Dakwahpos.com,Bandung– Ustadzah Lalah membimbing anak-anak DTA (Diniyah Takmiliyah Awaliyah) dalam melantunkan hafalan Juz 'Amma di Masjid Jami Takmiliyah Al-Muslim Cikalang pada Kamis (17/09/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk membiasakan anak-anak menghafal surat-surat pendek Al-Qur’an sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan seharihari sejak usia dini.
Dalam pelaksanaannya, Ustadzah Lalah mendampingi proses murajaah atau pengulangan hafalan secara bersama-sama dari awal hingga akhir. Suasana belajar dikemas secara sederhana agar santri kelas 1 yang mengikuti pengajian rutin setiap hari pukul 13.00 hingga 14.30 WIB dapat mengikuti bacaan secara perlahan sesuai dengan kecepatan dan kemampuan masing-masing.
Guna membentuk karakter santri, Ustadzah Lalah menekankan bahwa hafalan AlQur'an harus berjalan seiring dengan penanaman akhlakul karimah. “Biar tahu dari kecil. Kalau dibiasakan dari usia dini sudah menghafal, nantinya akan lebih mudah untuk melanjutkan hafalan ke depannya,” tuturnya. Ia juga mengingatkan agar anak-anak senantiasa menunjukkan sikap ramah, sopan, serta menghargai guru, orang tua, teman, maupun tamu yang datang.
Selain aspek sopan santun, ia menjelaskan bahwa keberhasilan hafalan anak sangat bergantung pada metode pengulangan (review) secara konsisten. Surat yang telah dihafal tidak langsung ditinggalkan begitu saja saat berpindah ke surat baru, melainkan terus dibaca bersama setiap hari agar santri yang memiliki kemampuan belajar lebih lambat dapat ikut terbantu dan hafal dengan sendirinya melalui proses mendengarkan.
Mengenai pentingnya sinergi antara madrasah dan lingkungan keluarga, Ustadzah Lalah menegaskan peran kunci orang tua dalam mendampingi pembiasaan ibadah anak. “Kalau menghafal Juz ’Amma itu dibiasakan harusnya dari kecil, dari rumah berangkatnya. Di madrasah kan yang keburu hanya salat Asar berjamaah, sisa waktu salat lainnya anak-anak di rumah. Kami ingin anak-anak juga dekat dengan Qur’an, agar terbiasa salat tidak hanya di sini tetapi juga di rumah,” ujarnya.
“Anak-anak diharapkan bisa membaca dan hafal Al-Qur'an minimal 1 juz (Juz 30) pada akhir jenjang kelas 6. Kalau dimulai baru dari kelas 6 kan akan keteteran karena bahannya banyak. Kecepatan belajar anak juga beda-beda; ada yang sehari bisa hafal 1 ayat, tapi ada juga yang butuh waktu 1 minggu untuk 1 ayat
Harapannya anak-anak bisa melaksanakan salat wajib dengan baik di mana pun berada, bisa membaca Al-Qur'an, serta menjadi hafiz-hafizah yang hafal Al-Qur'an minimal 1 juz untuk tingkat dasar SD. Mudah-mudahan setelah lulus dari sini anak-anak bisa melanjutkan ke pondok pesantren dan lebih meningkatkan ilmunya,” pungkasnya.
Reporter : Siti Zenab KPI/3D

Tidak ada komentar
Posting Komentar