Sejarah Masjid Umar bin Khattab Rancaekek, Dari Simbol Pemersatu Hingga Pusat Pendidikan Umat

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Umar bin Khattab yang berlokasi strategis di kawasan perumahan Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, terus berkembang menjadi sarana ibadah dan pusat kegiatan warga sejak pertama kali didirikan pada tahun 2010. Pengurus masjid, Ustaz Juhendi, menyampaikan bahwa tempat ibadah ini dibangun berkat gotong royong jemaah serta masyarakat sekitar sebagai simbol pemersatu umat di lingkungan tersebut.

"Masjid ini berdiri atas motivasi jemaah dan warga yang menginginkan sarana ibadah sebagai simbol pemersatu, serta dinamai Umar bin Khattab agar kami dapat meneladani semangat perjuangan dan kejujuran sahabat Nabi Muhammad SAW tersebut," katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pembangunan awal tempat ibadah ini terwujud berkat kerja sama swadaya warga serta dukungan donatur pertama dari sebuah yayasan kemasjidan di Subang. Dia menambahkan bahwa keberadaan masjid di pinggir jalan ini diharapkan mampu membangkitkan peradaban Islam serta menjadi contoh positif bagi masyarakat luas.

"Awalnya kami hanya berniat mendirikan tempat ibadah saja, tetapi seiring perkembangan zaman, masyarakat menginginkan adanya sarana pendidikan keagamaan anak-anak sehingga kami membangun madrasah hingga mendirikan Yayasan Umar bin Khattab," tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa yayasan tersebut kini telah menaungi berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TPQ, hingga SDIT. Ia menyebutkan bahwa perluasan fasilitas pendidikan ini berlangsung sangat cepat untuk merespons kebutuhan masyarakat akan pendidikan berbasis Islam di Rancaekek.

Ustaz Juhendi berpesan agar keberadaan masjid dan fasilitas pendidikan ini dapat terus memberikan manfaat secara berkesinambungan. Menurutnya, meskipun berdiri di lingkungan perumahan yang tidak terlalu besar, Masjid Umar bin Khattab bercita-cita menjadi pusat dakwah Islam yang menjadi rujukan utama di tingkat kecamatan hingga Kabupaten Bandung.

Reporter: Muhammad Rizky Maulana KPI/3D

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos