usia mulai dari anak TK hingga anak kelas 6 SD berkumpul di masjid untuk mengikuti sesi muroja'ah yang dibimbing oleh para ustadzah berpengalaman. Dengan penuh antusias, mereka melafalkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. 

Kegiatan muroja'ah ini sendiri memang sudah menjadi pembiasaan sebelum pemberian materi di dalam kelasnya masing-masing. Bahkan kegiatan ini sudah dilakukan sejak lama di Masjid Agung Buah Batu, sehingga sudah banyak anak-anak pengajian tersebut yang khatam 30 juz Al-Qur'an. "Kami membiasakan muroja'ah bersama ini sudah dari dulu, sejak berdirinya madrasah ini kurang lebih 15 tahun ya teh dan alhamdulillah setelah beberapa kali mengikuti kegiatan muroja'ah ini sedikit demi sedikit mereka bisa membaca dan menghafal beberapa surah-surah Al-Qur'an bahkan ada yang sudah khatam 30 juz Al-Qur'an,," ungkap ustadzah Ratna 

Sistem muroja'ahnya sendiri setiap hari diadakan rolling, dimana setiap kelas bergantian memimpin pembacaan Al-Qur'an ketika kegiatan muroja'ah berlangsung dengan bimbingan para ustadzah disana. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dan agar semua anak mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan muroja'ah bersama tersebut. Selain itu agar anak-anak tidak bosan dan mengantuk ketika kegiatan muroja'ah berlangsung, para ustadzah kerap kali mengadakan sesi ice breaking. 

"Sore hari itu kan waktu-waktunya ngantuk ya teh, jam-jamnya enak buat tidur, sehingga agar anak-anak tidak ngantuk dan tidak bosan kami juga sering melakukan ice breaking, menceritakan kisah nabi yang ada dalam Al-Qur'an dan menjelaskan kandungan surah-surah Al-Qur'an tersebut,"ucap ustadzah Ratna

Kegiatan muroja'ah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan kemampuan menghafal anak, tetapi juga membentuk karakter anak menjadi generasi yang mencintai Al-Qur'an dan mengamalkan isinya dikehidupan sehari-hari. Selain itu kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi anak-anak, dimana mereka dapat bersosialisasi dan membangun persahabatan yang erat. Tak hanya itu, orang tua juga terlibat dengan aktif, mendukung anak-anak mereka untuk mencintai Al-Qur'an. Dengan bimbingan yang baik, dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan mereka akan terus menyebarkan nilai-nilai positif dari Al-Qur'an di masyarakat.

 

"Melihat keadaan anak-anak zaman sekarang itu jangankan surah-surah panjang ya teh ya, kadang-kadang ketika ibu tanya surah Al-fatihah saja mereka bingung. Ditambah anak-anak zaman sekarang  ini pertumbuhan dan perkembangannya bertarung dengan kemajuan teknologi, mereka sering berkata tidak bisa, padahal mereka bisa hanya saja malas sehingga harus dilakukan pembiasaan. Maka dari itu melalui kegiatan muroja'ah ini ibu berharap anak-anak bisa mencintai Al-Qur'an, mempelajari lebih dalam makna ayat-ayat dalam Al-Qur'an, menjadi hafidzh dan hafidzoh juga bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari mereka," pungkas Ustadzah Ratna

 

Reporter : Tantia Nurwina, Mahasiswi KPI/3B

 

Berharap Ketenangan Batin, Masjid Agung Buah Batu Gelar Kajian dan Istighotsah Bersama Majelis Ta’lim Al-Istisfa Yayasan Assalam Bandung

Dakwahpos.com, Bandung- Kajian dan istighasah bersama majelis ta'lim Al-Istisfa Yayasan Assalam Bandung merupakan program bulanan yang diselenggarakan DKM Agung Buah Batu Bandung. Kegiatan kajian dan istighasah ini dilaksanakan pada Sabtu (05/10/2024) dimulai dari pukul 09.00 sampai pukul 10.00 WIB di Masjid Agung Buah Batu Bandung.

Kajian dan istighasah bulanan majelis ta'lim Al-Istisfa ini dipimpin oleh Ustadz Romdhon Hidayat. Kegiatan ini dimulai dengan kajian terlebih dahulu tentang perjuangan Rasul melawan kaum musyrikin. Kemudian dilanjutkan dengan membaca kalimat-kalimat Istighasah seperti pada umumnya. 

"Istighasah adalah bentuk doa atau permohonan. Pertama, do'a itu diperintahkan oleh Allah karena itu banyak ayat-ayat yang berkaitan dengan doa. Manusia itu makhluk yang pasti butuh pertolongan, dan manusia adalah makhluk yang lemah oleh karena itu jika meminta  dan memohon kepada yang maha memberi  yaitu zat Allah SWT maka Insyaa Allah kekurangan kita akan ditutupi kalo kita banyak meminta salah satunya melalui Istighasah ini. Yang kedua akhir-akhir ini saya menyaksikan banyak umat masyarakat yang terkadang terlalu memperhatikan jasadiah tetapi lupa memperhatikan ruhaniahnya, sehingga ada ketimpangan terhadap dua hal tersebut. Padahal, hidupnya manusia itu terdiri dari dua unsur yaitu lahir dan batin, jasadiah dan ruhaniah. Namun, mengenai ruhaniah perhatiannya sudah merosot, padahal sakit jasad itu tumbuh dari sakit lahir oleh karena itu, melalui Istighasah ini mari kita perbaiki dulu batiniyahnya maka Insyaa Allah jasadiahnya pun akan sembuh juga," ujar ustadz Romdhon Hidayat

Ustadz Romdhon Hidayat menjelaskan bahwasanya dengan mengingat dan meminta kepada Allah maka Allah pasti akan membantu kita tatkala kita kesusahan. Seperti kisah Rasulullah ketika perang Badar menghadapi bala tentara kaum musyrikin yang begitu banyak. 

"Ketika perang Badar terjadi kala itu pasukan muslim hanya terdiri dari 300 orang sedangkan kaum musyrikin terdiri dari 1000 orang. Jika kita pikir dengan akal sehat tentu yang akan menang adalah kaum musyrikin, tapi dengan pertolongan Allah ternyata pasukan muslim bisa mengalahkan mereka. Ini menandakan bahwa ditangan Allah tidak ada yang mustahil, dan bahkan hal-hal yang menurut kita sulit pun bisa terselesaikan. Tinggal sejauh mana kita mendekatkan diri kepada Allah, berdo'a, berdzikir, dan meminta pertolongan kepada Allah," pungkas ustadz Romdhon Hidayat

Seperti pada umumnya banyak bacaan dan do'a  yang dipanjatkan dalam kegiatan Istighasah, tetapi pada kegiatan tersebut ada suatu pengkhususan terhadap satu bacaan yang berbunyi  ÙŠَا Ø­َÙŠُّ ÙŠَا Ù‚َÙŠُّÙˆْÙ…ُ بِرَØ­ْÙ…َتِÙƒَ Ø£َسْتَغِÙŠْØ«ُ yakni berharap mendapatkan pertolongan dari Allah SWT dalam situasi dan kondisi apapun.

"Semua do'a itu baik, tapi jeritan yang paling khusus daripada Istighasah yaitu bacaan ÙŠَا Ø­َÙŠُّ ÙŠَا Ù‚َÙŠُّÙˆْÙ…ُ بِرَØ­ْÙ…َتِÙƒَ Ø£َسْتَغِÙŠْØ«ُ itulah do'a yang sakral, yang memang harus selalu dipanjatkan kepada Allah dan maknanya juga sangat dalam yaitu "Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan" jadi dalam do'a tersebut kita benar-benar memohon dan meminta pertolongan kepada Allah SWT, karena tanpa pertolongan-Nya kita tidak ada daya dan upaya," ucap ustadz Romdhon Hidayat

Dalam kajiannya, Ustadz Romdhon juga menjelaskan tentang kunci hidup tenang adalah dengan cara mengingat Allah, hal ini sesuai dengan janji Allah pada surah Ar-Rad ayat 28 tentang orang-orang yang senantiasa berdzikir kepada-Nya. 

"Hal yang bisa kita rasakan setelah melakukan istighasah ini adalah ketenangan dalam hidup, karena sesuai janji Allah bahwa orang-orang yang banyak mengingat Allah dan mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan berikan ketenangan dalam jiwanya

 Ø§َÙ„َا بِذِÙƒْرِ اللّٰÙ‡ِ تَØ·ْÙ…َÙ‰ِٕÙ†ُّ الْÙ‚ُÙ„ُÙˆْبُ. Insyaa Allah" tutur Ustadz Romdhon Hidayat

 

Reporter : Tantia Nurwina, Mahasiswi KPI/3B

Perkuat Rasa Cinta Kepada Nabi, Masjid Agung Buah Batu Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Majelis Ta’lim Darul Rohmah

Dakwahpos.com, Bandung- Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bersama majelis ta'lim Darul Rohmah merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh DKM Agung Buah Batu Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (28/09/2024) dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul 08.30 WIB di Masjid Agung Buah Batu Bandung.

Peringatan maulid nabi Muhammad SAW ini dimulai dengan membaca al-barzanji bersama-sama, kemudian dilanjutkan dengan ceramah singkat dari ustadzah Siti Rohmah tentang bukti cinta kepada nabi Muhammad SAW, selanjutnya ditutup dengan do'a dan marhabanan.

"Diselenggarakannya peringatan  maulid nabi Muhammad bersama majelis ta'lim Darul Rohmah ini supaya ibu-ibu dapat  meningkatkan akhlaknya menjadi lebih baik, meningkatkan kecintaannya kepada nabi Muhammad SAW, senantiasa ber sholawat kepada nabi, dan mengikuti sunnah nabi. Selain itu momentum peringatan maulid nabi ini juga untuk mendalami ajaran Islam dan memperkuat ukhuwah diantara umat muslim," pungkas Ustadzah Siti Rohmah

Dalam ceramahnya ustadzah Siti Rohmah menjelaskan tentang bukti nyata cinta kepada Nabi Muhammad SAW itu seperti apa dan juga menjeaskan tentang sifat Rasulullah yang perlu kita teladani. Ustadzah Siti Rohmah berkata, "Sifatan rasul teh kanu ngewa beuki nyaah, kanu geleh beuki dedeuh, kanu ijid beuki bageur, kanu peudit beuki mere." Beliau menjelaskan  bahwasanya sifat manusia biasa seperti kita kebanyakan berbanding terbalik dengan sifat Rasul tersebut karena manusia biasa seperti kita kadang kala tidak bisa mengontrol emosi sehingga ketika ada orang yang membenci, kita malah membenci balik. Oleh karena itu, jika kita ngin membuktikan rasa cinta kepada Rasul dan kelak diakhirat ingin diakui sebagai umat nabi maka kita harus mencontoh apa yang telah dicontohkan oleh nabi Muhammad SAW.

"Cinta kepada nabi Muhammad tidak cukup hanya dengan mengucapkan cinta saja, tapi harus ada bukti nyata salah satunya dengan melaksanakan sunnah nabi dan sholawat kepada nabi melalui acara peringatan maulid ini sebagai wujud nyata bahwa kita gembira akan kelahiran nabi ke muka bumi ini sebagai penyempurna akhlak manusia. Perlu kita ketahui bahwasanya yang gembira akan kelahiran nabi bukan hanya dari kalangan manusia saja tetapi dari kalangan jin, malaikat, hewan bahkan tumbuhan," tutur Ustadzah Siti Rohmah.

Ustadzah Siti Rohmah menjelaskan bahwasanya Rasulullah itu adalah kekasih Allah, maksudnya beliau adalah hamba pilihan yang diutus ke muka bumi untuk menyampaikan wahyu dan risalah kepada umatnya. Beliau juga mengingatkan kepada ibu-ibu majelis ta'lim Darul Rohmah untuk senantiasa menjaga sifat dan sikap, mengikuti syari'at Islam dan sunnah nabi, jangan sampai kita diam dimuka bumi ini banyak melanggar aturan Allah dan Rasul-nya, karena ketika kita melanggar tentu akan ditegur langsung oleh Allah entah itu ditegur dalam hal kesehatan, ekonomi atau mungkin keluarga. Perlu kita ketahui bahwa hakikat kita hidup di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah, maka jangan sampai kita melalaikan perintah-Nya dan terjerumus kepada pada apa  yang telah dilarang oleh-Nya.

Reporter : Tantia Nurwina, Mahasiswi KPI/3B

Masjid Agung Buah Batu Gelar Istighasah Ibu-ibu Bersama Ustadzah Siti Rohmah

Dakwahpos.com, Bandung- Istighasah bersama Ustadzah Siti Rohmah merupakan program mingguan yang diselenggarakan DKM Agung Buah Batu Bandung. Kegiatan Istighasah ini dilaksanakan pada Sabtu (21/09/2024) dimulai dari pukul 07.00 sampai pukul 08.30 WIB di Masjid Agung Buah Batu Bandung.

Istighasah rutinan ibu-ibu majelis ta'lim bersama ustadzah Siti Rohimah ini dimulai dengan membaca ayat suci Al-Qur'an. Untuk ayat dan surah yang dibaca yakni lanjutan dari minggu sebelumnya, dan hal ni terus berlanjut hingga juz ke tiga puluh (khatam Qur'an).

"Kita memulai Istighasah ini dengan membaca Al-Qur'an karena sebagaimana kita ketahui Al-Qur'an adalah obat dari segala penyakit termasuk juga sumber hidayah yang mana ketika sahabat Umar bin khattab belum masuk Islam beliau sangat membenci Islam bahkan ingin membunuh Nabi Muhammad, tapi ketika mendengar adiknya membaca salah satu ayat Al-Qur'an hatinya luluh hingga beliau mendapatkan hidayah untuk masuk Islam. Nah kita juga berharap dengan membaca Al-Qur'an bersama-sama menghantarkan kita kepada hidayah dan keridhoan Allah SWT. Kemudia setelah membaca Al-Qur'an barulah kita membaca kalimat-kalimat Istighasah seperti meminta ampunan kepada Allah,  membaca sholawat dan ditutup dengan membaca do'a majelis," tutur Ustadzah Siti Rohmah.

Dalam kegiatan Istighasah tersebut banyak sholawat dan do'a yang dipanjatkan termasuk bacaan Ù„َا Ø­َÙˆْÙ„َ ÙˆَÙ„َا Ù‚ُÙˆَّØ©َ Ø¥ِÙ„َّا بِاللَّÙ‡ِ yang artinya tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah SWT. Berharap diberikan kemudahan, kelancaran, kesabaran dan kekuatan oleh Allah SWT dalam menghadapi segala ujian dalam kehidupan di dunia fana ini.

"Adanya Istighasah ini kita meminta pertolongan kepada Allah SWT, mencurhatkan permasalahan yang ada bersama-sama karena tempat terbaik untuk mengadu itu adalah Allah SWT. Selain itu, untuk mendo'akan keluarga terutama anak-anak kita agar menjadi anak yang sholeh, sholehah dan sukses karena kita tahu bahwa do'a seorang ibu bisa dibilang mustajab gitu ya. Jadi, kita berharap melalui Istighasah ini apa yang menjadi keinginan dan tujuan kita terwujud. Saya sendiri merasakan hikmah setelah melakukan Istighasah secara langsung, dimana yang tadinya banyak beban pikiran menjadi tenang karena sudah di curhatkan langsung kepada Allah SWT," pungkas Ustadzah Siti Rohmah.

Reporter : Tantia Nurwina, Mahasiswi KPI/3B


Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos