Dakwahpos.com, Bandung - Jemaah Masjid Al-Istianah, Cipadung, diingatkan agar menyikapi ujian hidup dengan tadarru, yakni merendahkan diri kepada Allah Swt. Pesan itu disampaikan Ustaz Yayat saat mengupas Surah Al-An’am ayat 42-44 dalam pengajian pada Minggu (25/10/2026).
Ustaz Yayat menjelaskan bahwa Allah telah mengutus banyak rasul kepada umat terdahulu, lalu menguji mereka dengan kemelaratan dan kesengsaraan. Tujuannya agar mereka bersikap tadarru atau merendahkan diri kepada Allah.
Diuji kitu teh, la allahum yattadarra’un, supaya mereka menjadi orang-orang yang merendahkan diri, ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kata la allahum pada ayat tersebut bukan berarti Allah yang berharap kepada manusia, justru harapan itu yang datang dari manusia. Ia mengibaratkannya dengan puasa, yakni manusia berharap menjadi orang yang bertakwa lewat ibadah tersebut.
Bukan Allah yang mengharapkan kita, tapi kita berharap kepada Allah untuk menjadi orang yang takwa, ujar Ustaz Yayat.
Selain itu, ia menambahkan bahwa setiap ujian pasti membawa kebaikan lain di baliknya. Oleh karena itu, jemaah diajak untuk tidak berhenti berdoa dalam kondisi apapun. Meskipun Allah Maha Mengetahui, hal itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti memohon.
Meskipun tidak diungkapkan, Allah uninga, tapi jangan pernah menjadi alasan kita tidak memohon kepada Allah, tuturnya.
Selanjutnya Ustaz Yayat mengingatkan bahaya hati yang mengeras ketika peringatan tak dihiraukan. Setan akan akan memperindah perbuatan buruk hingga terasa benar. Menurutnya, kondisi inilah yang membuat manusia tidak mengambil hikmah dari ujian yang datang.
Mudah-mudahan urang ku Allah dikersakeun dina kaimanan, katakwaan, kesabaran, menghadapi ujian dari Allah Swt. pungkasnya.
Reporter: Anisa Triwulandini/KPI 3C

Tidak ada komentar
Posting Komentar