Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Darussalam Panyileukan mulai dibangun pada 2013 dengan peletakan batu pertama yang diprakarsai oleh Haji Asep Mulyadi. Pembangunan masjid tersebut dilatarbelakangi kondisi wilayah sekitar yang saat itu belum memiliki masjid, sehingga masyarakat membutuhkan tempat ibadah yang lebih dekat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Masjid Darussalam, Ustaz Muhammad Dodo Suhada, dalam wawancara pada Jumat (9/10/2026).
Ketua pengurus Masjid Darussalam, Ustaz Muhammad Dodo Suhada, menjelaskan bahwa sebelum pembangunan dimulai, wilayah tersebut masih berupa persawahan dan masjid yang tersedia berada cukup jauh dari permukiman warga. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat berupaya mendirikan masjid di wilayah tersebut.
“Ini masjid di Darussalam itu berdirinya tahun 2013” ujar Ustaz Muhammad Daud Suhada saat diwawancarai mengenai sejarah Masjid Darussalam.
Dalam proses awal pembangunan, Haji Asep Mulyadi berperan sebagai perintis sekaligus penggagas pembangunan masjid. Bersama sejumlah pengurus dan masyarakat, ia berupaya mewujudkan pembangunan melalui penggalangan dana dari para donatur, termasuk masyarakat yang mendukung pendirian masjid.
“Yang menjadi inisiatornya Pak Haji Asep Mulyadi,” tutur Ustaz Muhammad Daud Suhada ketika menjelaskan sosok yang memprakarsai pembangunan Masjid Darussalam.
Proses pembangunan masjid dilakukan secara bertahap karena membutuhkan dana yang cukup besar. Tahap awal pembangunan meliputi pengurukan tanah untuk meninggikan permukaan lahan yang sebelumnya merupakan sawah. Langkah tersebut dilakukan agar bangunan masjid tidak mudah terdampak banjir. Setelah itu, pembangunan dilanjutkan melalui dukungan para donatur dan keterlibatan pengurus lainnya.
“Pertama yang diuruk, meninggikan. Tadinya kan sawah, jadi perlu bangunan itu jangan sampai nanti kebanjiran,” jelas Ustaz Muhammad Daud Suhada mengenai tahap awal pembangunan masjid.
Meskipun pembangunannya dilakukan secara bertahap, rancangan bangunan masjid telah dipersiapkan sejak awal. Bangunan tersebut direncanakan memiliki tiga lantai, dengan lantai pertama digunakan sebagai gedung dakwah, lantai kedua sebagai ruang masjid, dan lantai ketiga sebagai ruang tambahan untuk menampung jamaah ketika jumlah pengunjung meningkat.
Reporter: Muhammad Evan Valerian, KPI/3B


