Tampilkan postingan dengan label Al-Ikhlas Ciaro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Ikhlas Ciaro. Tampilkan semua postingan

DKM Al-Ikhlas Ciaro Gelar Pengajian Bahas Pentingnya Menjauhi Makanan dan Minuman Haram

Dakwahpos.com, Bandung-DKM Jami' Al-Ikhlas yang bertempat di kp. Cipaku Hilir, Desa Ciaro, Kec. Nagreg menggelar kegiatan pengajian rutin setiap minggu, yang dihadiri oleh masyarakat Cipaku Hilir, dengan pengisi materi dibawakan oleh Ustadz Asep Aminudin yang membawakan tema " Makanan dan Minuman Haram". 
 
Pengajian yang diadakan di Masjid Al-Ikhlas ini diisi oleh Ustadz Asep Aminudin, yang dengan lugas dan detail menjelaskan tentang berbagai jenis makanan dan minuman yang diharamkan dalam Islam. Ceramah tersebut membahas tentang daging babi, darah, bangkai, hewan yang disembelih atas nama selain Allah, minuman keras, dan berbagai jenis makanan dan minuman lainnya yang diharamkan berdasarkan dalil Al-Quran dan Hadits. 
 
Ustadz Asep menekankan bahwa menjauhi makanan dan minuman haram merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, karena hal tersebut memiliki dampak negatif bagi kesehatan jasmani dan rohani, serta dapat menghalangi kita untuk dapat ridho dan kedekatan dengan Allah SWT. 
 
Setelah ceramah, acara pengajian dilanjutkan berdoa kifaratul majelis, di mana seluruh jamaah secara Bersama-sama berdoa untuk menutup pengajian minggu kali ini. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan menyelimuti pengajian ini. Jamaah terlihat khusyuk mendengarkan ceramah. Hal ini menunjukkan bahwa pengajian mingguan DKM Al-Ikhlas telah menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual masyarakat sekitar.
 
Pengajian mingguan DKM Al-Ikhlas diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh jamaah untuk senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Acara ini juga menjadi bukti nyata komitmen DKM dalam membangun masyarakat yang berakhlak mulia dan senantiasa taat kepada Allah SWT.

Reporter : Najwan Awaludin, KPI/3C

Tingkatkan Pemahaman Agama, DKM Al-Ikhlas Gelar Pengajian Hari Minggu

Dakwahpos.com, Bandung-DKM Jami' Al-Ikhlas yang bertempat di kp. Cipaku Hilir, Desa Ciaro, Kec. Nagreg menggelar kegiatan pengajian rutin setiap minggu, yang dihadiri oleh masyarakat Cipaku Hilir, dengan pengisi materi dibawakan oleh Ustadz Solehudin yang membawakan tema " Menjauhi Perbuatan Zina".

Ustadz Solehudin mengawali ceramahnya dengan mengingatkan bahwa zina merupakan dosa besar yang dapat merusak diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Ia mengajak para ibu untuk memahami bahaya dari zina, baik dari segi agama maupun dampak sosialnya. Zina itu bukan hanya pelanggaran terhadap aturan Allah, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan mora, kehancuran rumah tangga dan penyakit menular seksual. 

Ustadz Solehudin mengatakan " Menjaga pandangan adalah benteng pertama dalam menjaga diri dari zina. Mata adalah jendela hati, dan apa yang kita lihat akan mempengaruhi pikiran dan hati kita. Jika kita membiarkan mata kita melihat hal-hal yang haram, maka hati kita akan terkotori dan mudah terjerumus dalam dosa, "ujarnya. Selain menjaga pandangan ustadz Solehudin juga menekankan pentingnya memilih pergaulan, menjaga lisan, dan selalu mengingat Allah SWT sebagai benteng pertahanan diri dari godaan zina. 

Ustadz Solehudin juga memberikan contoh-contoh nyata bagaimana zina dapat merusak kehidupan seseorang dan keluarga. Ia mengajak Ibu-ibu untuk belajar dari kisah-kisah tersebut dan mengambil hikmahnya. Pengajian ini menjadi kesempatan bagi Ibu-ibu untuk merenung dan mempertebal iman untuk senantiasa menjaga diri dari perbuatan zina.

Melalui pengajian ini, diharapkan Ibu-ibu dapat semakin kuat dalam menjaga ori dari zina dan membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmatullahi. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi mereka dari segala bentuk odaan dan memberikan kekuatan untuk tetap berada dijalan Allah SWT.

Reporter : Najwan Awaludin, KPI/3C

Tingkatkan Pemahaman Al-Quran, DKM Al-Ikhlas Ciaro Gelar Pengajian Tahsin

Dakwahpos.com, Bandung-DKM Jami' Al-Ikhlas kembali menggelar kegiatan pengajian tahsin Ibu-ibu yang bertempat di kp. Cipaku Girang, Desa Ciaro, Kec. Nagreg pada tanggal (06/10/2024). Pengajian ini terbuka untuk umum, menghadirkan Ibu-ibu dari berbagai kampung yang ikut melancarkan pengajian ini. 

Pengajian tahsin yang dipimpin oleh ustadzah Rina berlangsung khidmat dan menenangkan hati. Dengan membacakannya secara bersama, materi tahsin yang disampaikan berfokus pada makharijul huruf dan tajwid yang diharapkan dapat meningkatkan pemaaman kejelasan dan kebenaran dalam pengucapan ayat-ayat Alquran. 

Suasana pengajian tahsin di Masjid Al-Ikhlas terasa sangat hangat dan penuh semangat, dengan bergantian tilawah satu persatu dan memperhatikan satu sama lain. Para ibu-ibu saling mendukung dan memotivasi satu sama lain dalam menguasai keterampilan tahsin. 

DKM Masjid Al-Ikhlas mendukung penuh terselenggaranya pengajian tahsin ini dengan adanya fasilitas Alquran yang disediakan oleh DKM. Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat sekitar, yang senantiasa antusiasme masyarakat dalam mendukung Program-program keagamaan yang bermanfaat lainnya. 

"Pengajian tahsin ini diharapkan dapat meningkatkan kecintaan kita terhadap Alquran dan dapat mengajarkan ilmunya kepada anak-anak kita dirumah masing-masing", ujar ustadzah Rina

Reporter : Najwan Awaludin, KPI/3C

Khutbah Jumat di Masjid Jami' Al-Ikhlas, Ustadz Yana Suryana Bahas Cara Mengendalikan Amarah

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Jami' Al-Ikhlas yang bertempat di Kp. Cipaku Girang, Desa Ciaro, Kec. Nagreg melaksanakan Shalat Jum'at berjamaah pada (04/10/2024). 

Yang menjadi khatib kali ini diisi oleh ustadz Yana Suryana yang mengangkat tema "Menjaga Hati dari Emosi Marah". Yang membahas tentang bahaya amarah dan pentingnya mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari. 

Ustadz Yana dalam khutbahnya menjelaskan bahwa marah adalah api yang dapat membakar hati dan dapat merusak amal perbuatan. Rasulullah SAW bersabda: 
"Tidaklah seorang hamba marah karena Allah SWT melaikan Allah SWT akan menjaganya dihari kiamat". 

Beliau menyampaikan strategi cara mengendalikan amarah. Pertama, bersabar sebab sabar merupakan kunci utama dalam menghadapi situasi yang memicu amarah. Kedua, senantiasa berzikir agar senantiasa mendapatkan ketenangan hati. Ketiga, ketika merasa amarah mulai memuncak, bersegera untuk berwudhu. 

"Dengan mengikuti strategi tersebut insyaallah kita semua dapat menghindari diri kita dari perbuatan marah. " Ujarnya.

Diakhir khutbahnya beliau mengingatkan kembali supaya kita harus senantiasa menjaga amarah kita sebab dalam hadist disebutkan orang yang kuat itu bukan lah orang yang kuat bergulat, tetapi orang yang bisa menahan amarahnya.

Reporter : Najwan Awaludin, KPI/3C

Tingkatkan keimanan, DKM Al-Ikhlas Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW

Dakwahpos.com, Bandung-DKM Jamic Al-Ikhlas yang bertempat di Kp. Cipaku Girang, Desa Ciaro, kec. Nagreg sukses menggelar peringatan Maulid Nabi SAW 1445 H, yang berlangsung dengan meriah dengan berbagai kegiatan bermanfaat yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, acara ini dilaksanakan pada tanggal (22/09/2024). 

Puncak acara peringatan Maulid Nabi di DKM Al-Ikhlas adalah pengajian akbar yang menghadirkan ustadz Habib Hasyim sebagai penceramah. Dalam ceramahnya, Ustadz Habib mengajak jamaah untuk senantiasa meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan pentingnya membangun karakter mulia, seperti jujur, amanah, dan kasih sayang, sebagai wujud nyata kecintaan terhadap Nabi SAW. 

Suasana hangat dan penuh hikmat terasa saat jamaah DKM Al-Ikhlas bersama-sama melantunkan shalawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Acara ini dimeriahkan oleh penampilan group hadroh Al-Alziz dari cijolang yang memukau para hadirin. 

Sebagai bentuk apresiasi dan wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW, DKM Al-Ikhlas menghadirkan penampilan Anak-anak. Mereka menampilkan berbagai kesenian islami seperti sholawat, puisi islami, dll. Penampilan ini sukses menghibur dan suasana ceria dalam peringatan Maulid Nabi. 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, DKM Al-Ikhlas juga memberikan santunan kepada anak yatim di sekitar wilayah setempat. "Acara ini menjadi bukti nyata bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga tentang berbagi kebahagiaan dan membantu semua" Ujar ustadz Habib. 

Peringatan Maulid Nabi di DKM Al-Ikhlas menjadi momen istimewa bagi seluruh jamaah untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dan meneladani akhlak beliau. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan menunjukkan antusiasme dan semangat masyarakat dalam merayakan hari istimewa ini. 

Peringatan Maulid Nabi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.


Reporter: Najwan Awaludin, KPI 3B

Tingkatkan paham Agama Islam, DKM Al Ikhlas gelar pengajian ibu-ibu

Dakwahpos.com, Bandung- Masjid Jami' Al-Ikhlas yang bertempat di Kp. Cipaku Girang, Desa Ciaro, Kec. Nagreg menggelar kegiatan rutinan setiap sabtu yaitu pengajian Ibu-ibu, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ibu-ibu yang berada di kampung Cipaku Girang, dengan pengisi materi dibawakan oleh ustadz yodi sopian yang membawakan tema " Menelisik 7 macam perkataan baik dalam Al-Quran".

Ustadz Yodi mengawali ceramahnya dengan megingatkan bahwa lisan merupakan alat yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Lisan dapat menghasilkan perkataan yang baik dan bermanfaat, tetapi lisan juga dapat menghasilkan perkataan yang buruk dan merugikan. "Oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga lisan kita, berkata yang baik atau diam, " Ujar ustadz yodi. 

Ustadz yodi kemudian menjelaskan 7 macam perkataan baik yang disebutkan dalam Al-Quran. Pertama, Qaulun Ma'ruf (perkataan yang baik), perkataan yang baik merupakan perkataan yang sopan, santun, dan menyenangkan hati. Perkataan ini mencerminkan akhlak yang terpuji dan mengamalkan apa yang Rasulullah ajarkan. 

Kedua, Qaulun Sadid (perkataan yang benar). Perkataan yang benar merupakan perkataan yang sesuai dengan kenyataan dan tidak ada mengandung unsur kebohongan. Perkataan ini mencerminkan kejujuran dalam diri seseorang. 

Ketiga, Qaulun Layyin (perkataan yang lembut). Perkataan yang lembut merupakan perkataan yang halus, sopan, dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Perkataan ini mencerminkan kesantunan dan kerendahan hati seseorang. 

Kelima, Qaulun Hasana (perkataan yang baik). Merupakan perkataan yang bermanfaat dan menguatkan hati. Perkataan ini mencerminkan kebaikan hati dan tumbuhnya rasa ingin membantu orang lain. 

Keenam, Qaulun Karima (Perkataan yang Mulia). Perkataan yang mulia merupakan perkataan yang memiliki rasa hormat dan martabat, perkataan ini mencerminkan keperibadian yang luhur dan berakhlak mulia. 

Ketujuh, Qaulun Latif (perkataan yang indah). Perkataan yang senantiasa menenangkan hati dan menghibur jiwa. Perkataan ini mencerminkan keindahan hati dan kemampuan untuk menciptakan suasana yang positif.

Ustadz Yodi menekankan bahwa mengucapkan perkataan yang baik bukan hanya kewajiban dalam agama, tetapi juga merupakan kunci kebahagiaan dan kesuksesan dalam kehidupan. Perkataan yang baik dapat menciptakan hubungan yang harmonis dengan keluarga ataupun orang lain, dapat meningkatkan kepercayaan diri, dan membuka pintu rezeki.

Pengajian ini diakhiri dengan membaca doa bersama oleh para Ibu-ibu agar senantiasa mendapat keridhaan dari allah, dan mendapatkan kekuatan dalam menjalankan kehidupan yang berlandaskan perkataan yang baik.

Reporter : Najwan Awaludin (KPI 3C)
Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos