Bukan Sekadar Tempat Salat, Masjid Kifayatul Achyar Didorong Jadi Pusat Pembinaan Umat

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung- Masjid memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menjadi tempat untuk melaksanakan ibadah salat. Masjid juga dapat menjadi pusat pembinaan umat melalui berbagai kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam. Hal tersebut menjadi salah satu harapan pengelolaan Masjid Kifayatul Achyar yang berada di kawasan Cipadung, Bandung.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kifayatul Achyar menjelaskan bahwa keberadaan masjid harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, masjid tidak cukup hanya memiliki bangunan yang baik, tetapi juga perlu dihidupkan melalui kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.

Ia menyampaikan bahwa masjid sejak dahulu memiliki fungsi penting dalam kehidupan umat Islam. Selain sebagai tempat beribadah, masjid juga menjadi tempat masyarakat berkumpul untuk mempelajari agama dan mengikuti berbagai kegiatan keislaman.

Kalau kita berbicara tentang sejarah masjid, sebenarnya yang paling penting itu bukan hanya kapan masjidnya dibangun, tetapi juga bagaimana niat dan perjuangan masyarakat pada waktu itu, ujarnya dalam wawancara.

Menurutnya, salah satu cara untuk menghidupkan masjid adalah dengan menghadirkan kegiatan yang dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia. Kegiatan seperti pengajian untuk orang dewasa dan pembelajaran agama bagi anak-anak menjadi bagian penting dalam menjadikan masjid sebagai tempat pendidikan Islam.

Selain kegiatan keagamaan, keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan masjid. Pengelolaan masjid membutuhkan dukungan bersama, baik dari pengurus maupun jamaah yang ingin berkontribusi dalam berbagai kegiatan.

“Masjid tidak bisa berjalan hanya karena ada satu atau dua orang yang mengurus. Perlu ada kebersamaan, baik dalam bentuk tenaga, pemikiran, maupun dukungan dana sesuai kemampuan masing-masing, tuturnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa generasi muda perlu mendapatkan perhatian dalam pengembangan kegiatan masjid. Anak muda diharapkan tidak hanya menjadi jamaah, tetapi juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan dan kepengurusan masjid. Hal tersebut penting untuk mempersiapkan generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap keberlangsungan masjid.

Justru anak muda perlu ikut terlibat, karena mereka yang nantinya akan meneruskan kepengurusan dan menjaga keberlangsungan kegiatan masjid, katanya.

Di akhir wawancara, Ketua DKM berharap Masjid Kifayatul Achyar dapat terus berkembang dan semakin banyak menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk ikut menjaga dan memakmurkan masjid sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Melalui pengembangan kegiatan keagamaan dan keterlibatan berbagai kalangan, Masjid Kifayatul Achyar diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat.

Wartawan: Rika Sri Patonah, KPI/3C

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos