Tampilkan postingan dengan label Jami Al-Husna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jami Al-Husna. Tampilkan semua postingan

Pengajian Malam Jumat, Ustaz Herdi Abdul Qohar Ajak Jamaah Persiapkan Bekal Akhirat

Dakwahpos.com, Bandung - Puluhan jamaah bapak-bapak dan ibu-ibu menghadiri pengajian rutin malam Jumat di Masjid Jami Al-Husna untuk membaca surat Yasin bersama dan dilanjut menyimak ceramah keagamaan. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan sejak seusai shalat Maghrib berjamaah.

 

Ustaz Herdi Abdul Qohar hadir sebagai penceramah utama dengan membawakan materi mengenai kematian. Beliau menekankan bahwa setiap mukalaf wajib meyakini dan menanamkan di dalam hatinya bahwa setiap makhluk pasti akan mati apabila telah sampai pada batas umurnya.

 

Dalam pencerahannya, ustaz Herdi Abdul Qohar mengingatkan bahwa ketika hari kiamat tiba, semua makhluk di bumi dan di langit akan binasa, termasuk malaikat pencabut nyawa (Izrail).

 

Ustaz Herdi Abdul Qohar menjelaskan proses pencabutan nyawa seseorang. Beliau berkata “Dina ngomong canga naek dugi kana lutut, tina lutut ditaekkeun dugi kana cangkek, tina cangkek ditaekkeun dugi kana dada. Makana mulai penentuan kaimanan husnul khotimah itu dina sodrun, dina dada. Lamun Laa Ilaha Illa Allah masih ngancik ketika nyawa dicabut dugi kana dada, maka Insya Allah bakal kabawa kalimat Laa Ilaha Illa Allah,” (Dalam prosesnya (nyawa) naik sampai ke lutut, dari lutut naik sampai ke pinggang, dari pinggang naik hingga ke dada. Makanya mulai penentuan keimanan husnul khotimah itu dalam sodrun, di dalam dada. Kalau Lailahaillalllah masih bersemayam (ada) ketika nyawa dicabut sampai ke dada, maka Insya Allah akan terbawa kalimat Lailahaillallah).

 

Beliau juga mengingatkan kita bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjalanan kehidupan yang sebenarnya.

 

“Anu geus puguh mah paeh. Eta nu geus pasti. Tapi aneh kita kanu can puguh menggebu-gebu dan yakin, kanu geus puguh malah poho. Dinaha seko? Ari senang sukses, kaya, boga jabatan can puguh eta mah, tapi naha? meuni begitu nya kieu,” (Yang sudah jelas mah bakal mati, itu yang sudah pasti. Tapi anehnya kita kepada yag belum pasti menggebu-gebu dan yakin, kepada yang sudah pasti malah lupa. Padahal senang, kaya, punya jabatan, itu belum pasti. Tapi kenapa? Kok sampai segitunya), ujar ustaz Herdi Abdul Qohar, Kamis (16/09/2026).

 

Beliau kemudian menjelaskan bahwa mengingat kematian memiliki pahala yang besar karena dapat mencegah seseorang dari berbuat salah, sombong, atau bertindak gegabah.

 

Kehadiran pengajian ini diharapkan mampu mengingatkan para jamaah akan kepastian datangnya kematian sehingga tidak terlalu serius dalam mengejar urusan dunia yang melelahkan, serta bersungguh-sungguh dalam mengutamakan beribadah dan tidak menjadikannya sebagai candaan. Acara kemudian ditutup dengan mahalul qiyam dam doa bersama, lalu dilanjut shalat Isya berjamaah.

 

Reporter: Amira Zahrunnisa, KPI/3C

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos