Dakwahpos.com, Bandung - Dalam kajian ba’da subuh yang dilaksanakan di Masjid Ar-Rahman, Arcamanik (25/10/2026), Ustaz Gungun Gunawan memberikan materi perihal wasiat untuk hidup dari Nabi Muhammad Saw. kepada para jemaahnya.
Ia mengambil dari hadis ke-18 dari kitab Arba’in An-Nawawi yang berjudul ‘Taqwallahi Ta’ala wa Husnul Khuluq’, yang bersumber dari dua sahabat Nabi Muhammad Saw. yakni Abi Dzar Jundub bin Junadah dan Abi Abdurrahman Mu'adz bin Jabal radhiyallahu anhuma.
Ustaz Gungun Gunawan menjelaskan, bahwa dua sahabat ini diberikan wasiat oleh Nabi Muhammad Saw. Ia menjelaskan, bahwa Nabi Muhammad Saw. memerintahkan umatnya untuk selalu bertakwa di segala tempat dan keadaan. Menurutnya, sejatinya ada orang yang bertakwa itu pilih-pilih tempat hingga pilih-pilih waktu.
“Contoh, kita di masjid tidak mungkin gibah orang, kita sedang thalabul ilmi tidak mungkin bermaksiat, kita sedang salat berjemaah sedang mendengarkan orang bertausiyah tidak mungkin nipu orang. Jauh ya, Pak ya, tidak mungkin korupsi karena kita sedang takwa di masjid, karena sedang berada di rumah Allah”, ujarnya.
Ia pun menjelaskan, bahwasannya definisi takwa itu beragam. Ia menuturkan dalam Syarah Kitab Arba'in Nawawi dikatakan bahwa takwa menurut bahasa adalah ittikhadzul wiqoyah, menjadikan penjagaan, menjadikan benteng yang mampu menjaga kita, menahan kita dari sesuatu yang kita takuti, dari sesuatu yang tidak kita inginkan. Sedangkan secara istilahnya adalah melaksanakan segala sesuatu yang diperintahkan Allah dan menjauhi segala sesuatu yang dicegah oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Ia menambahkan, sifat dari orang bertakwa yang dijamin masuk surga, adalah orang yang konsisten bersedekah baik disaat suasana lapang maupun sempit, memiliki kemampuan dalam menahan amarah, dan memaafkan segala bentuk kezaliman. Ia pun mencontohkan Nabi Muhammad Saw. ketika berdakwah di Mekkah, terutama ke daerah Thaif. Walaupun ia disakiti oleh kaum Thaif, Nabi Muhammad Saw. justru memilih mendoakan mereka agar mereka mendapatkan hidayah dari Allah Swt.
“Ketika dakwah di Thaif nabi berdakwah bukan malah pujian... malah dilempari dengan batu sampai-sampai berdarah. Malaikat meminta izin... untuk mencabut dua gunung ini akan aku timpakan kepada kaum tersebut. Nabi tidak mengiyakan... doa nabi: ‘Allahummahdii qaumii fa'innahum la ya'lamun’", tuturnya.
Ustaz Gungun Gunawan menjelaskan, wasiat kedua yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Saw. adalah iringi keburukan dengan kebaikan. Ia menyampaikan, bahwa jika berbuat dosa, maka segera tutupi dosa tersebut dengan perbuatan yang baik. Sehingga akan melebur perbuatan dosa tersebut.
“Jadi kalau kita berbuat dosa nih sekarang jemaah yang dimuliakan Allah, maka iringilah segera tutupi dosa tersebut dengan al-hasanata, berbuat kebaikan, maka perbuatan baik yang baru kita lakukan itu, tamhuha akan melebur, akan menghapus perbuatan dosa kita. Makanya kita berbuat maksiat astagfirullahal'adzim, ucapkan kata istigfar itu sudah melebur dosa kita. Apalagi kita berwudu, kita salat, kita menangis, ingat atas dosa kita, maka terhapuslah amal kejelekan kita oleh kebaikan yang tadi, tamhuha akan dileburkan ya, akan dihancurkan, akan dihapuskan jemaah yang dimuliakan Allah”. ujarnya.
Lalu yang ketiga atau terakhir, adalah berakhlak baik kepada manusia. Ia mengatakan, bahwa kita harus bergaul kepada seluruh manusia. Bukan hanya kepada orang muslim saja, dengan orang kafir pun, harus bisa bergaul dengan akhlak yang baik.
"’wa khaliqin nasa bikhuluqin hasanin’".Dan bergaullah, dan berakhlaklah engkau kepada seluruh manusia, an-nas di sana jamak, jadi bukan hanya kepada orang muslim saja, orang kafir pun kita harus bergaul dengan ah, dengan akhlak yang baik, bi khuluqin hasanin dengan akhlak yang baik”, ucapnya.
Reporter : Muhammad Habil Apri Gholi, KPI 3/D
Tidak ada komentar
Posting Komentar