Ustaz Nur Ihsan: Bangunan Mewah, tapi Anak Yatim Tidak Dimuliakan

Klik untuk membaca artikel.


Dakwahpos.com, Bandung- Ustaz Nur Ihsan Jundullah, Lc. (Kang Abe) menyoroti fenomena bangunan megah yang berbanding terbalik dengan kondisi sosial masyarakatnya, dalam kajian Relife bertema “Level Up Jiwa: Dari Insecure ke Tenang” di Masjid Al-Lathiif, Bandung, Kamis (24/09/2026) malam.

Mengacu pada kisah kaum ‘Ad, Tsamud, dan Fir’aun dalam Surat Al-Fajr, ia menjelaskan ketiga peradaban itu diangkat Al-Qur’an karena pencapaian infrastruktur luar biasa, mulai dari bangunan tinggi, pahatan gunung, hingga piramida.

Namun di balik kemegahan itu, kata Kang Abe, ketiga kaum tersebut justru dikisahkan berbuat sewenang-wenang, termasuk mengabaikan anak yatim dan orang miskin.

“Gedungnya tinggi-tinggi, bangunannya megah-megah, tapi kondisi masyarakatnya, Allah gambarkan: sekali-kali tidak. Anak yatimnya tidak dimuliakan, banyak orang kelaparan,” kata Kang Abe, Kamis (24/09/2026).

Ia menyebut akar masalahnya adalah cara pandang keliru yang menyamakan keberlimpahan duniawi dengan kemuliaan di sisi Allah, serta kecintaan berlebihan terhadap harta.

“Anak yatim dan orang miskin terus disebut dalam Al-Qur’an karena keduanya kelompok rentan. Kompas moral suatu masyarakat bisa dilihat dari bagaimana mereka memperlakukan dua kelompok ini,” ujar Kang Abe.

Kang Abe menambahkan, standar kemuliaan yang benar bukan diukur dari seberapa besar nikmat yang diterima seseorang, melainkan dari sejauh mana ia berbagi kepada anak yatim, orang miskin, dan keluarga yang berhak menerima haknya.

Reporter: Davian Pradipta, KPI/3D

Tidak ada komentar

Iklan Dakwahpos
Iklan Dakwahpos
Iklan Kiri Dakwahpos
Iklan Kanan Dakwahpos