Dakwahpos.com, Bandung - Ustaz Saepul mengajak jemaah memahami istikamah sebagai kesungguhan untuk kembali pada kebaikan, bukan tuntutan untuk tidak pernah melakukan kesalahan. Ia menyampaikan pesan tersebut dalam khotbah Jumat di Masjid Medina Insan Qur'ani, Cibiru, Jumat (09/10/2026).
Menurut Ustaz Saepul, semangat beribadah yang berubah-ubah menjadi tantangan dalam menjaga keimanan. Seseorang dapat bersemangat membaca Al-Qur’an pada suatu hari, tetapi kemudian kembali pada kebiasaan lama. Karena itu, setiap muslim perlu terus memperbaiki diri ketika keimanannya melemah.
“Istikamah bukan berarti manusia tidak pernah salah. Istikamah berarti ketika jatuh dia bangkit, ketika salah dia bertobat, ketika lemah dia kembali kepada Allah Swt.,” katanya.
Ustaz Saepul menjelaskan bahwa pengakuan iman harus berjalan bersama konsistensi dalam kehidupan sehari-hari. Ia merujuk Surah Fussilat ayat 30 yang menghubungkan pengakuan kepada Allah Swt. dengan keteguhan pendirian.
Ia menguraikan lima langkah untuk menjaga istikamah, yaitu memperkuat iman, membiasakan amal kecil, memilih lingkungan pertemanan yang saleh, menyegerakan tobat, dan memperbanyak doa agar Allah Swt. meneguhkan hati.
Ustaz Saepul menyoroti kebiasaan seseorang yang ingin menjalankan banyak ibadah sekaligus, tetapi akhirnya berhenti karena merasa terlalu berat. Ia mengingatkan jemaah agar tidak meremehkan amal kecil yang berlangsung secara konsisten.
“Jadi intinya, lebih baik sedikit demi sedikit tapi terus-menerus,” ungkapnya.
Selain membiasakan amal kecil, Ustaz Saepul menekankan pentingnya lingkungan pertemanan. Menurutnya, pergaulan dengan orang yang menjaga salat, mengingat Allah Swt., dan bersedekah dapat menumbuhkan semangat untuk melakukan kebaikan serupa.
Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak menunggu usia tua, kekayaan, atau masa pensiun untuk bertobat. Kebiasaan menunda perubahan dapat membuat seseorang terus berada dalam kesalahan.
“Padahal kita tidak pernah tahu kapan ajal kita datang,” imbuhnya.
Ustaz Saepul menambahkan bahwa istikamah tidak hanya menyangkut pelaksanaan ibadah. Kejujuran, amanah, tanggung jawab dalam mendidik anak, usaha mencari nafkah, dan hubungan silaturahmi juga menjadi bagian dari ketaatan sehari-hari.
Pada akhir khotbah, ia mengajak jemaah tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt. Ia merujuk Surah Az-Zumar ayat 53 untuk menguatkan ajakan agar setiap muslim segera bertobat dan kembali mendekat kepada-Nya.
Reporter: Rizwan Fadillah, KPI/3D
Menurut Ustaz Saepul, semangat beribadah yang berubah-ubah menjadi tantangan dalam menjaga keimanan. Seseorang dapat bersemangat membaca Al-Qur’an pada suatu hari, tetapi kemudian kembali pada kebiasaan lama. Karena itu, setiap muslim perlu terus memperbaiki diri ketika keimanannya melemah.
“Istikamah bukan berarti manusia tidak pernah salah. Istikamah berarti ketika jatuh dia bangkit, ketika salah dia bertobat, ketika lemah dia kembali kepada Allah Swt.,” katanya.
Ustaz Saepul menjelaskan bahwa pengakuan iman harus berjalan bersama konsistensi dalam kehidupan sehari-hari. Ia merujuk Surah Fussilat ayat 30 yang menghubungkan pengakuan kepada Allah Swt. dengan keteguhan pendirian.
Ia menguraikan lima langkah untuk menjaga istikamah, yaitu memperkuat iman, membiasakan amal kecil, memilih lingkungan pertemanan yang saleh, menyegerakan tobat, dan memperbanyak doa agar Allah Swt. meneguhkan hati.
Ustaz Saepul menyoroti kebiasaan seseorang yang ingin menjalankan banyak ibadah sekaligus, tetapi akhirnya berhenti karena merasa terlalu berat. Ia mengingatkan jemaah agar tidak meremehkan amal kecil yang berlangsung secara konsisten.
“Jadi intinya, lebih baik sedikit demi sedikit tapi terus-menerus,” ungkapnya.
Selain membiasakan amal kecil, Ustaz Saepul menekankan pentingnya lingkungan pertemanan. Menurutnya, pergaulan dengan orang yang menjaga salat, mengingat Allah Swt., dan bersedekah dapat menumbuhkan semangat untuk melakukan kebaikan serupa.
Ia juga mengingatkan jemaah agar tidak menunggu usia tua, kekayaan, atau masa pensiun untuk bertobat. Kebiasaan menunda perubahan dapat membuat seseorang terus berada dalam kesalahan.
“Padahal kita tidak pernah tahu kapan ajal kita datang,” imbuhnya.
Ustaz Saepul menambahkan bahwa istikamah tidak hanya menyangkut pelaksanaan ibadah. Kejujuran, amanah, tanggung jawab dalam mendidik anak, usaha mencari nafkah, dan hubungan silaturahmi juga menjadi bagian dari ketaatan sehari-hari.
Pada akhir khotbah, ia mengajak jemaah tidak berputus asa dari rahmat Allah Swt. Ia merujuk Surah Az-Zumar ayat 53 untuk menguatkan ajakan agar setiap muslim segera bertobat dan kembali mendekat kepada-Nya.
Reporter: Rizwan Fadillah, KPI/3D
Tidak ada komentar
Posting Komentar