Dakwah Pos.com, Bandung - Ustazah Euis Susilawati mengajak jemaah Masjid Pondok Pesantren Salafi Araid, Kampung Cisalatri, Jalan Gang Kujang, Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat, untuk memperkuat keyakinan kepada Allah SWT dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu disampaikan dalam kajian rutin majelis taklim ibu-ibu pada Rabu (07/10/2026).
Kajian
dibuka dengan pembacaan Al-Fatihah, selawat, dan doa bersama. Doa itu memohon
keselamatan dunia akhirat, keluarga sakinah mawaddah warahmah, rezeki halal dan
berkah, serta husnul khatimah.
Dalam
ceramahnya, Ustazah Euis menegaskan bahwa surga tidak diperoleh secara
cuma-cuma, melainkan lewat pengorbanan berupa harta, tenaga, ilmu, pikiran,
hingga perasaan. Tujuan utama seorang muslim, menurutnya, adalah rida Allah.
Jika rida itu diraih, surga akan menyusul.
Ia
juga menggambarkan keindahan surga, termasuk pohon yang akarnya di atas dan
buahnya menjulur ke bawah, sehingga penghuninya bisa memetik buah sambil
berdiri atau duduk. Dari gambaran itu, ia mengajak jemaah membiasakan membaca
basmalah sebelum menikmati sesuatu dan hamdalah sesudahnya. Kebiasaan sederhana
ini, katanya, berdampak besar pada perilaku sehari-hari.
Kajian
berlangsung interaktif. Ustazah Euis bertanya kepada jemaah bagaimana menyikapi
warga yang merasa berhak tetapi tidak mendapat bantuan sosial seperti BLT atau
PKH. Jemaah menjawab antara lain dengan menanyakan prosesnya lebih dulu, lalu
menerima hasilnya. Ia menilai jawaban itu menunjukkan semangat musyawarah yang
baik, dan menambahkan bahwa penentuan penerima bantuan (desil) masih terus
ditata.
Menurutnya,
warga yang merasa berhak sebaiknya mengajukan data ke aparat berwenang dan
meminta diajari prosesnya, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Tidak
mendapat bantuan bisa menjadi cara Allah menjauhkan seseorang dari ujian yang
lebih besar. Sebaliknya, menerima bantuan bisa menjadi pengingat bahwa manusia
sangat bergantung kepada-Nya.
“Rezeki
datang kepada orang yang hatinya tenang,” pesannya.
Ustazah
Euis juga mendorong jemaah menjadi ahli sedekah, bukan hanya berharap diberi.
Rezeki, katanya, ibarat sungai yang harus terus mengalir, sehingga sedekah
perlu dikeluarkan meski sedang kekurangan.
Di
akhir kajian, jemaah diajak mendoakan Ketua RW dan aparat setempat agar semakin
amanah, serta mendoakan masyarakat agar rukun dan bersatu dengan para ulama
dalam satu tujuan beribadah kepada Allah.
Reporter : Pili Alvina/KPI3A

Tidak ada komentar
Posting Komentar